Menuju konten utama

Mobil Tertemper KA Serelo di Prabumulih, 4 Tewas 1 Kritis

Mobil berisi satu keluarga tertemper KA Serelo di perlintasan tanpa palang pintu di Prabumulih. Empat orang tewas dan satu lainnya kritis.

Mobil Tertemper KA Serelo di Prabumulih, 4 Tewas 1 Kritis
Minibus bermuata satu keluarga tertemper KA yang sebabkan 4 orang meninggal dan 1 kritis di Prabumulih, Sumsel, Kamis (27/8/2026) sore. FOTO/Dokumen polisi
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Mobil berisi satu keluarga tertemper kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di Prabumulih, Sumatera Selatan. Empat orang tewas dan satu lainnya dalam kondisi kritis. Peristiwa itu bermula saat mobil Isuzu Panther bernomor polisi BG 1348 DF melintas di perlintasan kereta api di Jalan Pakjo-Sukajadi, Kecamatan Prabumulih Timur, Prabumulih, Kamis (27/8/2026) sore.

Pengemudi diduga tidak menyadari adanya KA Serelo relasi Lubuklinggau-Palembang yang melaju hingga kecelakaan tak terhindarkan. Kuatnya benturan membuat mobil terseret sejauh 20 meter. Kendaraan tersebut mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian depan dan sisi kiri.

Warga bersama polisi mengevakuasi seluruh penumpang. Empat di antaranya meninggal dunia di lokasi dengan luka parah, sedangkan satu penumpang lainnya dalam kondisi kritis.

Empat korban meninggal dunia yakni pengemudi bernama Sofyan (65), Martin (56), Septi Siti Pajriah (25), dan Riskiya Putri Nurfadilah (7). Sementara korban yang masih menjalani perawatan di RS AR Bunda Prabumulih adalah Aprilia Artalita (15). Kelima korban diketahui tinggal di Desa Segayam, Gelumbang, Muara Enim, Sumatera Selatan.

Kapolsek Prabumulih Timur Iptu Ulta Deanto mengungkapkan, pengemudi diduga tidak menyadari adanya kereta api yang akan melintas saat melewati perlintasan tanpa palang pintu tersebut. Pengemudi panik sehingga tidak sempat menghindarkan kendaraan dari kereta.

"Posisi kena sebelah kiri, pas di perlintasan, mobil terseret 20 meter dan kami dapati empat orang meninggal dan satu lagi luka parah," ungkap Ulta, Jumat (28/8/2026).

Ulta menyebut seluruh korban merupakan satu keluarga. Mereka sebelumnya pulang setelah membesuk kerabat di rumah sakit di Prabumulih dan hendak berkunjung ke rumah keluarga yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

"Keterangan yang kami peroleh semua korban terdiri dari satu keluarga, habis besuk kerabat di rumah sakit," kata Ulta.

Mobil tersebut telah dievakuasi untuk keperluan penyelidikan. Polisi memastikan penanganan kejadian dilakukan secara profesional dengan mengedepankan keselamatan masyarakat, kepastian informasi, dan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan kereta api sebidang. Pengguna jalan diminta berhenti terlebih dahulu dan memastikan situasi aman sebelum melintas, terutama di perlintasan yang tidak dilengkapi palang pintu.

Baca juga artikel terkait KECELAKAAN atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Reporter: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Alfitra Akbar