Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada 2019 defisit sebesar 3,2 miliar dolar AS.

Defisit tersebut turun dibandingkan perudode 2018 yang mencapai 8,6 miliar dolar AS.

Total ekspor pada periode Januari-Desember 2019 sebesar 167,53 miliar dolar AS dan impor 170,72 miliar dolar AS.

"Defisit pada 2019 ini lebih kecil bahkan hampir sepertiga dari defisit yang terjadi pada 2018 yaitu 8,6 miliar dolar AS," kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Rabu

Suhariyanto memaparkan Secara kumulatif, volume ekspor meningkat 7,64 persen dibanding periode Januari–Desember 2018 yang disumbang oleh peningkatan ekspor nonmigas 9,82 persen, sedangkan
migas turun 26,04 persen.

Ada pun Volume impor Januari–Desember 2019 mengalami penurunan 5,31 persen (9.117,3 ribu
ton) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini dipicu oleh turunnya volume
impor migas 16,80 persen (8.267,6 ribu ton) dan nonmigas 0,69 persen (849,7 ribu ton)

Adapun perdagangan Indonesia sepanjang 2019 mengalami surplus dengan beberapa negara, yaitu Amerika Serikat, India, dan Belanda. Sedangkan, perdagangan dengan beberapa negara mengalami defisit, yaitu dengan Australia, Thailand, dan China.