Panglima TNI Pimpin Pemakaman Doni Monardo di TMP Kalibata

Reporter: Fransiskus Adryanto Pratama, tirto.id - 4 Des 2023 12:28 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Menteri Sosial Tri Rismaharini memandang Doni Monardo layak menyandang status pahlawan nasional.
tirto.id - Jenazah Letnan Jenderal (Purn) Doni Monardo dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (4/12/2023). Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu mengembuskan napas terkahir pada Minggu (3/12/2023) pukul 17.35 WIB di Rumah Sakit Siloam, Semanggi, DKI Jakarta.

Pantauan reporter Tirto di lokasi, jenazah Doni dibawa menggunakan mobil jenazah berkelir putih usai mendapatkan penghormatan terakhir di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur.

Prosesi pemakaman jenazah Doni dilakukan secara militer dipimpin oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Peti jenazah Doni digiring oleh sejumlah pasukan Kopassus. Peti jenazah Doni tampak ditutupi bendera merah putih.

Satu bingkai foto Doni juga tampak dibawa seorang pasukan Kopassus berbaret merah. Sejumlah pasukan TNI yang membawa peti jenazah Doni juga menenteng senjata laras panjang.

Di belakang peti jenazah juga turut diiringi pihak keluarga Doni dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Sejumlah karangan bunga ucapan duka tampak berjejer rapi di sekitaran liang lahat Doni Monardo

Sebelum peti jenazah Doni dimasukkan ke liang lahat, terlebih dahulu dilakukan proses upacara militer yang diikuti oleh tiga matra, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

Bendera merah putih juga tampak dibentangkan setinggi dada oleh empat pasukan TNI berpakaian dinas lengkap. Lalu, jenazah Doni dimasukkan ke liang lahat. Tembakan senjata juga ditembakkan ke udara sekali sebagai bentuk penghormatan terhadap jenazah Doni. Suasana juga tampak hening menyaksikan jenazah Doni dimasukkan ke liang lahat.

Sejumlah perwira TNI dan pejabat pemerintah hadir dalam upacara pemakaman Doni Monardo. Salah satunya, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.

Risma mengatakan Doni memiliki dedikasi yang tinggi selama berkarier di militer. Oleh karena itu, Risma memandang Doni layak menyandang status pahlawan nasional.

"Menurut saya, layak jadi pahlawan nasional dan Pak Doni sangat rendah hati. Beliau enggak mau menonjol-nonjolkan, dedikasinya dan kerjanya bisa dirasakan," kata Risma.

Semasa hidup, Risma mengenal Doni sebagai sosok yang tak suka membeda-bedakan. Ia mengenal Doni ketika masih menjabat sebagao Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres).

"Saya punya kesaksian untuk Pak Doni beliau orang yang sangat baik sekali," tutur Risma.

Hubungan Risma dengan Doni semakin dekat ketika pandemi COVID-19. Saat itu Risma masih menjabat Wali Kota Surabaya dan kerap berkoordinasi dengan Doni.

"Saya sering komunikasi soal daya dan sebagainya, bukan hanya APD, tapi beliau juga membantu, saat kami tidak punya alat untuk PCR, beliau kirim," kenang Risma.


Baca juga artikel terkait DONI MONARDO MENINGGAL atau tulisan menarik lainnya Fransiskus Adryanto Pratama
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Fransiskus Adryanto Pratama
Penulis: Fransiskus Adryanto Pratama
Editor: Bayu Septianto

DarkLight