Menuju konten utama

MTI: Tiket Pesawat Mahal, Tol dan Pelabuhan Jadi Andalan Pemudik

Pemudik yang tak mampu mudik akibat mahalnya harga tiket pesawat terbantu oleh ketersediaan jalur mudik via darat dan laut.

MTI: Tiket Pesawat Mahal, Tol dan Pelabuhan Jadi Andalan Pemudik
Foto udara kendaraan pemudik tujuan Sumatera antre memasuki kapal Roro di Dermaga Eksekutif Sosoro Pelabuhan Merak, Banten, Minggu (2/6/2019). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.

tirto.id -

Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno menilai pemudik yang tak mampu mudik akibat mahalnya harga tiket pesawat terbantu oleh ketersediaan jalur mudik via darat dan laut.

Djoko mencontohkan kehadiran tol Trans Sumatera dapat membantu pemudik yang tak mampu membeli tiket pesawat dari Jawa ke Sumatera.

Hal yang sama juga berlaku bagi mudik dari Jakarta menuju Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Bali.

Waktu tempuh hingga ke Solo dan sekitarnya, kata Djoko, dua tahun lalu minimal 30 jam, tetapi kini sudah bisa 10 jam.

"Tol Trans Sumatera belum terhubung penuh, tetapi dari Bakauheni hingga Palembang sudah dapat membantu pemudik ke Palembang yang tidak mampu beli tiket pesawat dari Jakarta ke Palembang," ucap Djoko saat dihubungi reporter Tirto pada Rabu (5/6/2019).
Selain tol, Djoko juga menyoroti ketersediaan pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni. Menurut Djoko, kehadiran pelabuhan yang dilengkapi dengan dermaga eksekutif untuk kapal besar ini turut memengaruhi kelancaran proses mudik. Lama penyeberangan Selat Sunda untuk 15 mil pun dapat ditempuh 1 jam.
Namun, Djoko mengatakan sejauh ini perbaikan masih tetap diperlukan pada pelabuhan penyeberangan lainnya. Terutama yang berada di luar Pulau Jawa. Hal-hal seperti dermaga dan ruang tunggu, kata Djoko, perlu mendapat prioritas untuk menghadapi mudik tahun berikutnya. Bila perlu standarnya dapat mencontoh stasiun kereta api untuk keperluan ruang tunggu dan toilet penumpang.
Pasalnya, di tengah harga tiket pesawat yang belum cukup terjangkau bagi masyarakat maka penyeberangan laut akan terus diandalkan. Terutama mudik di luar rute Jawa-Sumatera dan sebaliknya.
"Meningkat harga tiket pesawat udara menyebabkan meningginya penggunaan kapal laut. Ada peningkatan cukup signifikan, info terakhir meningkat sekitar 40%. Peningkatan sebesar ini membuat kedodoran juga operator kapal laut," ucap Djoko.

Baca juga artikel terkait MUDIK LEBARAN 2019 atau tulisan lainnya dari Vincent Fabian Thomas

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Maya Saputri