Menuju konten utama

Kronologi Bentrok PWI LS dan FPI di Pemalang: 15 Korban Luka

Korban luka yang terdiri dari 9 anggota PWI-LS, 2 orang kelompok FPI, dan 4 anggota Polri.

Kronologi Bentrok PWI LS dan FPI di Pemalang: 15 Korban Luka
Ilustrasi bentrok. foto/Istockphoto

tirto.id - Kepolisian menjelaskan kronologi bentrokan antara kubu Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS) dengan kubu Front Persatuan Islam (FPI) saat acara ceramah Rizieq Shihab di Pemalang, Jawa Tengah.

Kapolres Pemalang, AKBP Eko Sunaryo, menuturkan peristiwa yang menimbulkan korban luka itu berlangsung di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Pemalang, pada Rabu (22/7/2015).

Acara keagamaan bertajuk Tabigh Akbar yang dihadiri petinggi FPI ini digelar sejak Rabu pukul 15.00 WIB hingga Kamis dini hari pukul 03.45 WIB.

Eko bilang, sebagai bentuk antisipatif, telah digelar Rapat Koordinasi Cipta Kondisi yang turut dihadiri perwakilan ormas FPI dan PWI-LS. Rapat tersebut digelar pada hari yang sama sebelum pengajian dimulai.

Pertemuan itu menyepakati komitmen bahwa kegiatan tetap berjalan dengan aman, tidak melanggar aturan, tidak mengerahkan massa dalam jumlah besar, isi ceramah tidak provokatif, serta semua pihak menjaga persatuan.

Saat pengajian berlangsung, 675 personel gabungan dari Polri, TNI, dan unsur terkait dikerahkan untuk melakukan pengamanan.

Namun, di tengah acara, pada Rabu pukul 23.00 hingga 23.30 WIB, bentrokan tak bisa dibendung. Kelompok PWI-LS dan FPI saling serang di lokasi yang berjarak sekitar 50 meter dari panggung utama.

Bentrokan mengakibatkan sejumlah korban luka, termasuk dari pihak PWI-LS, FPI, serta aparat yang sedang melaksanakan pengamanan.

Berdasarkan data yang dihimpun kepolisian, total ada 15 korban luka.

Rinciannya, anggota PWI-LS yang terluka ada sembilan orang, mereka dirawat di RS Siaga Medika dan RS Islam Pemalang. Sementara dari kelompok FPI terdapat dua orang yang mengalami luka di bagian kepala.

Tercatat pula, empat anggota Polri mengalami luka. Sebanyak dua personel dirujuk ke RS Siaga Medika dan dua lainnya mendapat perawatan dari Dokkes Polres Pemalang.

Kapolres Pemalang menyampaikan, sekalipun ada insiden bentrokan, pengajian tetap berlangsung dengan lancar sampai Kamis pukul 01.00 WIB dengan pengamanan yang dilakukan aparat.

Ia juga mengklaim telah melakukan langkah cepat pengamanan dan evakuasi korban.

"Kami berupaya maksimal mengamankan jalannya kegiatan sejak awal hingga selesai, dan setelah kejadian tersebut, kami langsung lakukan evakuasi," ujar Eko, pada Kamis (24/7/2025).

Dia mengatakan, situasi di Desa Pegundan kini telah berangsur normal dan terkendali. Aparat kepolisian masih siaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi gangguan lanjutan serta memberikan jaminan rasa aman bagi warga.

Sebagai langkah pencegahan terhadap potensi konflik lanjutan, Kapolres Pemalang mengimbau kepada para pimpinan dari kedua kelompok, yakni PWI-LS dan FPI, untuk bersama sama mengendalikan anggotanya.

"Kami minta agar para pimpinan kelompok baik PWI LS serta FPI, memberikan instruksi yang menenangkan kepada anggotanya. Jangan ada lagi bentrokan, jangan sampai ada korban susulan," ucapnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto menyampaikan himbauan kepada masyarakat agar menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran penting dalam memperkuat persatuan dan menghindari kekerasan dalam bentuk apa pun.

Saat ini, polisi juga tengah melakukan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang melakukan provokasi atau pihak yang melakukan tindakan kekerasan.

Baca juga artikel terkait BENTROK ORMAS atau tulisan lainnya dari Baihaqi Annizar

tirto.id - Flash News
Kontributor: Baihaqi Annizar
Penulis: Baihaqi Annizar
Editor: Siti Fatimah