Menuju konten utama

Lupakan Pencapaian Masa Lalu, Denmark Fokus di Piala Dunia 2018

Pencapaian terbaik Denmark di Piala Dunia terjadi pada 1998.

Lupakan Pencapaian Masa Lalu, Denmark Fokus di Piala Dunia 2018
Pelatih Timnas Denmark Aage Hareide dari Norwegia berbicara dengan pemain Simon Kjaer, dan William Kvist saat sesi latihan. AP/Mads Claus Rasmussen

tirto.id - Pertandingan perdana melawan Peru pada Sabtu (16/06/2018) di Mordovia Arena akan menjadi awal yang menentukan langkah Denmark. Dengan ikut ambil bagian di gelaran Piala Dunia 2018 Rusia kali ini, otomatis menambah jumlah kesertaan Denmark pada Piala Dunia bertambah menjadi lima kali. Sebelumnya, Denmark berhasil berpartisipasi pada 1986, 1998, 2002 dan terakhir 2010.

Prestasi Tim Dinamit di kancah internasional yang paling diingat yakni kala mereka menjuarai Piala Eropa 1992. Padahal, saat itu, tim yang dilatih oleh Moller Nielsen sama sekali tak diunggulkan. Bahkan, Denmark mengikuti Piala Eropa 1992 sebagai pengganti Yugoslavia yang mengundurkan diri karena perang saudara.

Lain di Piala Eropa, lain pula di Piala Dunia. Nyaris tak ada yang bisa dibanggakan selama Denmark mengikuti turnamen antar negara paling bergengsi di dunia ini. Pencapaian terbaiknya ‘hanya’ lolos ke perempat final Piala Dunia 1998 di Perancis.

Pada 5 pertandingan terakhirnya sebelum menuju Rusia, Denmark mendapatkan hasil yang bisa dibilang tak cukup memuaskan. Rinciannya yakni 2 kali menang, 2 kali seri, dan menderita satu kali kekalahan.

Kemenangan Denmark dihasilkan saat melawan Meksiko dan Panama, masing-masing dengan skor 2-0 dan 1-0, sedangkan hasil seri didapat kala mereka berjumpa Chile dan Swedia dengan skor yang sama 0-0. Satu kekalahan diderita saat berhadapan dengan Yordania, skor akhir 2-3.

Pada Piala Dunia 2018 kali ini, Denmark tergabung di Grup C bersama Perancis, Australia, dan Peru. Pertandingan pertama melawan Peru akan menjadi pembuktian sejauh mana mereka bisa bermain sebagai tim.

Meski menampik bahwa Denmark tak terpaku kepada satu pemain saja, tapi pelatih Denmark, Age Hareide mengakui bahwa dirinya memang membutuhkan sosok Christian Eriksen sebagai pemain kunci.

"Tidak benar Denmark terlalu bergantung pada Eriksen. Kami memiliki tim yang bekerja untuknya, tetapi dia juga bekerja untuk kami. Ini bukan pertunjukan satu orang saja.

"Ini kombinasi terbaik. Christian bagian dari tim, tetapi dia juga seorang bintang, pemain sepakbola yang fantastis. Dia bisa mengamati ruang lebih cepat daripada orang lain, itulah nilai kuncinya untuk tim," kata pelatih Denmark Age Hareide.

Baca juga artikel terkait PIALA DUNIA 2018 atau tulisan lainnya dari Hendi Abdurahman

tirto.id - Olahraga
Penulis: Hendi Abdurahman
Editor: Hendi Abdurahman