Menuju konten utama

Kunjungan ke SPPG Harus Kantongi Izin dari Badan Gizi Nasional

Prosedur tersebut harus dilakukan agar kunjungan ke SPPG dapat berjalan dengan tertib dan tidak mengganggu kegiatan menyiapkan MBG.

Kunjungan ke SPPG Harus Kantongi Izin dari Badan Gizi Nasional
Petugas menyiapkan paket makanan bergizi gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kamalaputi Sumba Timur 2, Kota Waingapu, NTT, Jumat (18/7/2025). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan pihak manapun melaporkan diri saat hendak mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal ini diwajibkan usai banyak pihak mengunjungi SPPG tanpa sepengetahuan BGN.

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menyatakan pihak yang kerap mendatangi SPPG adalah pemerintah pusat, pemerintah daerah, wartawan, akademisi, hingga masyarakat sipil.

"Kami banyak menerima laporan dari daerah terkait rencana kunjungan SPPG yang ingin dilakukan oleh pihak luar. Perihal ini, kami minta agar pihak tersebut bersurat secara resmi kepada kami dan mencantumkan latar belakang, tujuan kunjungan, serta lokasi, dan jadwal kunjungan," sebutnya dalam keterangan yang diterima, Rabu (10/9/2025).

Hida menegaskan prosedur tersebut harus dilakukan agar kunjungan ke SPPG dapat berjalan dengan tertib dan tidak mengganggu kegiatan di dalamnya.

Menurut dia, prosedur itu merupakan standar pelayanan yang diberikan BGN kepada seluruh pemangku kepentingan. Tidak hanya kepada pihak eksternal, tetapi juga kepada internal BGN dalam menjaga keamanan pangan, keamanan dan keselamatan SPPG serta penerima manfaat.

Hida menyatakan, BGN mengapresiasi perhatian dari masyarakat dan seluruh sektor terhadap program MBG. Namun, BGN berharap agar prosedur dalam proses pelaksanaan MBG dapat dipahami oleh semua kalangan, termasuk keterbatasan akses dalam mengunjungi SPPG.

Kata dia, BGN berupaya memastikan seluruh proses pengadaan MBG berjalan dengan lancar dan aman hingga dikonsumsi oleh seluruh penerima manfaat.

"Tentu kami terbuka, namun tetap selektif dalam menerima kunjungan. Hal ini dikarenakan proses di dalam SPPG tidak boleh terganggu oleh aktivitas dari luar," sebutnya.

"Selain itu, kami juga menghindari kunjungan yang dilakukan secara mendadak karena dapat mengganggu kinerja relawan dapur dalam proses penyiapan MBG, memengaruhi faktor higienis dan keamanan pangan, serta kurangnya kesiapan pihak SPPG dalam penerimaan tamu akibat kesibukan pekerjaan di SPPG," lanjut Hida.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto