tirto.id - Lirik lagu "Ya Lal Wathon" atau "Yalal Wathon" banyak dicari mendekati peringatan Hari Santri Nasional yang tahun ini bertepatan dengan Rabu, 22 Oktober 2025. Lagu karya KH Abdul Wahab Chasbullah, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), ini dikenal sebagai lagu perjuangan santri yang memadukan semangat kebangsaan dan keimanan.
Judul lagu"Ya Lal Wathon" berasal dari bahasa Arab yang berarti “Wahai Tanah Air”. Lagu ini diciptakan oleh KH Abdul Wahab Chasbullah sebelum Indonesia merdeka. Lagu ini menggambarkan bahwa cinta kepada tanah air merupakan bagian dari iman kepada Allah. Tak heran jika lagu ini disebut sebagai mars perjuangan santri dan menjadi lagu kebanggaan NU.
Lirik "Ya Lal Wathon" yang saat ini berkembang luas di lingkungan pesantren, madrasah, dan organisasi NU, merupakan lirik yang diriwayatkan oleh KH. Maimoen Zubair pada saat masih belajar di Pesantren Tambakberas. Lagu ini kerap dinyanyikan dalam berbagai acara resmi seperti Peringatan Hari Santri Nasional, Muktamar NU, juga upacara bendera di sekolah-sekolah Islam.
Lirik Lagu "Ya Lal Wathon" Arab, Latin, dan Terjemahan Indonesia
Berikut lirik lengkap lagu "Ya Lal Wathon" dalam 3 versi, yaitu tulisan Arab, transliterasi dalam bentuk tulisan latin, disertai terjemahan bahasa Indonesia.
ياَ لَلْوَطَنْ ياَ لَلْوَطَنْ ياَ لَلْوَطَنْ
حُبُّ الْوَطَنْ مِنَ اْلإِيمَانْ
وَلاَ تَكُنْ مِنَ الْحِرْماَنْ
اِنْهَضوُا أَهْلَ الْوَطَنْ
Ya lal wathon, ya lal wathon, ya lal wathon
Hubbul wathon minal iman
Wala takun minal hirman
Inhadlu ahlal wathon
Pusaka hati, wahai tanah airku
Cintamu dalam imanku
Jangan halangkan nasibmu
Bangkitlah hai bangsaku
اِندُونيْسِياَ بِلاَدى
أَنْتَ عُنْواَنُ الْفَخَاماَ
كُلُّ مَنْ يَأْتِيْكَ يَوْماَ
طَامِحاً يَلْقَ حِماَمًا
كُلُّ مَنْ يَأْتِيْكَ يَوْماَ
طَامِحاً يَلْقَ حِماَمًا
Indonesia biladi
Anta ‘unwanul fakhama
Kullu may ya’tika yauma
Thomihan yalqo himama
Kullu may ya’tika yauma
Thomihan yalqo himama
Indonesia negeriku
Engkau panji martabatku
Siapa datang mengancammu
Kan binasa di bawah durimu
Makna Lagu "Ya Lal Wathon"
Pesan utama lagu Ya Lal Wathon terletak pada kalimat “Hubbul Wathon Minal Iman”, yang berarti Cinta tanah air sebagian dari iman. Dalam lagu ini, ditegaskan bahwa cinta tanah air atau patriotisme tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Sebaliknya, cinta tanah air menjadi bagian dari pengamalan iman.
Lagu ini mengajarkan bahwa membela negara dan menjaga persatuan merupakan bentuk ibadah sosial. Baris Wa la takun minal hirman atau "Jangan halangkan nasibmu" atau "janganlah kamu menjadi sebagian orang yang pasrah terhalang", diikuti dengan baris “bangkitlah hai bangsaku” mengajak umat Islam untuk aktif memperjuangkan kemerdekaan, bukan sekadar pasrah.
Ini selaras dengan Firman Allah dalam Surah Az-Zumar ayat 53 "Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah" dan Surah Ar-Ra'd ayat 11 " ... Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."
Sementara itu, baris “siapa datang mengancammu, kan binasa di bawah durimu” menggambarkan semangat jihad mempertahankan kedaulatan tanah air dari penjajahan. Jika dikaitkan dengan kondisi saat ini saat Indonesia sudah merdeka dan apa yang mesti dilakukan para santri dalam mengisi kemerdekaan, "Ya Lal Wathon" adalah ajakan menjaga persatuan nasional dan keadilan sosial.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id

































