Menuju konten utama

Bahlil Soal Pemadaman Bergilir Belakangan Ini: Ada Trouble

PLN menyebut bahwa pemadaman listrik itu terjadi karena “pemeliharaan sistem kelistrikan”.

Bahlil Soal Pemadaman Bergilir Belakangan Ini: Ada Trouble
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi (rakor) terkait kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). Rakor tersebut untuk mengoordinasikan kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) antara Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa waktu terakhir bukan disebabkan oleh kelangkaan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik. Menurut dia, pemerintah telah memenuhi penugasan pasokan batu bara domestik untuk kebutuhan kelistrikan nasional.

"Kalau dikatakan bahwa masalah batu bara langka, itu tidak benar. Karena penugasan kami sudah mencapai 170 juta ton," kata Bahlil dalam keterangan pers di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).

Bahlil menjelaskan gangguan pasokan listrik yang menyebabkan pemadaman di beberapa wilayah lebih disebabkan oleh kendala teknis pada sejumlah mesin pembangkit. Persoalan tersebut saat ini tengah ditangani oleh PT PLN (Persero).

"Memang ada beberapa trouble di beberapa mesin yang akan diselesaikan PLN dan akan kami selesaikan dalam waktu secepatnya," ujarnya.

Dia mengaku masih akan menggelar rapat lanjutan dengan PLN pada malam hari ini untuk membahas langkah percepatan pemulihan sistem kelistrikan. Dus, pemadaman tidak akan terjadi lagi dan masalah kelistrikan tidak berlarut-larut.

"Kami upayakan segera tidak ada lagi pemadaman," kata Bahlil.

Sebagai informasi, sejumlah wilayah di Jawa Barat mengalami mati listrik pada Rabu (10/6/2026). Masyarakat di Bogor, Bekasi, hingga Bandung ramai mengeluhkan hal tersebut di media sosial. Hal ini mengingatkan tentang insiden mati listrik se-Jawa pada 2019 atau dikenal dengan Blackout Jawa 2019.

Melalui akun media sosial resminya, PLN menyebut bahwa pemadaman listrik itu terjadi karena “pemeliharaan sistem kelistrikan”. Perusahaan pelat merah itu juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Apa yang disebut PLN sebagai “pemeliharaan sistem kelistrikan” itu rupanya merupakan gangguan pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa I di Karawang. Adanya gangguan ini diungkap oleh Manajer PLN ULP Kota Bogor, Andis Verindra Putra.

Andis menyebut gangguan telah membuat PLN melakukan manajemen beban. Oleh karenanya, pemadaman listrik dilakukan untuk mengalokasikan beban dan mencegah blackout atau pemadaman total terjadi.

"Gangguan pembangkit PLTGU Jawa 1 sehingga PLN melakukan manajemen beban untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan," kata Andis.

Meski begitu, PT Jawa Satu Power (JSP) selaku pengelola PLTGU Jawa I menjelaskan, pembangkit listrik masih beroperasi normal dan melayani beban sekitar 700 MW. Namun, Corporate Secretary PT JSP Haidar F mengonfirmasi bahwa salah satu unit PLTGU sempat dilakukan pemeliharaan.

Baca juga artikel terkait MATI LISTRIK atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi