STOP PRESS! Status Magelang Naik Jadi Tanggap Darurat Bencana

Ombudsman Siap Terima Laporan Kecurangan USBN 2017

Ombudsman Siap Terima Laporan Kecurangan USBN 2017
Seorang tenaga pengajar sukarela melalui program Fulbright English Teaching Assistantship atau ETA, asal Amerika Serikat, memberikan cara mudah menjawab soal Ujian Nasional kepada siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (6/3). Seluruh sekolah tingkat SMP, SMA dan MAN di Kendari terus berusaha memberikan bimbingan pelajaran menjelang Ujian Nasional atau UN tahun 2017. ANTARA FOTO/Jojon.
Reporter: Damianus Andreas
20 Maret, 2017 dibaca normal 1 menit
ORI siap tampung laporan kecurangan USBN 2017. Laporan kecurangan akan diteruskan ke pihak berwenang.
tirto.id - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) mengaku siap menerima laporan kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) 2017 dari masyarakat.

Per hari ini (20/3) hingga Kamis (23/3) mendatang, USBN untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) digelar. Sedangkan USBN untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sederajat menurut rencana akan diselenggarakan pada 17-19 April 2017.

Adapun laporan-laporan dari masyarakat bisa disampaikan kepada ORI melalui sambungan telepon yang secara khusus telah disiapkan untuk mengawasi penyelenggaraan ujian kelulusan siswa mulai Maret hingga Mei 2017.

Seperti disampaikan Komisioner ORI, Adrianus Meliala, pemantauan yang dilakukan pihaknya pada tahun ini secara teknis lebih kurang sama dengan yang dilaksanakan pada tahun lalu.

“Tahun lalu ada sekitar 150 laporan, dan kami dorong ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Saat itu Pak Anies Baswedan ya, beliau pernah kami panggil ke sini juga. Ada yang disetujui, ada yang tidak. Yang disetujui lantas ditindak,” ujar Adrianus kepada Tirto di kantornya, Senin (20/3/2017) sore.

Adrianus mengatakan laporan yang diterima ORI, akan secara langsung diteruskan ke pihak yang berwenang, seperti divisi terkait di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Masih disampaikan Adrianus, praktik-praktik yang berkaitan dengan uang adalah masalah yang paling banyak ditemui Ombudsman terhadap pelaksanaan USBN tahun lalu.

Pada Jumat (17/3) lalu, Anggota ORI Bidang Penyelesaian, Ninik Rahayu, mengatakan pemantauan akan berlangsung secara serentak di 34 provinsi yang ada di Indonesia. Ninik berharap tindak perilaku maladministrasi dan pelanggaran dalam pelaksanaan ujian dapat ditekan jumlahnya.

“Kami berharap pelaksanaan ujian 2017 akan jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dan terhindar dari kesalahan serta penyimpangan yang merugikan siswa didik peserta ujian,” kata Ninik di kantornya.

“Pasalnya dengan pelaksanaan ujian yang seperti itu, tiap peserta didik bisa memperoleh hasil maksimal dan adil dalam pengukuran standarisasi pendidikan,” tambahnya.

Rangkaian ujian kelulusan siswa baru mulai memasuki kepadatannya pada awal April mendatang. Menurut rencana, Ujian Nasional (UN) atau UNBK bagi siswa SMK akan diselenggarakan pada 3-6 April 2017 mendatang. Sementara UN/UNBK untuk tingkat SMA akan digelar pada 10-13 April 2017.

Adapun UN/UNBK untuk tingkat SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) gelombang pertama akan digelar pada 2-4 dan 15 Mei 2017, sementara yang gelombang kedua diselenggarakan 8-10 dan 16 Mei 2017.

Baca juga artikel terkait USBN atau tulisan menarik lainnya Damianus Andreas
(tirto.id - dam/agu)

Keyword