Menuju konten utama

Longsor di Yogyakarta Tewaskan Tiga Orang

Bencana longsor di pinggiran Sungai Winongo, Kota Yogyakarta menewaskan tiga korban jiwa.

Longsor di Yogyakarta Tewaskan Tiga Orang
(Ilustrasi) Longsor menimbun bagian belakang asrama Sekolah Tinggi Teologia (STT) Sangkakala di Sumogawe, Getasan, Kabupaten Semarang, Selasa (14/11/2017). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra.

tirto.id - Bencana longsor di pinggir Sungai Winongo, Kampung Jlagran RT 01 RW 001, Pringgokusuman, Kota Yogyakarta mengakibatkan sejumlah korban jiwa. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Krido Suprayitno menyatakan ada tiga korban tewas karena longsor itu.

“Longsor terjadi karena hujan (deras),” kata Krido saat dihubungi Tirto pada Selasa (28/11/2017).

Tim gabungan yang terdiri TNI-Polri, Badan SAR Nasional (Basarnas), BPBD DIY telah berusaha melakukan evakuasi terhadap tiga korban yang tertimbun longsor itu sejak Selasa sore hingga malam.

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY Wahyu Pristiwan mengatakan satu dari tiga korban tewas yang tertimbun longsor itu masih dicari hingga Selasa malam..

"Karena longsoran dari atas yg menumpuk terdiri dari tanah dan bebatuan yang menyulitkan kami. Namun, kami perkirakan tidak jauh dari lokasi ditemukannya dua korban lainnya," kata dia seperti dikutip Antara.

Dua dari tiga korban tewas akibat longsor, yang merusak satu rumah, itu telah dibawa ke RS Sardjito. Keduanya ialah seorang nenek dan cucunya yang masih berusia balita.

Longsor juga dilaporkan terjadi di talud Sungai Code yang berada di kawasan Juminahan, kota Yogyakarta. Beruntung tidak ada korban jiwa di insiden tersebut.

Banjir dan Longsor Menyebar di Daerah Istimewa Yogyakarta

Berdasar data BPBD DIY hingga Pukul 17.00 WIB hari ini, terdapat 114 titik rawan longsor dan banjir. Selain itu, 68 titik lokasi kerusakan akibat angin kencang yang dominan ada di bantul.

Manajer Pusdalops BPBD DIY, Danang Syamsu Rizal mencatat, hingga Selasa sore hari ini, cuaca ekstrem akibat badai siklon tropis Cempaka memicu bencana banjir, longsor dan angin kencang secara merata di DIY.

Untuk kejadian banjir terpantau ada di 29 titik yang menyebar di tiga kabupaten, yakni Gunungkidul, Kulon Progo dan Bantul. Sebagian besar titik banjir ada di Gunungkidul.

Misalnya, di kompleks gedung SMK Pelayaran, Saptosari, Gunungkidul hari ini terendam air sampai lebih dari 1 meter. Sementara ini, BPBD DIY memperkirakan ada 513 KK di Gunung Kidul yang terdampak banjir.

Sementara bencana longsor muncul di 44 titik. Sekitar 20 titik ada di Bantul, 10 titik di Kulon Progo, 6 titik di Gunungkidul, 3 titik di Sleman, dan 4 titik di Kota Yogyakarta. Di Kulonprogo longsor melukai tiga santri salah satu pesantren di kawasan itu.

Angin kencang juga menyebabkan pohon besar bertumbangan di 68 titik di DIY. Tercatat dua titik pohon tumbang ada di Kota Yogyakarta, 32 lokasi di Bantul, 12 titik di Kulonprogo, 8 titik di Gunungkidul 8 titik, dan 12 titik di Kabupaten Sleman. Sementara, BPBD DIY baru mencatat ada 1 pengendara motor terluka akibat tertimpa pohon tumbang ini.

Baca juga artikel terkait BANJIR GUNUNGKIDUL atau tulisan lainnya dari Addi M Idhom

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Addi M Idhom
Penulis: Addi M Idhom
Editor: Addi M Idhom