Menuju konten utama

Mercedes-Benz Tarik Sejuta Unit dari Pasaran karena Airbag

Penarikan produk Mercedes ini karena ada masalah dengan kantung udara keselamatan alias airbag.

Mercedes-Benz Tarik Sejuta Unit dari Pasaran karena Airbag
President & CEO PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia Roeloef Lamberts (kedua kiri) didampingi Departement Manager Product Management Yudi Lesmana (kiri), di Jakarta, Jumat (7/4). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay.

tirto.id - Produsen mobil Jerman Daimler yang menaungi jenama (merek) Mercedes-Benz akan menarik lebih dari satu juta unit mobil mereka dari pasaran. Penarikan produk ini karena masalah dengan kantung udara keselamatan alias airbag, kata seorang juru bicara perusahaan, Senin (16/10/2017).

Sekira 400.000 unit mobil Mercedes-Benz di Inggris dan ratusan unit lainnya di Jerman termasuk di antara kendaraan yang ditarik, kata juru bicara kantor berita DPA.

Seorang juru bicara Mercedes-Benz di Amerika Serikat mengatakan 495.000 mobil di sana juga akan ditarik.

Sumber masalahnya kerusakan kabel yang dapat memicu kantung udara keselamatan mengembang secara tiba-tiba. Penarikan produk akan dimulai dalam beberapa pekan ke depan saat suku cadang baru untuk memperbaiki kerusakan itu tersedia.

Penarikan mobil kali ini meliputi mobil-mobil Mercedes-Benz yang terjual pada kurun waktu November 2011 hingga Juli 2017.

Meski demikian juru bicara Mercedes-Benz memastikan penarikan kali ini tidak berhubungan dengan penarikan yang dilakukan oleh Honda terhadap lebih dari 245.000 unit mobil mereka di Cina karena kekhawatiran terhadap kantung udara keselamatan (airbag) yang dipasok produsen bermasalah asal Jepang, Takata, demikian AFP.

Pada Januari 2017, Takata membayar denda senilai $1 miliar karena menyembunyikan cacat produk yang menyebabkan 17 kematian. Takata mengaku bersalah. Perseroan juga membayar denda $125 juta kepada konsumen yang terluka oleh kantong udara dan juga $850 juta untuk pembuat mobil yang menggunakan airbag keluaran Takata.

Kondisi keuangan perusahaan makin kritis. Perdagangan saham Takata di Bursa Saham Tokyo juga telah dihentikan sejak akhir Juni lalu. Menghadapi kesulitan keuangan yang berdampak pada membengkaknya utang, Takata Corp di Jepang memutuskan mengajukan permohonan pailit pada Senin (26/6/2017).

Baca juga:Airbag Berbahaya yang Membawa Takata pada Kebangkrutan

Baca juga artikel terkait MERCEDES BENZ atau tulisan lainnya dari Maya Saputri

tirto.id - Bisnis
Reporter: Maya Saputri
Penulis: Maya Saputri
Editor: Maya Saputri