Menuju konten utama

Mandiri Terbitkan Global Bond USD750 Juta, Susut dari Rencana Awal

Bank Mandiri menerbitkan global bond senilai 750 juta dolar AS baru-baru ini. Angka itu menyusut dari perencanaan semula yang senilai 1 miliar dolar AS.

Mandiri Terbitkan Global Bond USD750 Juta, Susut dari Rencana Awal
Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo didampingi Direktur IT dan Operation Rico Usthavia Frans, dan Direktur Risk Management Ahmad Siddik Badruddin menyampaikan laporan keuangan triwulan I/2018 PT Bank Mandiri Tbk di Jakarta, Selasa (24/4/2018). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

tirto.id - PT Bank Mandiri (persero) Tbk (BMRI) telah meluncurkan obligasi global atau global bond senilai 750 juta dolar AS.

Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan penerbitan obligasi berdenominasi dolar AS itu menciut dibandingkan rencana pada awal tahun yang sebesar 1 miliar dolar AS.

"Kami sudah rilis [global bond] 750 juta dolar AS, karena kebutuhannya baru senilai itu," ujar Kartika saat ditemui di Mandiri Club, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (9/4/2019).

Penerbitan global bond tersebut untuk memperbaiki struktur pendanaan valuta asing (valas) yang sempat mengalami pengetatan likuiditas pada akhir tahun lalu.

Pada akhir 2018, bank pelat merah itu sempat mengalami pengetatan likuiditas berdenominasi valas lantaran banyaknya dana jangka pendek yang keluar sejalan dengan capital outflow.

Hal itu tercermin dari loan to deposit ratio (LDR) sebesar 97,1 persen pada Desember 2018 atau naik dari 89,2 persen pada akhir Desember 2017. Posisi loan to funding ratio (LFR) juga naik dari 87,2 persen menjadi 95,5 persen.

Kartika menambahkan Bank Mandiri akan memulai settlement usai melakukan roadshow penawaran pada 2-3 April lalu. Dia optimistis settlement berjalan lancar lantaran US Treasury telah memberikan spread yang baik atas obligasi ini sebesar 168 bps.

Terkait penghimpunan dana nonkonvensional berdenominasi rupiah, pria yang akrab disapa Tiko itu memperkirakan bahwa kebutuhannya tak akan sebanyak tahun lalu.

Sebab, sepanjang 2018, kebutuhan pendanaan rupiah Bank Mandiri terpenuhi melalui penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi dengan nilai total Rp10 triliun.

Alasan lainnya, menurut dia, perkembangan likuiditas rupiah sampai Februari 2019 sudah mulai longgar.

"Jadi untuk kuartal II/2019 nanti kami akan lihat dulu kebutuhannya. Kalau likuiditas rupiah sudah longgar ya sudah tidak perlu," ujar dia.

Baca juga artikel terkait BANK MANDIRI atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Bisnis
Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Addi M Idhom