KKN di Desa Penari Akan Dibuat Buku dan Terbit September

Penulis: Dipna Videlia Putsanra , tirto.id - 3 Sep 2019 16:28 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Kisah KKN di Desa Penari akan dibuat buku dan diterbirkan Bukune pada September tahun ini.
tirto.id - Cerita misteri berjudul KKN di Desa Penari akan dibuat novel dan diterbitkan Bukune. Hal ini diketahui dari unggahan Penerbit Bukune di akun Twitter @Bukune.

Dalam unggahan tersebut, Bukune menampilkan foto yang kemungkinan akan menjadi sampul novel KKN di Desa Penari dengan tulisan "Sebuah Novel oleh SIMPLEMAN 'SEGERA'".

"Biar pada tidur nyenyak. Segera di bulan September ini!Cc: @SimpleM81378523 #kkndidesapenari."


Berdasarkan pantauan Tirto, pengumuman dari Bukune itu telah mendapat respons berupa 144 kali retweets dan 259 likes hingga Selasa (3/9/2019) pukul 16.15 WIB.

Akun @SimpleM81378523 sebagai pengunggah cerita KKN di Desa Penari juga mengungkap soal naskah yang ditulisnya telah sampai di Bukune.

"Wah sudah sampai juga naskah saya di Bukune," tulis SimpleMan di Twitter, menanggapi cuitan Penerbit Bukune yang mengunggah foto naskah KKN di Desa Penari.


Kisah horor KKN di Desa Penari ini pertama kali diunggah SimpleMan pada 24 Juni 2019 pukul 18.19 WIB. Kisah ini mendapat atensi tinggi dari publik. Hingga Selasa (3/9/2019) pukul 16.20 WIB, cuitan SimpleMan sudah mendapat 32.600 retweets dan 79.100 likes.

Cerita KKN di Desa Penari ini dikisahkan terjadi pada pertengahan tahun 2009 di Kota B, satu nama kota di Jawa Timur yang disamarkan.

KKN di Desa Penari mengisahkan petualangan horor 6 orang yang namanya disamarkan sebagai Bima, Anton, Ayu, Widya, Nur, dan Wahyu di kota B yang penuh misteri. Mereka bertemu dengan Badarawuhi, jin yang konon merupakan penari di daerah tersebut.

Viralnya cerita KKN di Desa Penari ini setidaknya menunjukkan, warganet memang punya kecenderungan menyukai cerita mistis atau horor.

Allegra Ringo di The Atlantic menulis, kesukaan orang terhadap hiburan horor muncul karena proses kimiawi dan biologi dalam otak manusia, salah satunya adalah peningkatan dopamin, satu hormon yang juga menyebabkan hiperaktivitas dan euforia.

Membaca atau menonton cerita horor ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan. Davis DiSalvo menulis di Forbes, penelitian menyebutkan, mencari, menonton, atau membaca sesuatu yang menakutkan dapat memberikan penyeimbang pada tekanan hidup. Ini juga menjadi cara yang efektif untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan ketahanan diri.

Ketika seseorang membaca atau menonton sesuatu yang menyeramkan, hal itu akan memicu respons fight-or-flight atau pertarungan dan pelarian, terutama di lingkungan tempat tinggal. Teori ini mirip dengan pemikiran di balik terapi yang digunakan untuk mengobati fobia.

Semakin banyak seseorang mengalami atau menonton sesuatu yang memicu kecemasan secara terkontrol maka itu akan membuat seseorang semakin mampu untuk menghadapi kecemasan di dunia nyata.

Manfaat lain adalah hal-hal horor mampu menumbuhkan "stres yang baik." Meskipun stres identik dengan banyak masalah dalam hidup, penelitian menunjukkan stres yang dapat dikelola menawarkan beberapa manfaat, seperti menghasilkan respons kekebalan yang memperkuat sistem kekebalan terhadap ancaman yang lebih besar.


Baca juga artikel terkait CERITA HOROR atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH

DarkLight