Kontroversial Jadi Kepala BNN, Buwas: Saya Lebih Gila Dari Duterte

Oleh: Husein Abdulsalam - 5 Maret 2018
Dibaca Normal 1 menit
Saat menjadi Kepala BNN, Budi Waseso atau Buwas dinilai kontroversial karena memerintahkan untuk menembak mati para pengedar narkotika.
tirto.id - Komjen Pol Budi Waseso (Buwas) secara resmi menyerahkan pangkat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) kepada Irjen Pol Heru Winarko, Senin (5/3/2018). Setelah pensiun, Buwas mengklaim dirinya hanya seorang purnawirawan biasa.

"Hari ini saya sudah lega menyerahkan tanggung jawab saya selaku kepala BNN. Hari ini saya purnawirawan. Kedudukan saya hari ini secara de facto dan de jure adalah orang biasa atau purnawirawan biasa," ujar Budi saat konferenai pers Kenal Pamit Kepala BNN di Gedung BNN, Jakarta Timur.

Saat menjadi Kepala BNN, Buwas dinilai kontroversial karena memerintahkan untuk menembak mati para pengedar narkotika. Karena itu, kebijakan Buwas kerap disandingkan dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang mengarahkan aparatnya untuk menembak mati para penyebar narkotika. Buwas juga pernah menggagas agar lapas dijaga buaya, sekalipun itu bukan ranahnya BNN.

"Penanganan tindak pidana luar biasa tidak bisa biasa saja. Pengendalian narkoba itu dilakukan dari dalam lapas. Narkotika kejahatan luar biasa dan uangnya luar biasa. Kalau yang jaga buaya, saya membuat konsep itu tidak main main. Itu bukan kewenangan saya tapi cara saya membantu membuat inovasi," ujar Buwas.

"Saya lebih gila dari Duterte. Tapi saya tidak punya kewenangan untuk itu," tambah laki-laki yang menjabat kepala BNN sejak September 2015 itu.

Presiden Jokowi melantik Heru Winarko sebagai Kepala BNN pada 1 Maret 2018. Sebelumnya, Heru merupakan Deputi Penindakan KPK. Menurut Budi, pengalaman Heru di KPK bisa diterapkan dan meningkatkan kualitas anggota BNN.

"Keberhasilan BNN dalam tindak pidana pencucian uang (TPPU) akan disinergikan dengan KPK. KPK juga berpengalaman dengan tindak pidana pencucian uang," ujar Buwas.

Soal perputaran uang dalam jaringan peredaran narkotika sempat disinggung Presiden Jokowi usai melantik Heru sebagai Kepala BNN. Menurutnya Heru dipilih karena memiliki integritas.

"Yang paling penting dari sisi integritasnya. Karena peredaran narkoba, duitnya gede sekali, omzetnya gede sekali, gampang menggoda orang untuk berbuat tidak baik," sebut Jokowi.

Ditanya soal hal yang akan dilakukan sebagai kepala BNN, Heru menjelaskan akan melanjutkan dan memperbaiki kebijakan Buwas.

"Terutama dalam pemberantasan, sesuai saran presiden Jokowi agar kami bisa menekan masuknya narkoba dari luar negeri," ujar Heru dalam konferensi pers Kenal Pamit Kepala BNN hari ini.

Heru tidak menjelaskan secara detail soal penerapan kebijakan hukuman mati atau tembak di tempat bagi para pengedar narkotika.

"Sebagai kepala BNN. Langkah saya sudah jelas, sesuai aturan, kalau mereka lakukan perlawanan," ujar Heru.




Baca juga artikel terkait KEPALA BNN atau tulisan menarik lainnya Husein Abdulsalam
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Husein Abdulsalam
Penulis: Husein Abdulsalam
Editor: Yuliana Ratnasari
DarkLight