Menuju konten utama

Koalisi Perubahan Ogah Ajak Investor Danai Kampanye Anies

Koalisi Perubahan memilih mengandalkan iuran ketimbang gandeng investor untuk mendanai kampanye Anies Baswedan pada Pilpres 2024.

Koalisi Perubahan Ogah Ajak Investor Danai Kampanye Anies
Sejumlah relawan Laskar Angkatan Muda Anies Baswedan (Laskar AMAN) saat mengikuti deklarasi di Kawasan Tebet, Jakarta, Minggu (4/12/2022). ANTARA FOTO/Reno Esnir/YU

tirto.id - Ketua DPP Partai Nasdem Effendy Choirie mengklarifikasi mengenai isu logistik yang saat ini melanda Koalisi Perubahan yang mendukung Anies Baswedan menjadi calon presiden.

Effendy mengatakan soal logistik dalam mendukung Anies Baswedan akan diselesaikan dengan cara iuran baik individu atau partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Perubahan yaitu Nasdem, PKS dan Demokrat.

"Yang penting pertama modal niat, koalisi sudah cukup, gagasan pemikiran sudah ada untuk perubahan. Kemudian modal logistik yang mana kita akan urunan bareng-bareng," kata Effendy saat dihubungi pada Rabu (8/2/2023).

Pihaknya tidak ingin mengandalkan investor sebagai tulang punggung kampanye dukungan kepada Anies Baswedan. Menurutnya hal itu keluar dari koridor perjuangan di Koalisi Perubahan.

"Kita jangan andalkan investor. Itu namanya tidak berjuang," jelasnya.

Effendy membeberkan sejumlah safari politik Anies Baswedan bersama Nasdem yang menurutnya dari hasil iuran para relawan.

"Dari kita masing-masing berkorban. Selama ini yang namanya relawan siapa yang memberikan modal? Tidak ada. Karena Anies ke daerah-daerah mengandalkan urunan," ujarnya.

Di sisi lain, Effendy juga membantah bahwa pencalonan Anies diikat dengan pakta perjanjian seperti yang terjadi dengan Prabowo Subianto. Dirinya menerangkan bahwa proses pencalonan Anies tidak dilakukan secara pragmatis seakan menunggu pemodal dan investor.

"Sesungguhnya itu adalah cara yang salah dan era yang salah," ungkapnya.

Sebelumnya, Anies diisukan sempat memiliki utang piutang dengan Sandiaga Uno hingga Rp50 miliar. Pihak Anies belum mengonfirmasi hal itu, namun Sandiaga membenarkan dan mengaku sudah mengikhlaskan nominal pembiayaan Pilkada DKI Jakarta di 2017 tersebut.

Baca juga artikel terkait KOALISI PERUBAHAN atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Politik
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto