Menuju konten utama

Pasca-Gempa Palu dan Donggala, Kementerian BUMN Pulihkan Suplai BBM

Kementerian BUMN segera pulihkan pasokan energi seperti BBM, elpiji, avtur, dan listrik di Palu dan Donggala.

Pasca-Gempa Palu dan Donggala, Kementerian BUMN Pulihkan Suplai BBM
Sejumlah mobil tampak bertumpukan usai terseret air laut dampak Tsunami di Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018). tirto.id/Arimacs Wilander

tirto.id - Kementerian BUMN telah menyiapkan strategi guna mengamankan pasokan BBM ke Palu, Donggala, dan sekitarnya. Sejumlah fasilitas seperti trestle (akses dari dermaga menuju Terminal BBM) dan filling shed (tempat pengisian mobil tangki) di Terminal BBM Donggala mengalami kerusakan akibat gempa dan tsunami pada Jumat (28/9/2018).

Deputi Bidang Infrastruktur dan Bisnis Kementerian BUMN, Hambra Sabal, melalui keterangan resminya pada Sabtu (29/9/2018) mengatakan gempa menyebabkan akses jalan dari Terminal BBM ke Palu dan Sulawesi Barat terhambat. Pasalnya jalan yang harus dilalui mengalami kerusakan serta terjadi longsor.

“Pertamina telah menyiapkan rencana alternatif RAE (Regular Alternative Emergency) untuk mengamankan pasokan energi ke Palu dan sekitarnya. Pasokan akan dilakukan melalui beberapa Terminal BBM, yaitu di Poso, Moutong, Toli-Toli, dan Pare-Pare,” kata Hambra.

Lebih lanjut, Hambra menyebutkan sejumlah Terminal BBM itu dipilih sesuai dengan kondisi jalur darat yang paling memungkinkan. Tak hanya berupa pasokan BBM, Hambra juga memastikan Pertamina turut berupaya untuk memenuhi kebutuhan elpiji bagi industri dan masyarakat.

Pasokan elpiji ke Palu rencananya dilakukan melalui SPPEK Tri Ariesta dari Gorontalo, Depot LPG Makassar, serta Terminal LPG Bosowa.

“Telah disiagakan SPPBE alternatif, yakni PT Mitra Utama, PT Nubuwwa Saltika, PT Pare Elpiji, dan PT Permata Alam Sulawesi, serta pengiriman 150 tabung LPG 50 Kg dari SPPBE Makassar,” ungkap Hambra.

Sementara itu untuk bahan bakar avtur, Pertamina akan melakukan alih suplai ke DPPU Mutiara melalui Terminal BBM di Makassar, Gorontalo, dan Luwuk. Penyalurannya sendiri bakal dilakukan melalui mobil tangki avtur (bridger).

Kementerian BUMN juga meminta PLN untuk bisa mempercepat pemulihan listrik. Hingga saat ini, PLN telah mengoperasikan kembali dua gardu induk (GI), yakni GI Pamona dan GI Poso yang menyuplai kebutuhan pelanggan di daerah Tentena, Poso, dan Bandara Kasiguncu.

“PLN menerjunkan 216 personel gabungan dari Wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Gorontalo. Untuk solusi jangka pendek penerangan, PLN juga membawa 8 genset yang nantinya akan disebar di posko-posko yang ada di Palu dan Donggala,” jelas Hambra.

Gempa berkekuatan 7,4 SR terjadi pada pukul 17.02 WIB, dengan titik episentrum di kedalaman 11 kilometer pada 27 kilometer timur laut Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018).

Gempa tersebut telah diawali gempa berkekuatan 5,9 SR yang yang terjadi pada pukul 13.59 WIB, dengan titik episentrum berada di darat di kedalaman 10 kilometer pada 61 kilometer arah utara Palu, Sulawesi Tengah.

Gempa kembali terjadi pukul 14.28 WIB berkekuatan 5,0 SR, dengan titik episentrum di kedalaman 10 kilometer pada 10 kilometer arah timur laut Donggala.

Tsunami terjadi beberapa menit setelah gempa 7,4 SR. Waktu tiba tsunami, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diperkirakan terjadi sekitar pukul 17.22 WIB dengan kenaikan air laut 1,5 meter.

Baca juga artikel terkait GEMPA PALU DAN DONGGALA atau tulisan lainnya dari Damianus Andreas

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Dipna Videlia Putsanra