STOP PRESS! Polisi Ungkap Sindikat Bisnis Ujaran Kebencian

Mengenang Pasangan Gila Bonnie dan Clyde

Mengenang Pasangan Gila Bonnie dan Clyde
Bonnie Parker dan Clyde Barrow. FOTO/fbi.gov
13 Agustus, 2017 dibaca normal 3 menit
Bonnie dan Clyde merupakan kelompok penjahat tersohor Amerika sekitar 1930an
tirto.id - Telepon di meja Frank A. Hamer berdering. Dari kejauhan, terdengar sinyal bahaya. Sang penelepon yang ternyata dari Departemen Pemasyarakatan Texas, meminta Hamer kembali ke pekerjaannya. Hamer terdiam sejenak memikirkan tawaran tersebut, yang diterimanya selepas mendengar nama “Bonnie dan Clyde”.

Penunjukan Hamer bukan tanpa sebab. Sebelum pensiun, Hamer terkenal garang meringkus penjahat-penjahat di Texas. Selama 20 tahun, ia jadi legenda hidup dengan rekam jejaknya menangkap (atau membunuh) total 53 penjahat dan melumpuhkan 17 orang.

Pemerintah negara bagian Texas dibuat tak berdaya oleh kelakuan Gang Barrow—pasangan kriminal legendaris Bonnie dan Clyde masuk di dalamnya. Lebih-lebih ketika Gang Barrow melakukan serangan brutal pada 1934 yang dikenal sebagai “Eastham Breakout” demi membebaskan rekan sepermainan mereka, Raymond Hamilton dan Henry Methvin.

Serangan itu membawa dampak buruk bagi pemberitaan tentang Texas, terutama Departemen Pemasyarakatan. Untuk memperbaiki citra sekaligus menggertak Gang Barrow, kepala penjara Lee Simmons berjanji memburu dan membunuh pihak-pihak yang turut membantu pelarian mereka.


Baca juga: 
Membunuh Presiden Amerika 


Persiapan mulai diatur. Hamer memimpin kesatuan tugas yang dibentuk untuk menangkap Gang Barrow. Perlahan, Tim Hamer melacak jejak mereka hingga muncul kesimpulan bahwa Clyde akan menyusuri tepian lima negara bagian di barat daya serta mengakali peraturan agar tak tertangkap oleh aparat. Di akhir perjalanan, mereka hanya mempunyai satu tempat untuk dituju; kunjungan ke keluarga Methvin di Lousiana.

Pada 23 Mei 1934, sekitar pukul 09.15 petang, kesatuan yang dipimpin Hamer mempersiapkan penangkapan. Menurut Hamer, malam itu adalah momentum yang tepat untuk menangkap Bonnie dan Clyde, yang sudah menemui jalan buntu dalam pelarian. Segala bentuk strategi sudah dapat dibaca oleh pihak berwenang. Maka, jika tak ada aral melintang sepak terjang mereka segera berakhir.

Seperti yang dituturkan James R. Knight dan Jonathan Davis dalam Bonnie and Clyde: A Twenty-First-Century-Update (2003), ketika mobil curian Bonny dan Clyde melesat dengan kecepatan tinggi,  para petugas sudah bersembunyi di semak-semak, menanti aba-aba untuk menembak. Saat jangkauan mobil sudah terlihat, aparat meminta mobil untuk berhenti dengan sosok ayah Methvin yang dijadikan ‘tahanan’ sekaligus pengalih perhatian.

Harapannya, dengan melihat ayah Methvin, Clyde akan menghentikan kendaraannya dan menyerah tanpa perlawanan. Namun ketika mobil melaju cepat ke jalur yang berdekatan dengan pagar betis, para aparat melepaskan tembakan dan seketika menewaskan Bonnie dan Clyde.

Para peneliti mengatakan Bonnie dan Clyde ditembak lebih dari 50 kali. Sementara dalam pernyataan resmi kepolisian, petugas otopsi Dr. J. L. Wade menyebutkan bahwa 17 peluru telah menerjang tubuh Clyde dan 26 ke tubuh Bonnie, termasuk beberapa tembakan yang bersarang di kepala. Beberapa senapan otomatis, semi-otomatis, pistol, ribuan butir amunisi, serta 15 pasang nomor kendaraan negara bagian juga ditemukan di mobil mereka. Pada tanggal 23 Mei 1934, perjalanan kejahatan Bonnie dan Clyde dipastikan berakhir.

Sehidup Semati di Jalan Kejahatan


Awal mulai pertemuan Bonnie dan Clyde terjadi pada bulan Januari 1930 di Texas. Dalam The True Story of Bonnie and Clyde (1968), dikisahkan bahwa saat itu Bonnie Parker berusia 19 tahun dan berstatus istri dari Roy Thronton; seorang yang dipenjara akibat kasus pembunuhan. Sedangkan Clyde Barrow, berusia 21 tahun dan belum menikah.

Banyak yang mengatakan bahwa benih-benih cinta di antara mereka berdua sudah timbul sejak pertama bertemu. Dalam Go Down Together: The True, Untold Story of Bonnie and Clyde (2009), Jeff Guinn menyatakan bahwa asumsi tersebut boleh jadi benar, karena tak lama berselang Clyde ditangkap aparat karena pencurian namun berhasil melarikan diri dengan bantuan pistol yang diselundupkan oleh Bonnie.

Meski demikian, Clyde kembali tertangkap pada 1932 dan masuk bui. Setelah bebas, Clyde memutuskan bergabung dengan Bonnie dan melanjutkan petualangan mereka.

Bonnie dan Clyde mulai merekrut tambahan anggota Gang Barrow. Beberapa di antaranya adalah Raymond Hamilton, Buck Barrow beserta istrinya Blanche, W. D. Jones, serta Henry Methvin. Kelompok ini memulai serangkaian perambokan yang kelak menjadi pemberitaan utama di seluruh negeri. Mereka selalu berhasil lolos dari penangkapan aparat yang membuat aksi kucing-kucingan semakin intens.

Pada 29 Juli 1933, Buck Barrow terluka parah akibat peluru aparat dan Blanche berhasil ditangkap di Iowa. Merasa mendapat angin, aparat memberanikan diri memasang jebakan untuk mengejar Bonnie dan Clyde di Dallas pada 22 November 1933. Namun sayangnya jebakan itu gagal. Bonnie dan Clyde berhasil meloloskan diri dari Oklahoma dengan mencuri mobil seorang pengacara.

Dalam rentang dua tahun, kelompok yang dipimpin Bonnie dan Clyde merampok sejumlah bank dan toko di lima negara bagian: Texas, Oklahoma, Missouri, New Mexico, sampai Louisiana. Mereka dikenal sebagai penjahat berdarah dingin yang tak segan membunuh siapa saja termasuk para pejabat tinggi kepolisian lokal.

Baca juga:

Mengenang Pasangan Gila Bonnie dan Clyde

Menurut laporan FBI, Bonnie dan Clyde diyakini telah melakukan 13 pembunuhan dan beberapa tindak perampokan. Clyde dicurigai telah membunuh dua petugas polisi di Missouri, seorang pria di Hillsboro, seorang sheriff di Stringtown, beberapa orang lagi di Abilene sampai Dallas, serta melakukan pencurian, perampokan, dan penculikan di Lufkin dan Wellington.

Salah satu penyebab mengapa kawanan Bonnie dan Clyde meroket adalah sosok Bonnie sebagai wanita yang dianggap mustahil melakukan tindak kejahatan. Selain itu, fakta bahwa mereka pernah berpose penuh gaya dalam foto-foto yang dirilis media juga berandil besar menambah popularitas keduanya. Hingga saat ini, reputasi Bonnie dan Clyde sebagai penjahat berbahaya senantiasa bercampur-baur dengan kesan romantis sebagai pasangan.

Tapi Bonnie dan Clyde berpisah dalam kematian. Keinginan mereka untuk dikuburkan berdampingan tidak mendapatkan persetujuan ibu Bonnie yang dikabarkan tidak merestui hubungan mereka. Akhirnya, Bonnie dimakamkan di Dallas sedangkan Clyde dikubur di samping saudaranya, Buck, di bawah batu nisan dengan tulisan tangan yang dipilihnya: "pergi tak terlupakan."

Baca juga artikel terkait SERI PERAMPOK atau tulisan menarik lainnya M Faisal Reza Irfan
(tirto.id - fri/win)

Keyword