Ombudsman Desak Polri Usut Tuntas Kasus Teror ke Pimpinan KPK

Oleh: Andrian Pratama Taher - 10 Januari 2019
Ombudsman meminta Polri segera mengusut hingga tuntas kasus teror terhadap dua pimpinan KPK.
tirto.id - Ombudsman Republik Indonesia mendesak kepolisian mengusut hingga tuntas kasus teror terhadap Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarief.

Komisioner Ombudsman RI Adrianus Meliala berharap kepolisian bisa menyelesaikan pengusutan kasus tersebut secara cepat.

“Ombudsman tentu tidak setuju kalau sampai polisi melakukan pembiaran atau menangani kasus ini secara tidak sungguh-sungguh,” kata Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala di Gedung Ombudsman, Jakarta pada Kamis (10/1/2019).

Adrianus juga mengingatkan proses hukum kasus ini di kepolisian harus memenuhi syarat materiil dan formil.

Sampai saat ini, kata dia, Ombudsman belum berencana terlibat langsung memantau pengusutan kasus ini karena menilai kepolisian sudah bertindak responsif.

“Kalau kemudian nanti ada penyerangan lain yang kemudian sudah dilaporkan namun kemudian ternyata tidak ada respons dari polisi maka tentu kami mungkin akan berpikir hal yang sama juga, kegiatan inisiatif,” kata Adrianus.

Adrianus juga tidak mempersoalkan wacana pembentukan satgas khusus untuk pengusutan kasus teror terhadap KPK. Akan tetapi, ia menilai pembentukan satgas itu harus mempertimbangkan efektivitasnya.

"Kami berpendapat, silahkan [ada satgas] tapi jangan lupa efektivitasnya, efisiensinya. Apakah akan semakin baik, apa kalau ramai-ramai makin efisien, belum tentu. Hati-hati dan kaji kembali," kata dia.

Teror di rumah dua pimpinan KPK terjadi pada Rabu kemarin. Rumah kediaman Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarief dilempari bom molotov. Sementara di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo ditemukan benda menyerupai bom. Polisi memastikan bom itu palsu.



Baca juga artikel terkait TEROR KPK atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Addi M Idhom