tirto.id - Wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung dan sekitarnya, menjadi salah satu tujuan mudik terbesar pada Lebaran 2025 dengan potensi pergerakan mencapai 22,1 juta orang (15,1%). Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah menyiapkan berbagai strategi guna mengantisipasi lonjakan pemudik, termasuk rekayasa lalu lintas dan program mudik gratis.
Selain itu, pemudik yang melintasi atau menuju Bandung dapat memantau arus mudik secara real-time melalui layanan streaming CCTV yang disediakan di berbagai titik strategis. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan lebih baik dan menghindari titik-titik kepadatan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memastikan perjalanan mudik dan arus balik berjalan aman, nyaman, dan lancar. Dengan prediksi puncak arus mudik pada 28 Maret 2025 dan puncak arus balik pada 6 April 2025, pemudik diharapkan memanfaatkan informasi dari berbagai sumber, termasuk Pusat Informasi Transportasi yang beroperasi 24 jam.
Informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas, prediksi kepadatan, serta alternatif rute perjalanan dapat diakses melalui situs resmi Kementerian Perhubungan atau layanan streaming CCTV yang telah disediakan.
Jalur Mudik Rawan Macet di Bandung
Selama periode mudik Lebaran, sejumlah jalur di Bandung dan sekitarnya diprediksi mengalami kepadatan. Salah satu jalur rawan macet adalah Bandung-Cianjur, yang pada Lebaran kedua tahun ini mengalami antrean kendaraan hingga lima kilometer akibat meningkatnya volume pemudik dan warga yang berkunjung ke sanak saudara.
Kemacetan diperparah dengan keberadaan pasar tumpah di sepanjang jalur tersebut, seperti Pasar Ciranjang dan Pasar Rajamandala, serta banyaknya kendaraan yang terparkir di bahu jalan, yang mempersempit ruang gerak kendaraan. Selain itu, jalur selatan, khususnya kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, juga menjadi titik krusial yang sering mengalami kepadatan.
Polresta Bandung telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas satu arah (one way) untuk mengurai kemacetan jika lonjakan kendaraan terjadi. Kebijakan ini akan diterapkan secara situasional, tergantung pada kepadatan kendaraan dari arah Jakarta menuju Garut.
Jika lalu lintas padat, kendaraan dari arah berlawanan akan ditahan sementara guna mempercepat arus kendaraan yang menuju timur. Di dalam Kota Bandung, Dinas Perhubungan telah mengidentifikasi 38 titik rawan kemacetan di berbagai ruas jalan utama. Beberapa lokasi yang berpotensi mengalami kepadatan adalah Jalan Ir. H. Djuanda (Dago), Simpang Lima Asia Afrika, Bundaran Cibiru, serta jalur wisata menuju Lembang.
Selain itu, jalur menuju tempat wisata populer seperti Kebun Binatang Bandung, Trans Studio Bandung, dan Masjid Raya Al Jabbar juga diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan selama libur Lebaran.
Untuk mengatasi hal ini, pihak kepolisian dan dinas terkait akan melakukan berbagai upaya, termasuk pengaturan lalu lintas serta pembatasan aktivitas pasar tumpah pada H-2 hingga H+2 Lebaran.Untuk memastikan arus lalu lintas tetap terkendali, Polrestabes Bandung telah membangun 32 pos pengamanan yang tersebar di berbagai titik strategis.
Operasi Ketupat Lodaya juga akan digelar selama 14 hari guna mengamankan jalur mudik, termasuk mengantisipasi kemacetan di titik-titik rawan seperti jalur Dr. Djunjunan, Jalan Pasirkaliki, dan Jalan Soekarno-Hatta. Dengan berbagai langkah antisipatif ini, diharapkan arus mudik di wilayah Bandung dapat berjalan lebih lancar meskipun lonjakan jumlah pemudik diprediksi tetap tinggi.
Link Streaming CCTV Pantauan Arus Mudik Bandung 2025
Bagi pemudik yang melintasi wilayah Bandung dan sekitarnya, tersedia layanan pemantauan arus mudik secara real-time melalui link ini: streaming CCTV.
Masyarakat dapat memantau kondisi lalu lintas di berbagai titik rawan kemacetan, seperti jalur Nagreg, Cileunyi, Pasteur, hingga jalur wisata menuju Lembang. Dengan adanya layanan ini, pemudik dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik, menghindari kemacetan, serta memilih jalur alternatif yang lebih lancar.
Penulis: Astam Mulyana
Editor: Dipna Videlia Putsanra