Organisasi Buruh Harap BLT Pekerja Swasta Valid & Tepat Sasaran

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 6 Agustus 2020
KSPI meminta pemerintah agar perhatikan data penerima BLT pekerja bergaji di bawah Rp5 juta.
tirto.id - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan bantuan langsung tunai (BLT) bagi pekerja bergaji di bawah Rp5 juta harus tepat sasaran.

Pihaknya mengingatkan, hal yang paling penting dari program ini harus tepat sasaran, tepat guna, dan disertai dengan pengawasan yang ketat terhadap implementasi program tersebut.

"Data 13 juta buruh yang akan menerima bantuan ini harus valid agar pemberian bantuan upah tepat sasaran," jelas dia dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8/2020).

Ia menjelaskan, KSPI secara terbuka pernah mengusulkan program subsidi upah bagi buruh terdampak COVID-19. Dengan adanya subsidi upah, manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh buruh yang turun daya belinya.

"Program ini hampir mirip dengan subsidi upah di beberapa negara, seperti di Selandia Baru, Eropa Barat, Singapura dan Australia," tandas dia.

Program bantuan bagi pekerja tersebut berupa uang tunai sebesar Rp600.000/bulan selama empat bulan sejak September.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, bantuan tersebut bagian dari program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Bentuk lainnya adalah pemberian santunan bagi para pegawai yang bekerja di sektor swasta.

"Pemerintah sedang kaji untuk menyiapkan pemberian bantuan gaji kepada 13 juta pekerja yang memiliki upah di bawah Rp 5 juta," kata Sri Mulyani, Rabu (5/8).

Anggaran BLT untuk pekerja non-ASN dan BUMN mencapai Rp 31,2 triliun. Melalui rencana dan program PEN, Sri Mulyani berharap anggaran yang telah disiapkan pemerintah guna merespons dampak pandemi.


Baca juga artikel terkait BANTUAN LANGSUNG TUNAI atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Zakki Amali
DarkLight