Menuju konten utama

Kontroversi Cak Nun Sebut Jokowi Firaun dan Berita Terbaru

Profil Emha Ainun Nadjib yang sebut Jokowi Firaun dan berita terbarunya.

Kontroversi Cak Nun Sebut Jokowi Firaun dan Berita Terbaru
Budayawan Emha Ainun Najib atau biasa dikenal dengan nama Cak Nun (tengah) berdialog dengan penonton saat kegiatan bertajuk Gempita Kemerdekaan di Kediri, Jawa Timur, Senin (15/8/2022). ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/wsj.

tirto.id - Video Cak Nun yang menyebut Presiden RI Joko Widodo viral di media sosial. Pria bernama lengkap Emha Ainun Nadjib ini mengatakan dia kesambet saat mengucapkan hal itu. Video viral itu merupakan ceramah Cak Nun di acara Mocopat Syafaat dan Tawashshulan di Tamantirto, Kasihan, Bantul, DIY.

Potongan video ceramah Cak Nun itu menyebut Jokowi sebagai Firaun dan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Haman. Cak Nun juga menilai seluruh sistem dan instrumen politik di Indonesia sudah dipegang oleh Firaun, Haman dan Qorun.

"Hasil pemilu mencerminkan tingkat kedewasaan dan tidak rakyatnya. Betul tidak? Bahkan juga algoritma pemilu 2024. Kan, enggak mungkin menang, wis sa ono sing menang saiki, karena Indonesia dikuasai oleh Firaun yang namanya Jokowi, oleh Qorun yang namanya Anthony Salim dan 10 naga. Terus Haman yang namanya Luhut," kata Cak Nun dalam potongan video tersebut.

Cak Nun Mengaku Kesambet

Setelah video itu viral, Cak Nun mengunggah video lain berjudul 'Mbah Nun Kesambet' yang diunggah di channel YouTube, CakNun.com, Selasa (17/1/2023) malam. Ia mengatakan, baru saja disidang oleh keluarga karena mengatakan Jokowi Firaun.

"Saya itu barusan disidang sama keluarga, dihajar pokoke disalah-salahke, digoblok-goblokke, disesat-sesatke. Kenapa digoblok-goblokke, karena saya mengucapkan yang seharusnya tidak saya ucapkan," kata Cak Nun.

Di depan keluarganya dan forum Maiyah, Cak Nun selalu mengajarkan agar memikirkan konsekuensi dari sebuah ucapan. Apa yang keluar secara lisan semestinya disertai kebijaksanaan dari penuturnya.

"Saya dianggap tidak bijaksana. Kan saya mengajarkan jangan ngomong 'siapa'. Tapi 'apa', kan gitu. Itu saya sendiri melanggar," tutur Cak Nun.

Cak Nun kemudian meminta maaf atas ucapannya tersebut. Cak Nun sendiri mengaku dirinya 'kesambet' ketika perkataan itu keluar dari mulutnya. Namun, suami Novia Kolopaking ini menekankan, tindakannya ini merupakan bagian dari hidup seorang manusia.

Profil Cak Nun

Muhammad Ainun Nadjib atau Emha Ainun Nadjib atau lahir di Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953. Ia adalah seorang tokoh intelektual Muslim Indonesia.

Cak Nun sering menyampaikan gagasan, pemikiran, dan kritik-kritiknya dalam berbagai bentuk: puisi, esai, cerpen, film, drama, lagu, musik, talkshow televisi, siaran radio, seminar, ceramah, dan tayangan video.

Ragam dan cakupan tema pemikiran, ilmu, dan kegiatan Cak Nun sangat luas, seperti dalam bidang sastra, teater, tafsir, tasawwuf, musik, filsafat, pendidikan, kesehatan, Islam, dan lain-lain.

Selain penulis, ia juga dikenal sebagai seniman, budayawan, penyair, cendekiawan, ilmuwan, sastrawan, aktivis-pekerja sosial, pemikir, dan kyai. Banyak orang mengatakan Cak Nun adalah manusia multi-dimensi.

Cak Nun merupakan anak keempat dari 15 bersaudara. Ia lahir dari pasangan Muhammad Abdul Latief dan Chalimah. Ayahnya adalah petani dan tokoh agama (kyai) yang sangat dihormati masyarakat Desa Menturo, Sumobito, Jombang.

Pendidikan formal Cak Nun dimulai dari Sekolah Dasar di desanya. Kemudian oleh ayahnya, ia dikirim ke Pondok Modern Darussalam Gontor. Pada masa tahun ketiganya di Gontor, Cak Nun sempat menggugat kebijakan pihak keamanan Pondok yang dianggapnya tidak berlaku adil.

Ia pun memimpin “demonstrasi” bersama santri-santri lain sebagai bentuk protes. Namun protes itu berujung pada dikeluarkannya Cak Nun dari Pondok.

Kemudian ia pindah ke Yogyakarta melanjutkan sekolah di SMP Muhammadiyah 4 dan selanjutnya tamat SMA Muhammadiyah 1 bersama dengan teman karibnya, Busyro Muqoddas. Usai SMA, Cak Nun diterima di Fakultas Ekonomi UGM.

Istrinya, Novia Kolopaking, dikenal sebagai seniman film, panggung, serta penyanyi. Bersama Novia, ia dikaruniai empat anak, yaitu Ainayya Al-Fatihah (meninggal di dalam kandungan), Aqiela Fadia Haya, Jembar Tahta Aunillah, dan Anayallah Rampak Mayesha. Sabrang Mowo Damar Panuluh adalah salah satu putranya yang kini tergabung dalam grup band Letto.

Baca juga artikel terkait AKTUAL DAN TREN atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Yantina Debora