Menuju konten utama
Kasus Korupsi e-KTP

Laporkan Firman Wijaya, SBY: Ini Perang Saya!

“Ini perang saya! Ini perang untuk keadilan, yang penting bantu saya dengan doa. Doakan saya," kata SBY

Laporkan Firman Wijaya, SBY: Ini Perang Saya!
SBY datangi Bareskrim (06/02/2018). tirto.id/ Felix Natanhiel

tirto.id - Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mengaku sedang menghadapi konspirasi besar terkait pencatutan namanya dalam sidang kasus dugaan korupsi e-KTP. Nama SBY sempat disebut oleh Mirwan Amir sebagai orang yang ingin proyek e-KTP dilanjutkan meskipun program ini bermasalah.

“Kalau yang saya hadapi itu sebuah konspirasi besar. Jika konspirasi ini punya kekuatan. Apakah bagian dari kekuasaan atau money power. Paling tidak sejarah mencatat ada seorang warga negara mencari keadilan dan kalah,” kata SBY saat jumpa pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Selasa (6/2/2018).

“Ini perang saya! Ini perang untuk keadilan, yang penting bantu saya dengan doa. Doakan saya," kata SBY.

Dalam upaya mencari keadilan itu, Ketua Umum Partai Demokrat itu melaporkan pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya ke Bareskrim Mabes Polri terkait pemaparannya usai mendengar kesaksian dari mantan Wakil Ketua Banggar DPR, Mirwan Amir dalam pembuatan proyek e-KTP.

Dalam persidangan Novanto, Mirwan yang hadir sebagai saksi menyebut bahwa dirinya telah meminta SBY yang saat itu menjabat sebagai Presiden untuk menghentikan proyek tersebut, tetapi SBY menolak.

“Saya akan mengadukan secara resmi. Secara hukum, yang saya nilai merusak dan mencemarkan nama baik saya. Yang dampaknya sangat luas dan bisa saudara-saudara saya percaya atas apa yang difitnahkan dan dituduhkan itu,” ungkap SBY.

SBY mengaku tidak menyangka perbuatannya akan dibalas sedemikian rupa. Pasalnya, saat Setya Novanto di-bully karena kasus e-KTP, ia justru melarang kader dan teman-temannya untuk melakukan hal itu karena tidak baik.

“Bicara novanto. Waktu dia di-bully, ingat? Saya larang teman-teman saudara jangan ikut-ikut melakukan bully tidak baik. Tetapi nampaknya air susu dibalas air tuba. Saya dengar pada kader ingin mengantar saya ke polisi. Ingin mendampingi saya. Saya katakan: tidak perlu,” kata SBY.

Baca juga artikel terkait KORUPSI E-KTP atau tulisan lainnya dari Alexander Haryanto

tirto.id - Hukum
Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Alexander Haryanto