Mengenal Arti & Perbedaan Warna Seragam Pramugari Garuda Indonesia

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 11 Desember 2019
Dibaca Normal 1 menit
Empat komposisi warna pada seragam pramugari dibuat berdasarkan estetika dan sesuai dengan skema yang mencerminkan perjalanan Garuda Indonesia dari jaman dulu, sekarang, dan yang akan datang.
tirto.id - Garuda Indonesia (GA) memiliki empat komposisi warna seragam pramugari yang berbeda dengan maknanya masing-masing.

Salah satu pramugari Garuda Indonesia, Septian Wilis saat dihubungi redaksi Tirto menjelaskan empat komposisi warna pada seragam pramugari dibuat berdasarkan estetika dan sesuai dengan skema yang mencerminkan perjalanan GA dari jaman dulu, sekarang, dan yang akan datang.

Berikut makna dari masing-masing warna seragam Garuda Indonesia tersebut.

1. Seragam warna biru

Seragam pramugari Garuda Indonesia dengan warna biru memancarkan keandalan, ketenangan, kepercayaan, kewenangan dalam artian kekuatan yang kompeten.

Seragam dengan warna biru ini dipakai oleh kepala penerbangan. Kepala penerbangan merupakan orang yang diandalkan dan memiliki otoritas serta tanggung jawab pada setiap masalah di dalam kabin.

2. Seragam warna ungu

Seragam pramugari Garuda Indonesia dengan warna ungu berarti mengekspresikan keanggunan, inspirasi dan kreativitas. Seragam dengan warna ungu ini digunakan oleh MDC (maitre d’cabine, koordinator area atau kabin dalam suatu penerbangan).

3. Seragam warna tosca

Seragam pramugari Garuda Indonesia dengan warna tosca berarti memberikan kesan segar (fresh-look), sophisticated atau canggih (dalam artian yang menggunakan seragam dengan warna ini berarti well educated dan terampil atau cekatan), tropical sense (memancarkan aura tropis).

4. Seragam warna oranye

Seragam pramugari Garuda Indonesia dengan warna oranye ini memiliki arti warm, friendly, dan energetic vibes atau berarti kehangatan (dalam perilaku), ramah, dan enerjik.

Seragam dengan warna tosca dan oranye ini digunakan oleh pramugari mulai dari junior hingga senior kecuali MDC dan kepala awal kabin.

Namun menurut Wilis, sebelum menjadi MDC dan kepala awak kabin seorang pramugari juga menggunakan pakaian dengan warna tosca dan oranye.

"Mau menggunakan seragam dengan warna apa saja (oranye atau toska) terserah sesukanya saja, akan tetapi jika kami menginap di suatu kota atau negara, maka keesokan harinya ketika kami akan kembali terbang, jika dalam area kami terlalu banyak menggunakan warna tertentu maka akan ada perubahan pemakaian warna seragam agar lebih beragam di dalam kabin," ujar Wilis.

Wilis mencontohkan misalnya di kelas ekonomi ada 5 orang yang bekerja, lalu sebelum melakukan penerbangan dan harus menginap ada 4 orang memakai seragam berwarna toska dan 1 orang memakai oranye maka ketika keesokannya kembali terbang harus ada 2 atau 3 orang yang memakai oranye.

Sebelumnya Garuda Indonesia ramai jadi perbincangan publik setelah kasus penyelundupan Harley dan sepeda Brompton yang mengakibatkan diberhentikannya mantan Dirut Garuda Indonesia Ari Askhara.


Baca juga artikel terkait GARUDA INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH
DarkLight