MRT Kelar Maret 2019, Jokowi: Pertama Kali Naik, Tak Ada Bisingnya

Oleh: Hendra Friana - 6 November 2018
Dibaca Normal 1 menit
Presiden Jokowi berharap, proyek tersebut dapat selesai tepat waktu dan bisa beroperasi pada Maret 2019.
tirto.id -
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambangi stasiun MRT Bundaran HI untuk uji coba kereta rangkaian kereta MRT hingga Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Ini adalah kali pertamanya mantan gubernur DKI Jakarta itu mencoba proyek kereta yang ia resmikan pada 2013.

Kereta yang ia tumpangi meluncur dari terminal Bundaran HI sekitar pukul 09.15 WIB. Dalam uji coba itu, ia juga didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi serta Dirut MRT William Sabandar.

Kereta tersebut berjalan dengan kecepatan 60 km/jam dengan jarak tempuh 16 kilometer. "Suaranya dapat dikatakan tidak ada bisingnya. Tidak terdengar dan treatment sangat bagus sekali," ungkap Jokowi setelah tiba di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (6/11/2018).

Ia berharap, proyek tersebut dapat selesai tepat waktu dan bisa beroperasi pada Maret 2019. Saat ini, rangkaian kereta tersebut masih perlu melewati beberapa tahap uji coba.

"Proyek ini telah selesai 97 persen kurang hanya 3 persen kita harapkan nantinya di Maret 2019 sudah mulai operasional dengan uji coba terus," tuturnya.

Selain itu, ia juga meminta agar proyek tahap II MRT yang menyambungkan Lebak Bulus hingga Buaran bisa segera dimulai.

"Tahap kedua HI sampai ke Ancol sudah akan dimulai awal tahun depan plus paralel kita harapkan yang east west-nya," imbuhnya.

Sebelumnya pada awal Juni 2018, PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta menyatakan pembangunan sarana transportasi massal MRT di Ibu Kota saat ini telah 94,19 persen rampung.

"Pembangunan MRT Fase 1 (Lebak Bulus-Ragunan) saat ini progresnya secara keseluruhan sudah mencapai 94,19 persen," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar, seperti dikutip dari Antara.

Ia merinci progres pengerjaan jalur bawah tanah untuk sarana transportasi massal itu sudah 96,59 persen dan pengerjaan jalur layangnya 91,82 persen.

William mengatakan uji coba persinyalan dan penyaluran daya listrik jalur utama MRT akan dilakukan Juni sementara uji coba MRT rencananya dilakukan Agustus. Setelah selesai tahapan uji coba, selanjutnya adalah tahap sertifikasi oleh Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan yang rencananya akan dilakukan pada Desember 2018.






Baca juga artikel terkait PROYEK MRT atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Maya Saputri