KSP: Jokowi Minta Cara Tangani Kelompok Bersenjata Papua Patuh HAM

Oleh: Andrian Pratama Taher - 28 April 2021
Dibaca Normal 1 menit
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan Presiden Jokowi menaruh atensi dalam penegakan HAM saat menangani kelompok bersenjata di Papua.
tirto.id - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, Presiden Jokowi menaruh atensi dalam penegakan hak asasi manusia (HAM) dalam penanganan kelompok bersenjata di Papua. Jokowi pun meminta penindakan kepada kelompok bersenjata dilakukan secara terukur.

"Kemarin ada sidang kabinet paripurna, ya, Presiden sudah pesan kepada Kapolri dan Panglima TNI untuk wanti-wanti terhadap persoalan HAM. Namun, persoalan KKB harus ditangani secara terukur, secara proporsional dengan pendekatan-pendekatan hukum," kata Moeldoko saat menggelar konferensi pers Festival HAM 2021 secara daring di Gedung Bina Graha Jakarta, Rabu (28/4/2021).

Presiden Jokowi menggelar sidang kabinet paripurna secara tertutup, Selasa (27/2/2021). Moeldoko mengklaim Sidang Kabinet Paripurna memuat beragam masukan penanganan kelompok bersenjata Papua juga sudah disampaikan TNI, Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), hingga Bupati Puncak, kepada Moeldoko.

Moeldoko mengatakan, aksi kelompok bersenjata di Papua sudah berubah. Mereka mulai membunuh guru, membakar sekolah, hingga mengintimidasi masyarakat sehingga warga terpaksa mengungsi.

Selain itu, berdasarkan keterangan salah satu bupati sudah mulai membunuh sesama warga Papua. Menurut Moeldoko, situasi tersebut sudah mengarah pada aksi terorisme.

"Nah, ini bisa kategori kegiatan terorisme. Kegiatan-kegiatannya sudah menjurus pada kegiatan terorisme karena memunculkan rasa tidak aman, berikutnya rasa takut yang terbangun berlebihan bagi masyarakat karena pembunuhan," kata Moeldoko.

Moeldoko mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk menindak kelompok bersenjata secara seimbang antara ketegasan dengan penegakan HAM. Sebab, masyarakat sudah mulai takut akibat kelompok bersenjata.

Selain itu, pemerintah akan mulai mengedepankan dialog dalam penyelesaian masalah Papua. Ia mengklaim sering berdialog dengan akademisi, tokoh masyarakat hingga tokoh agama untuk mencari solusi konflik Papua.

"Kita lanjutkan persoalan dialog ini agar menginginkan penyelesaian yang sangat tepat, penyelesaian yang pas tidak mengorbankan banyak pihak," kata Moeldoko.

Permasalahan Papua memang memanas beberapa hari terakhir. Terkini, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Papua Brigjen TNI Putu IGP Danny NK menjadi korban kontak bersenjata di Kampung Dambet, Beoga, Puncak, Papua, Minggu (25/4/2021) sore waktu setempat

Polisi, yang tergabung dalam Satgas Namengkawi merespons dengan menyerang markas kelompok bersenjata di Olenski, Kabupaten Puncak, Papua, Senin dan Selasa (26-27/4/2021), sebagaimana diberitakan Antara. Lima orang anggota KKB dan seorang polisi meninggal dalam penyerbuan tersebut.

Namun, kabar tersebut dibantah oleh pihak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (atau KKB dari istilah polisi). Mereka menyebut kalau tidak ada anggota mereka meninggal dalam penyerangan tersebut.

"PNPB sampaikan kepada publik secara nasional dan internasional bahwa klaim TNI/Polri Menembak 5 anggota itu tidak benar, dan itu merupakan pembohongan publik," kata Juru Bicara TPNPB Sebby Sembom dalam keterangan, Rabu.


Baca juga artikel terkait KONFLIK PAPUA atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Politik)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Maya Saputri
DarkLight