Menuju konten utama
Sosiologi:

Kendala dalam Sosialisasi di Keluarga, Apa Saja Penyebabnya?

Kendala dalam proses sosialisasi di keluarga, salah satunya adalah komunikasi yang tidak berjalan baik.

Kendala dalam Sosialisasi di Keluarga, Apa Saja Penyebabnya?
Ilustrasi Ayah, ibu dan dua anak duduk di sofa mengobrol di ruang keluarga di rumah. FOTO/

tirto.id - Proses sosialisasi setiap individu diawali dari lingkungan keluarga yang menjadi jembatan dengan lingkungan-lingkungan sosial lainnya.

Selama manusia masih hidup, dia akan memiliki ketergantungan terhadap keberadaan orang lain. Inilah yang membuat manusia dinilai sebagai makhluk sosial dan menjadi bagian dari lingkungan sosial. Manusia sudah mengenal lingkungan sosial dalam lingkup kecil untuk kali pertama dengan sebutan keluarga.

Lingkungan keluarga membuat individu mulai belajar untuk bersosialisasi baik dengan ayah, ibu, kakak, adik, dan anggota keluarga lain. Semakin besar, individu masuk ke dalam sistem sosial lebih besar seperti lingkungan masyarakat dan sekolah. Dari berbagai jenis lingkungan sosial, lingkungan keluarga merupakan pendidikan luar sekolah dalam menumbuhkembangkan potensi laten anak, sarana transfer nilai-nilai, dan agen transformasi kebudayaan.

Keluarga menjadi tempat pertama untuk bersosialisasi. Sosialisasi adalah proses penyesuaian yang terjadi pada pada individu atau kelompok individu tertentu. Di situ terjadi saling mengenal antara manusia satu dengan lainnya.

Dalam buku Pengantar Sosiologiterbitan Kencana (2010) disebutkan, sosialisasi sebagai proses belajar bagi seseorang atau kelompok orang selama hidupnya untuk mengenali pola-pola hidup, nilai-nilai dan norma sosial agar dia dapat berkembang dan berfungsi dalam kelompoknya. Dari situ, keluarga menjadi perantara sosialisasi antara individu dan masyarakat luas.

Ada dua hal yang menyebabkan keluarga memegang peranan penting pada sosialisasi anak. Pertama, seseorang akan lebih sering bertatap muka dan berinteraksi dengan anggota keluarga lainnya. Kedua, setiap orang tua memiliki motivasi kuat dalam mendidik anak sehingga orang tua akan berusaha tidak lalai untuk memperhatikan perkembangannya termasuk dalam hal bersosialisasi.

Sementara itu, sosialisasi dalam keluarga memiliki berbagai aspek yang memengaruhi yaitu:

1. Sosialisasi menjadi bagian dari proses penyesuaian diri.

Proses ini adalah kemampuan individu dalam memperlihatkan sikap dan tingkah laku yang menyenangkan di depan orang lain. Dengan demikian, dirinya menjadi mudah diterima kelompok atau lingkinan sosialnya. Untuk bisa menjadi indvidu yang dapat beradaptasi dengan berbagai lingkungan sosial, diperlukan bimbingan orang tua karena prosesnya tidak mudah.

2. Sosialisasi sebagai proses peniruan

Di rumah, anak adalah peniru ulung. Dia mencari model yang dijadikannya teladan di dalam rumah. Termasuk, perilaku menyimpang yang dilakukan orang tua dapat pula ditiru sehingga menjadikannya memiliki kepribadian tidak stabil.

3. Sosialisasi sebagai proses pengenalan nilai

Bersosialisasi akan mengenalkan seseorang pada kehidupan bersama, baik sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Dari situ dilandasi dengan aturan-aturan tertentu sehingga tindakan tidak bisa sekenanya sendiri. Dengan bersosialisasi maka seseorang mulai mengenai nilai saat bergabung dalam kelompok dan menyepakati aturan yang disepakati bersama.

Aturan-aturan tersebut menjadi pedoman, ukuran, patokan, anggapan hingga keyakinan mengenai baik buruk, pantas atau tidak, dan sebagainya. Pengenalan nilai ini berkaitan dengan nilai kejujuran dalam bertindak dan berbicara dengan sesama anggota kelompok sosial.

Kendala dalam sosialisasi di lingkungan keluarga

Hanya saja, proses sosialisasi dalam keluarga tidak selalu berjalan mulus. Berbagai hambatan akan dihadapi individu ketika dirinya menjalani sosialisasi di berbagai lingkungan sosial. Penghambat tersebut adalah masalah sosial.

Menurut laman BPMPK Kemdikbud, masalah sosial merupakan masalah yang timbul akibat adanya interaksi sosial antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, hingga kelompok dengan kelompok. Salah satu masalah sosial yang sangat memengaruhi sosialisasi adalah ketidakharmonisan keluarga. Sebagai media sosialisasi primer, saat keluarga tidak harmonis akan berpengaruh pada pertumbuhan dan pembentukan kepribadian anak.

Dari keluarga seharusnya tercipta penanaman dasar-dasar nilai dan norma sosial. Di lingkungan sosial ini seharusnya anak bisa memperoleh pendidikan dan pengawasan lebih baik. Namun kala keluarga tidak lagi harmonis, maka dapat memicu terjadinya perilaku menyimpang.

Keadaan keluarga seperti itu tidak lagi kondusif untuk menciptakan sosialisasi yang sehat. Bahkan, bisa pula terjadi perpecahan keluarga sebagai unit, lantasan anggota-anggotanya gagal memenuhi kewajiban-kewajiban yang sesuai dengan peran sosialnya. Bentuk penyebab ketidakharmonisan keluarga antara lain:

    • Unit keluarga yang tidak lengkap.
    • Disorganisasi keluarga karena putusnya ikatan perkawinan.
    • Adanya kekurangan dalam keluarga tersebut, yaitu terkait komunikasi antara anggota-anggotanya.
    • Krisis keluarga akibat kepala keluarga tidak lagi mampu menjalankan fungsinya. Misalnya karena meninggal, dihukum, dan sebagainya.
    • Krisis keluarga akibat faktor-faktor internal seperti adanya anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa.

Baca juga artikel terkait SOSIALISASI atau tulisan lainnya dari Ilham Choirul Anwar

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Agung DH