Menuju konten utama
Periksa Data

Menurut Survei, Lebih Baik RK atau Mahfud MD untuk Ganjar?

Nama RK dan Mahfud MD sebagai bacawapres mencuat usai pertemuan keduanya dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri beberapa waktu lalu.

Menurut Survei, Lebih Baik RK atau Mahfud MD untuk Ganjar?
Header Periksa Data Hitung-Hitung Untung Ganjar Jika Gandeng RK Atau Mahfud MD. tirto.id/Fuad

tirto.id - Perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 semakin dekat. Dari tiga bakal calon presiden (bacapres) yang telah mendeklarasikan diri untuk bertarung di Pilpres 2024, baru satu capres yang telah menentukan sosok bakal calon wakil presiden (bacawapres).

Anies Baswedan menjadi bacapres pertama yang menentukan sosok bacawapres, usai dirinya dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dideklarasikan menjadi bacapres dan bacawapres oleh Partai Nasdem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (2/9/2023).

Sementara itu, bacapres Prabowo Subianto, yang sejauh ini didukung oleh Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Gelora, masih mempertimbangkan sosok bacawapres yang akan mendampinginya bersama para pimpinan partai koalisi.

Terakhir, koalisi pendukung bacapres Ganjar Pranowo, yang terdiri PDI Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), serta Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), baru saja menggelar pertemuan pada Senin (4/9/2023) untuk membahas terkait kandidat bacawares potensial untuk mendampingi Ganjar.

Dikutip dari pemberitaan Tirto, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto pun membocorkan nama bacawapres Ganjar kini telah mengerucut menjadi lima kandidat yaitu Sandiaga Uno, Erick Thohir, Agus Harimurti Yudhoyono, Ridwan Kamil (RK) dan Mahfud MD. Dua nama terakhir belakangan tengah santer dikabarkan menjadi calon kuat kandidat pendamping Ganjar.

Ridwan Kamil misalnya, namanya menguat usai mantan Gubernur Jawa Barat tersebut melakukan pertemuan dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan tersebut, Hasto menyebut Megawati banyak mengeluarkan pujian bagi pria yang akrab disapa RK itu.

Menurut Hasto, RK dinilai dapat membangun kedekatan dengan Megawati karena berperan dalam membangun sejumlah monumen Sukarno di Jawa Barat (Jabar). Hal itu, yang menurutnya membuat Megawati semakin dekat dengan Ridwan Kamil.

Terpisah, dikutip dari pemberitaan Kompas, Politisi Partai Golkar Agung Laksono bahkan mengungkap bahwa Ridwan Kamil telah menemui Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk membahas kemungkinannya menjadi cawapres Ganjar.

Sebagai informasi, Ridwan Kamil sendiri saat ini berstatus sebagai kader Partai Golkar dengan jabatan sebagai Wakil Ketua Umum bidang Penggalangan Pemilih. Meski begitu, Agung menyebut Partai Golkar tak mungkin melarang RK menjadi cawapres Ganjar.

Dalam satu kesempatan, Ganjar sendiri mengaku memberikan perhatian khusus terhadap potensi perolehan suaranya di Provinsi Jawa Barat. Ia bahkan menyinggung kekalahan Presiden Jokowi dalam dua edisi pilpres di Jawa Barat dan mengaku akan melakukan pendekatan yang berbeda di provinsi tersebut.

Sementara Mahfud, nama Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan mencuat ke publik usai Ganjar mengunggah foto pertemuan dengannya pada Minggu (10/9/2023) ini. Dalam satu kesempatan, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut juga mengaku telah bertemu dengan Megawati.

Lantas, bagaimana peta elektoral terbaru Ganjar di Jawa Barat?

Ganjar Lemah di Jawa Barat

Survei terbaru Litbang Kompas, yang dilaksanakan pada periode 27 Juli-7 Agustus 2023 terhadap 1.364 responden, mengungkap Ganjar kembali menjadi bacapres dengan tingkat keterpilihan tertinggi sebesar 24,9 persen disusul Prabowo sebesar 24,6 persen dan Anies dengan 12,7 persen.

Meski begitu, dalam surveinya Litbang Kompas memberikan catatan bahwa meskipun Ganjar unggul namun selisih angkanya dengan Prabowo hanya 0,3 persen atau dibawah angka margin error sebesar +- 2,65 persen.

Kemudian dari segi wilayah, Litbang Kompas mencatat Ganjar masih menguasai wilayah Jawa Tengah dengan persentase paling tinggi, mencapai 62 persen. Ganjar juga unggul di Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Meski begitu, Ganjar tercatat kalah di Jawa Barat, Banten dan Provinsi DKI Jakarta.

Temuan senada diungkap Lembaga Survei Indonesia (LSI). Dalam survei yang dilakukan pada 3-9 Agustus 2023 terhadap 1.220 responden, yang dipilih secara acak dengan metode multistage random sampling ini, terlihat bahwa Ganjar unggul telak di wilayah Jateng-DIY dengan 64,3 persen, disusul Prabowo dengan 22,2 persen dan Anies 8,8 persen. Meski tipis, Ganjar juga unggul di Jatim dengan raihan 44,8 persen, unggul atas Prabowo 43,5 persen dan Anies 7,5 persen.

Sementara di Jawa Barat, Ganjar praktis menjadi bacapres dengan tingkat keterpilihan terendah dengan 25,2 persen, tertinggal jauh dibanding Prabowo dengan 39,2 persen dan Anies 29,6 persen.

Senada, temuan survei Charta Politika yang dilakukan pada 2-7 Mei 2023 kepada 1.220 responden juga merekam Ganjar menjadi bacapres dengan tingkat keterpilihan terendah di Jawa Barat dengan raihan 28 persen. Tertinggal dari Anies dengan raihan 31 persen dan Prabowo yang unggul telak dengan 38 persen.

Situasi ini tentu harus menjadi perhatian khusus bagi Ganjar mengingat Provinsi Jawa Barat merupakan lumbung suara pemilih terbesar di Indonesia dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) mencapai 35,7 juta orang.

Lalu, jika dipilihnya Ridwan Kamil dianggap dapat menjadi solusi elektabilitas Ganjar di Jawa Barat, bagaimana dengan peta elektoral RK di Jawa Barat?

Ridwan Kamil Kuat di Jawa Barat

Lemahnya suara pemilih Ganjar di Jawa Barat seolah menambah daya tawar Ridwan Kamil sebagai bacawapres. Dikutip dari laporan Detik, dalam satu kesempatan, mantan Gubernur Jawa Barat tersebut bahkan secara blak-blakan menyebut bahwa Ganjar membutuhkan suara Jabar. RK lantas mengungkap dirinya memiliki suara yang tinggi Jawa Barat.

"Karena saya sangat tinggi kalau di Jawa Barat. Saya tidak bermaksud bagaimana ya, tapi memang hasil surveinya, bahkan ini survei dari internasional ya, tidak pakai survei lokal. Saya paling tinggi di sini, dan Mas Ganjar agak sulit di Jawa Barat," kata Ridwan Kamil dikutip dari Detik (6/9/2024.

Tingkat keterpilihan Ridwan Kamil memang relatif tinggi di Jawa Barat. Dalam konteks Pilgub Jabar 2024, temuan survei Indonesian Politics Research and Consulting (IPRC) pada April 2023 menunjukkan bahwa elektabilitas RK sebagai kandidat calon gubernur mencapai 41,4 persen sampai 71,7 persen dalam berbagai simulasi.

Dalam simulasi nama terbuka misalnya, Ridwan Kamil meraih elektabilitas 51,3 persen. Unggul sangat telak atas pesaing terdekatnya Dedi Mulyadi dengan 21,2 persen dan Dede Yusuf dengan 3,8 persen.

Survei ini mengungkap tingginya elektabilitas Ridwan Kamil dipengaruhi oleh beberapa faktor. Satu yang paling penting adalah tingkat kepuasan warga yang tercatat sangat tinggi, sebesar 85,8 persen. Selain itu, ada pula persepsi warga terhadap kualitas personal, yang meliputi perhatian, dekat dengan rakyat, bukti nyata hasil kerja, kejujuran atau bersih dari korupsi, intelektual, serta merakyat atau sederhana.

Sementara, dlihat dari segi elektabilitas sebagai bacawapres, Ridwan Kamil sendiri juga terbilang lumayan moncer di berbagai survei, namanya selalu masuk jajaran teratas. Survei Litbang Kompas terbaru periode Agustus 2023 misalnya, menempatkan mantan Gubernur Jabar tersebut di posisi tertinggi dengan raihan 8,4 persen, unggul atas dua pesaing terdekatnya, Sandiaga Uno dan Erick Thohir.

Kemudian, dalam survei yang dilakukan Indikator Politik, periode 20-24 Juni 2023 terlihat nama RK menempel ketat Erick Thohir di posisi pertama. RK menjadi cawapres dengan elektabilitas tertinggi kedua dengan raihan 16,9 persen, hanya terpaut 1,6 persen dari (di bawah margin error +- 2,9 persen) dari Erick Thohir.

Senada, survei LSI yang dilakukan pada 1-8 Juli 2023 juga merekam nama Ridwan Kamil di posisi kedua daftar cawapres yang paling banyak dipilih responden dengan 13,5 persen. Sama seperti survei Indikator, RK hanya kalah dengan selisih 0,8 persen (angka dibawah margin error) dari Erick Thohir.

Lantas, apakah kehadiran Ridwan Kamil mampu mendongkrak suara Ganjar di Jawa Barat?

RK Perkuat Ganjar di Jawa Barat

Peneliti Utama Politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro menilai keberadaan Ridwan Kamil diyakini dapat menaikan elektabilitas Ganjar apabila keduanya dipasangkan untuk maju dalam Pilpres 2024.

Hal ini dapat dilihat berdasarkan dua aspek. Pertama, menurut Siti, keduanya memiliki kesamaan dari segi kepribadian yang relatif cair. Maka ketika keduanya dipasangkan sebagai bacapres dan bacawapres dinilai akan cocok di mata pemilih.

Hal ini misalnya terekam dalam survei yang dilakukan lembaga Polling Institute yang mencatat nama Ridwan Kamil sebagai calon wakil presiden yang dianggap paling pantas mendampingi Ganjar. RK menjadi yang paling banyak dipilih responden dengan raihan angka 31,7 persen. Disusul Sandiaga Uno di posisi kedua dengan 27,1 persen dan Andika Perkasa 9,2 persen.

Kedua, dari segi basis wilayah pendukung. Seperti yang diketahui, Ganjar selama ini memiliki basis pendukung yang kuat di Jawa Tengah dan Jawa Timur, namun lemah di Jawa Barat. Dalam hal ini, menurut Siti, kehadiran RK dianggap dapat mendongkrak suara Ganjar di Jabar.

Sementara itu, analis politik dari Aljabar Research and Strategic, Arifki Chaniago, mengatakan wajar jika koalisi pendukung Ganjar kini melirik Ridwan Kamil sebagai bacawapres. Menurut Arifki, saat ini semua bacapres sedang berusaha keras untuk mendapatkan suara di daerah yang mereka masih lemah.

“Sama halnya dengan alasan koalisi pendukung Anies yang memilih Cak Imin sebagai cawapres karena suara mereka lemah di Jateng dan Jatim. Diliriknya RK merupakan usaha dari Ganjar untuk masuk ke daerah yang bukan basisnya,” kata Arifki saat dihubungi Tirto (11/9/2023)

Di sisi lain, Arifki menjelaskan penting bagi Ganjar untuk meraih suara maksimal di Jabar. Bukan hanya soal basis pemilih yang besar, namun Jabar merupakan basis suara utama dari kedua rival Ganjar, yaitu Prabowo dan Anies.

Terkait apakah suara RK dapat secara otomatis mendongkrak suara Ganjar di Jabar, menurut Arifki dipilihnya RK sebagai cawapres memang tidak serta merta menjadi garansi bahwa Ganjar akan mendapatkan suara terbesar di Jabar. Namun, satu hal yang pasti, kehadiran RK akan menambah suara Ganjar sekaligus memecah suara Prabowo dan Anies di Jabar.

“Ganjar hanya membutuhkan perolehan suara yang lebih baik di Jabar. Di sisi lain, kehadiran RK selain akan menambah suara Ganjar, juga akan menyebabkan persebaran suara di Jabar semakin terpecah tidak hanya terpusat pada Prabowo dan Anies,” pungkas Arifki.

Lalu, bagaimana dengan peluang Mahfud MD dampingi Ganjar?

Mahfud Penuhi Kriteria PDIP

Terkait Mahfud MD, Arifki menilai bahwa peluang salah satu menteri di kabinet Jokowi ini untuk dampingi Ganjar juga sangat terbuka. Arifki mencermati, terdapat dua kriteria yang dipegang oleh PDIP dan Megawati selama ini dalam memilih cawapres. Pertama, mereka cenderung memilih tokoh yang senior dari segi usia. Kedua, mereka cenderung memilih tokoh yang dinilai tak memiliki ambisi.

Hal ini terlihat misalnya, dalam dipilihnya tokoh senior KH Hasyim Muzadi dalam Pilpres 2004, Jusuf Kalla di Pilpres 2014 dan KH Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

“Kalau dilihat dari dua kriteria itu, Mahfud MD jelas memenuhi. Ia sosok senior yang telah berpengalaman dan dinilai sudah tidak memiliki ambisi di Pilpres selanjutnya (2029)," kata Arifki (11/9/2023).

Menurut Arifki, Mahfud MD dengan segala latar belakang dan pengalamannya di dunia eksekutif, legislatif, dan yudikatif sekaligus sebagai tokoh senior NU, juga dapat memberikan ceruk suara baru bagi Ganjar.

Dalam konteks NU misalnya, meskipun suara Ganjar di kalangan pemilih NU masih relatif tinggi, namun penting bagi Ganjar untuk segera mengamankan suara NU, apalagi usai dipilihnya Cak Imin menjadi cawapres Anies.

“Selain itu Mahfud juga dapat mengambil ceruk suara kalangan aktivis, latar belakang dan pengalaman Mahfud sebagai pemerhati hukum juga dapat membantu Ganjar," lanjut Arifki.

Lalu, bagaimana dengan tren elektabilitas Mahfud MD terbaru?

Jika dibandingkan dengan Ridwan Kamil, nama Mahfud MD sendiri memang jarang masuk jajaran teratas bacawapres dengan raihan elektabilitas tertinggi.

Berdasarkan survei terbaru dari Polling Institute periode Agustus 2023, Menkopolhukam ini menempati urutan ke-4 atau berada di angka 8,8 persen. Elektabilitas Mahfud masih tertinggal dari Erick Thohir (15,1 persen), Ridwan Kamil (14,2 persen) dan AHY (9,8 persen) dalam simulasi 19 nama Cawapres.

Sedangkan menurut survei Litbang Kompas periode 27 Juli-7 Agustus 2023, nama Mahfud MD juga masuk dalam radar Cawapres dengan perolehan 3,7 persen. Ia menduduki urutan ke-7. Mereka yang berada di atas Mahfud MD adalah Ridwan Kamil (8,4 persen), Sandiaga Uno (8,2 persen), dan Erick Thohir (8,0 persen). Kemudian Anies Baswedan (5,7 persen), Ganjar Pranowo (5,4 persen), dan Agus Harimurti Yudhoyono (5,1 persen).

Meski secara elektabilitas nama Mahfud tak sementereng RK, namun peluang Mahfud untuk mendampingi Ganjar dinilai masih besar.

Dikutip dari pemberitaan Detik, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pun membenarkan bahwa Megawati mencari sosok cawapres yang diam-diam bekerja dalam sunyi dan tidak punya ambisi pribadi. Ia juga menyebut kandidat yang tak masuk radar lembaga survei masih mungkin untuk ditunjuk sebagai cawapres Ganjar.

“Ada aspirasi yang tidak terbaca di dalam survei-survei, tetapi sebenarnya merupakan sosok yang dibutuhkan oleh bangsa ini. Itu juga dimungkinkan," ujar Hasto (10/9/2023).

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Periksa Data, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait PERIKSA DATA atau tulisan lainnya dari Alfitra Akbar

tirto.id - Politik
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Farida Susanty