Nadiem Makarim Paling Banyak Dicari, Prabowo Terpopuler di Internet

Oleh: Irwan Syambudi - 29 Oktober 2019
Dibaca Normal 1 menit
Prabowo jadi menteri paling populer di media sosial, namun tak masuk daftar nama paling banyak dicari lewat Google.
tirto.id - Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada (UGM) memaparkan analisis popularitas media sosial dan tren mesin pencari di internet menjelang dan setelah pengumuman menteri kabinet Indonesia Maju.

Hasil analisis yang berfokus menggunakan platfor Twitter, Instagram, dan Google Trends menunjukkan mana Mendikbud Nadiem Makarim paling banyak dicari di internet. Sedangkan, Menhan Prabowo Subianto yang paling populer.

“Nadiem paling dicari. Padahal ia tidak memiliki akun medsos, namanya justru paling dicari di medsos,” kata Peneliti CfDS Fisipol UGM, Paska Darmawan, Selasa (29/10/2019).

Sementara nama menteri yang paling populer di media sosial adalah Menhan Prabowo Subianto yang sudah memiliki jumlah pengikut cukup banyak di akun medsos pribadinya.

Meski Prabowo sebagai menteri paling populer di media sosial, namun ia tak masuk daftar nama paling banyak dicari lewat Google.


Berdasarkan analisis lima menteri Kabinet Indonesia Maju dengan popularitas tertinggi di Twitter secara berurutan yang terpopuler yakni Menhan Prabowo Subianto, Menkopolhukam
Mahfud MD, Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif Wishnutama, kemudian disusul oleh
Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Sementara di platform Instagram ada dua menteri perempuan yang popular yakni Menkeu, Sri Mulyani dan Menlu, Retno Marsudi.

Dari total 34 menteri dalam kabinet Indonesia Maju masih didominasi oleh menteri laki-laki. Jumlah menteri perempuan hanya ada 5 orang. Jumlah ini menurun, jika dilihat dari kabinet sebelumnya.


“Terdapat penurunan jumlah perempuan yang sebelumnya 24 persen jadi 15 persen,” kata Vidiskiu, peneliti CfDS.

Untuk komposisi usia rata-rata menteri kabinet sekarang ini tidak berbeda jauh dengan komposisi kabinet periode pertama yakni berusia rerata 58 tahun. Usia 61-70 tahun masih dominan sedangkan usia milenial hanya satu orang.


Baca juga artikel terkait MEDIA SOSIAL atau tulisan menarik lainnya Irwan Syambudi
(tirto.id - Politik)

Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Zakki Amali
DarkLight