Menuju konten utama

Menteri ESDM Arifin Minta PLN Perbanyak SPKLU di Jalur Mudik

Arifin menuturkan, penggunaan mobil listrik untuk mudik akan mampu menghemat bahan bakar sekitar 60-70 persen.

Menteri ESDM Arifin Minta PLN Perbanyak SPKLU di Jalur Mudik
Warga mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Jakarta, Jumat (2/2/2024). PLN mencatat hingga saat ini infrastruktur pendukung kendaraan listrik di Jakarta yang terdiri dari SPKLU, Stasiun Pengisian Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) meningkat 17 persen dibandingkan 2022 dari 2.866 unit menjadi 3.347 unit yang tersebar di Jakarta. ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/YU

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, meminta PT PLN (Persero) meningkatkan jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Khususnya di sepanjang jalur utama yang menjadi destinasi utama pemudik.

"Infrastruktur harus ada dulu, supaya orang bisa nyaman kalau mau pergi jauh. PLN sudah mempunyai SPKLU yang cukup banyak, tapi kurang banyak dan mesti diperbanyak lagi. Sekarang ada sekitar 1.200 SPKLU, kalau bisa sampai 5.000 SPKLU," kata Arifin dikutip dari Antara, Jumat (5/4/2024).

Dia mengatakan penggunaan mobil listrik untuk mudik akan mampu menghemat bahan bakar sekitar 60-70 persen. Selain itu, jarak tempuh rata-rata mobil listrik mencapai 300-350 km, sehingga SPKLU perlu diperbanyak di rest area sepanjang jalan tol dengan memanfaatkan teknologi dengan pengisian daya yang cepat (fast charging).

Selain itu, Arifin juga meminta adanya kolaborasi antara BUMN yakni PLN dan PT Pertamina (Persero) dalam menyediakan SPKLU, sehingga bisa saling terintegrasi.

"Kalau bisa PLN dengan Pertamina sama-sama, harusnya terintegrasi supaya efisien. Jadi di rest area, orang bisa makan sambil beristirahat, serta mengisi daya mobil listriknya," ungkap Arifin.

Untuk diketahui, jumlah SPKLU tercatat sebanyak 1.124 titik, terdiri atas slow charging sebanyak 499 unit, medium charging 360 unit, fast charging 110 unit, dan ultra fast charging sebanyak 155 unit.

SPKLU tersebut tersebar di 819 lokasi, seperti di kantor unit induk, unit pelaksana dan jalur tol serta beberapa hotel yang siap untuk mendukung kendaraan listrik.

Sebelumnya, Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM MP, Dwi Nugroho, mengatakan rata-rata jarak antar-SPKLU sekitar 23 km, sementara jarak tempuh rata-rata kendaraan listrik mencapai 300-350 km, sehingga sangat aman untuk mudik.

Dia menuturkan, sebanyak 624 mesin di 438 lokasi dioperasikan menggunakan izin usaha penyediaan tenaga listrik (IUPTL) PLN, sedangkan sebanyak 500 mesin di 381 lokasi tidak menggunakan IUPTL-PLN (kemitraan geotagging).

Dia juga menyampaikan untuk ruas Tol Trans Sumatera-Jawa saat ini tersedia 64 unit EV charger di 38 titik SPKLU dan akan ditambah 100 unit SPKLU.

Baca juga artikel terkait MUDIK LEBARAN 2024

tirto.id - Flash news
Sumber: Antara
Editor: Intan Umbari Prihatin