Menuju konten utama

Membedah Karakter Pengguna Android dan iPhone (iOS)

Ponsel berbasis Android dan iOS pada iPhone tak bisa dipisahkan dengan karakter individu penggunanya.

Membedah Karakter Pengguna Android dan iPhone (iOS)
Salah satu pembeli pertama memamerkan iPhone 8 baru yang telah dibelinya di 5th Avenue Apple Store di New York City, Amerika Serikat, Jumat (22/9). ANTARA FOTO/REUTERS/Brendan McDermid

tirto.id - Tiara Meilya, seorang profesional di bidang manajemen pendidikan adalah pengguna setia ponsel pintar dengan sistem operasi Android. Ia sudah menggunakan ponsel pintar Android sejak kuliah, meski saat itu BlackBerry sedang menjadi raja di Indonesia. Kala popularitas BlackBerry memudar, dan tergantikan oleh iPhone, Tiara tetap mantap memilih Android.

Ia mengaku tak pernah memiliki iPhone yang sistem operasinya memakai iOS besutan Apple. Perangkat bikinan Apple ia punya hanya sebatas iPod. Sosok seperti Tiara punya alasan tersendiri bertahan dengan pandangannya sendiri bagaimana sebuah teknologi ponsel pintar menemani kehidupannya sehari-hari.

“Menurut aku dia (iPhone) eksklusif, jadi lebih ribet. Misalnya aku pindah data yang paling penting, aku enggak bisa pindah data sembarangan dari iPhone. Enggak bisa langsung colokin terus langsung terbaca di semua komputer, enggak bisa kayak gitu.”

Baca juga:

Apa yang menjadi anggapan Tiara soal teknologi lain yang tak digunakannya bisa jadi benar atau juga bisa salah. Namun, itu sudah tertanam pada diri seseorang. Selain itu, sosok Tiara sebagai pengguna Android, bisa saja diasosiasikan dengan orang yang tidak suka dengan sesuatu yang ribet dan sebagainya.

Anggapan semacam ini sering dikaitkan dengan istilah stereotip. Stereotip bisa muncul dalam dua hal, sebagai prasangka terhadap suatu perangkat dan prasangka terhadap para penggunanya. Parsudi Suparlan dalam bukunya berjudul “Hubungan Antar Sukubangsa” mengungkapkan bahwa stereotip merupakan suatu konsep tentang kebenaran subjektif. Stereotip muncul atas pengalaman berhubungan secara terbatas dengan pihak lain dan menjadikan standard diri sebagai acuan menilai pihak lain.

Namun, ada hal di luar soal stereotip yaitu soal karakter dari pengguna, ini bisa terbaca secara objektif dari survei atau studi tentang perilaku pengguna ponsel.

Infografik pengguna Iphone VS Android

YouGov, perusahaan riset pasar yang berbasis di Inggris, pernah melakukan studi pada 2014 untuk publik Inggris Raya. Hasilnya menunjukkan bahwa pengguna Android cenderung merupakan mereka para laki-laki berusia sangat muda, tinggal di wilayah-wilayah miskin di Inggris, berhaluan politik kiri, serta bekerja di sektor IT. YouGov juga memaparkan bahwa pengguna Android merupakan sosok yang cenderung membaca The New Scientist, menonton rata-rata 50 jam tayangan televisi per minggu, dan kemungkinan mereka memiliki mobil dari pabrikan Nissan.

YouGov juga memaparkan bahwa pengguna iPhone ialah mereka yang lebih memilih The Guardian sebagai sumber berita, menonton selama 1-5 jam tayangan televisi per hari, dan memiliki kecenderungan menggunakan BMW sebagai kendaraan pribadi.

Penelitian pada tahun yang sama dari Battery Ventures, mengungkap pengguna iPhone condong memilih wine daripada bir, dan menggunakan transportasi udara. Sedangkan pengguna Android lebih memilih meminum bir dan naik transportasi publik.

Studi terbaru yang dilakukan Heather Shaw dari University of Lincoln’s School of Psychology pada 2016 mencoba mengungkap hubungan antara ponsel berbasis Android dan iOS (iPhone) dengan anggapan karakter para individu para penggunanya.

Shaw membagi dua penelitian, pertama, ia meminta 240 peserta mengisi kuisioner tentang pandangan mereka soal karakter apa yang diasosiasikan pada masing-masing pengguna Android dan iPhone. Pada penelitian kedua, Shaw mencoba menguji anggapan itu terhadap 530 pengguna Android dan iPhone.

Hasilnya, pada penelitian pertama, Shaw menunjukkan bahwa pengguna Android dianggap memiliki tingkat kejujuran dan kerendahan hati lebih tinggi daripada pengguna iPhone. Sementara pengguna iPhone dianggap mereka orang-orang dengan kepribadianekstrover. Hasil penelitian kedua menunjukkan bahwa anggapan karakter rendah hati bagi pengguna Android dan ekstrover bagi pengguna iPhone, setelah diuji ternyata tidak sesuai dengan kenyataan.

Baca juga:Mengenal Ekstrover si Ceria dan Pencari Perhatian

Ini menunjukkan prasangka terhadap pengguna ponsel pintar tak otomatis sesuai dengan realita. Namun, tak bisa dipungkiri ada perbedaan karakter kepribadian pengguna ponsel pintar pada iPhone (iOS) dan Android.

Baca juga artikel terkait PONSEL atau tulisan lainnya dari Ahmad Zaenudin

tirto.id - Teknologi
Reporter: Ahmad Zaenudin
Penulis: Ahmad Zaenudin
Editor: Suhendra