Mendulang Uang dari Ajang Rising Star

Ajang pencarian bakat Rising Star. FOTO/hollywoodreporter.com
Oleh: Alexander Haryanto - 8 Januari 2017
Dibaca Normal 2 menit
Pamor ajang pencari bakat di televisi belum berakhir, bahkan terus berkembang dengan ragam format termasuk dunia tarik suara. Program semacam ini salah satu sumber uang bagi televisi.
Rayhan Satria (13) tak menyangka suaranya bakal mendapat pujian dari banyak orang. Penampilannya di sebuah ajang pencari bakat, Rising Star Indonesia pada Senin (2/1/2017) banjir tepuk tangan dari penonton.

Dalam tayangan YouTube di akun Rising Star Indonesia, Rahyan yang saat itu membawakan lagu Tulus berjudul “Pamit” juga banyak mendapat pujian dari para juri.

“Cara kamu nyanyiin dan vokal kamu tuh bulat banget, mau empat kali yes tadi tuh. Aku dah jatuh hati dari pertama kali dengar suara kamu nyanyi waktu itu,” kata Rossa, penyayi yang didapuk sebagai juri Rising Star Indonesia.

Rayhan tidak sendiri, Trio Wijaya (22) asal Medan juga menunjukkan kebolehan yang cukup memukau. Berkat penjiwaannya yang baik, Trio yang saat itu membawakan lagu "All I Want" milik Kodaline berhasil membuat Rossa menangis dan para penonton pun terenyuh.

Juga yang tak kalah menarik, penampilan dari duo Agung & Mieke. Pasangan suami istri berusia 36 tahun ini membawakan lagu "Stereo Hearts" milik Gym Class Heroes Ft. Adam Levine.

“Kalau gua sih senang ya kalau di Rising Star ini ada yang mewakili rap. Tapi bukan karena mewakili, tapi karena kalian keren, saya bisa nikmati penampilan kalian malam ini," ucap Judika, juri yang merupakan jebolan Indonesian Idol ini.

Itulah gambaran singkat penampilan para kontestan di Live Audition Rising Star Indonesia. Sebelumnya audisi yang berlangsung pada September-Oktober 2016 itu digelar di lima kota di Indonesia, yaitu Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Jakarta dan Medan.

Program Rising Star Indonesia, bukan kali pertama menyapa pemirsa televisi. Acara yang diadopsi dari kompetisi menyanyi asal Israel berjudul Hakhohav Haba ini pertama kali tayang pada 28 Agustus 2014 di RCTI.

Berbeda dari ajang-ajang pencari bakat lain seperti Indonesian Idol, AFI, X-Factor, The Voice Indonesia yang menggunakan pakar musik atau selebriti sebagai dewan juri, Rising Star justru menggunakan pemirsa sebagai juri utama. Melalui aplikasi selular, pemirsa bisa memutuskan apakah kontestan tersebut layak atau tidaknya melanjutkan ke babak selanjutnya.

Ajang-ajang pencari bakat macam Rising Star tentunya tidak hanya instan dalam melejitkan karir seseorang. Lebih dari itu, aksi dari para kontestan ini juga dinilai mampu mengikat penonton sehingga mampu meningkatkan rating acara, hingga jadi daya tarik untuk pemasang iklan.



Mandi Uang dari Iklan


Menurut data yang dihimpun oleh Adstensity, program Rising Star Indonesia yang ditayangkan oleh RCTI mampu meraih pendapatan total kotor iklan sekitar Rp40,4 miliar dalam enam kali tayang di 701 spot iklan. Acara ini tayang pada pukul 21:00 hingga 23:45 WIB.

Penayangan yang berlangsung pada 12-27 Desember 2016 memiliki rata-rata keuntungan sekitar Rp6,736 miliar di 116 spot iklan. Sementara untuk 10 Top Brand yang beriklan di program Rising Star ada Gudang Garam, Dunhil, Djarum, Advan, Lucky Strike Mild, Isoplus, Emeron, Top White Coffe, Hemaviton, dan Sampoerna.

Berbeda lagi dengan acara pencari bakat seperti The Voice Indonesia, acara yang juga ditayangkan di RCTI pada 26 Februari-20 Juni 2016 setiap pukul 21:00 WIB, berdasarkan data Adstensity, program ini memperoleh total pendapatan kotor iklan sekitar Rp110,587 miliar di 1.874 spot iklan, dengan rata-rata pendapatan Rp6,911 miliar di 98 spot iklan. Sebanyak 10 Top Brand yang beriklan di The Voice Indonesia antara lain, Sampoerna, Advan, Djarum, Indomie, Pucuk Harum, Sido Muncul, Gudang Garam, Pond's, Wardah, dan Walls.

Sebagai perbandingan, untuk program ajang pencari bakat penyanyi dangdut tingkat Asia, D'Academy Asia 2 yang berlangsung pada 23 Oktober-19 Desember 2016 dan tayang di Indosiar pada pukul 18:00 WIB, berhasil meraup pendapatan Rp609,217 miliar di 12.212 spot iklan. Sementara untuk pendapatan rata-rata Rp11,281 miliar di 226 spot iklan.

Selain di Indonesia, ajang Rising Star juga berlangsung di Amerika Serikat dan mengudara di ABC pada tanggal 22 Juni 2014. Sayangnya, acara yang memenangkan Audrey Kate Geiger, Austin French dan Jesse Kinch ini tak mampu benar-benar mengangkat karir para juara sebagai "bintang".

Berbeda dengan jebolan American Idol. Pemenang American Idol pada musim pertama di 2002, Kelly Clarkson ini bahkan telah berhasil meraih double platinum untuk album “Thankful” (2003) dan Breakaway (2004). Album berjudul Breakway bahkan terjual lebih dari 20 juta kopi di seluruh dunia. Selain itu ia juga berhasil meraih 2 Grammy Award pada 2006 untuk Best Female Pop Vocal Performance dan Best Pop Vocal Album.

Hal ini juga terjadi di Indonesia. Para juara Rising Star Indonesia seperti Indah Nevertari dan Hanin Dhiya belum menunjukkan karir yang cemerlang. Berbeda dengan bintang-bintang Indonesian Idol seperti Judika, Citra Scholastika, Virzha, Regina yang sudah eksis.

Apakah ini masalah waktu saja? Tentu jawabannya tak ada yang bisa memastikan, tapi lagi-lagi yang sudah pasti adalah para televisi pembuat acara pencari bakat yang mendulang uang dari program kompetisi rising star.

Baca juga artikel terkait FESTIVAL MUSIK atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Musik)

Reporter: Alexander Haryanto
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Suhendra
DarkLight