Klaster COVID-19

Klaster Sekolah di Jakarta, Disdik DKI Malah Tambah 890 Sekolah PTM

Oleh: Riyan Setiawan - 23 September 2021
Dibaca Normal 1 menit
Meski ada 6 kasus COVID-19 yang masuk klaster sekolah, Disdik DKI bakal menambah 890 sekolah untuk PTM terbatas.
tirto.id - Dinas Pendidikan (Disdik) berencana bakal menambah sebanyak 890 sekolah lagi untuk diizinkan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada 27 September 2021 nanti.

Saat ini terdapat 610 sekolah yang menggelar PTM terbatas, jika ditambah 890, artinya akan ada 1.500 sekolah yang melakukan belajar tatap muka.

Kebijakan tersebut tetap diberlakukan meskipun Disdik DKI telah menemukan sebanyak 6 orang yang terpapar virus Corona dari enam sekolah yang berbeda. Selain itu Kemendikbud juga mengaku menemukan sebanyak 25 klaster COVID-19 Sekolah di Jakarta.

Sejumlah satu pendidikan yang terpapar COVID-19 yaitu SDN 03 Klender sebanyak 1 siswa; SD di kawasan Kemang sebanyak 1 siswa; SDN Pondok Rangon 02 sebanyak 1 siswa; SMP PGRI 20 sebanyak 1 guru; SMAN 25 sebanyak 1 guru; dan SMAN 20 sebanyak 1 siswa.

"Insyaallah tanggal 27 September sudah ada penambahan 890 sekolah lagi jadi digenapkan ada 1.500 sekolah bergabung dengan sebelumnya 610 sekolah," kata Humas Disdik DKI, Taga Radja kepada wartawan, Kamis (23/9/2021).

Taga menjelaskan sejumlah sekolah tersebut akan dibuka setelah Kepala Disdik DKI, Nahdiana membuat Surat Keputusan (SK). "Jadi itu tinggal menunggu SK Kepala Dinas [Pendidikan]," ucapnya.

Taga mengatakan sejumlah sekolah tersebut juga telah ditentukan oleh Disdik DKI. Namun dia mengaku belum mendapatkan data sekolah mana saja yang telah dibuka.

"Artinya sudah ditentukan berdasarkan dengan asesmen satu dan dua, lalu ada validasi dan verifikasi pengawas, dan pelatihan sudah ada sekolah-sekolahnya. Mungkin kalau ada SK-nya kepala dinas, akan sampaikan ke teman-teman," tuturnya.


Baca juga artikel terkait KLASTER SEKOLAH atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Pendidikan)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Maya Saputri
DarkLight