Menuju konten utama

Kenapa Brescia Bangkrut & Apa Bisa Ulang Jejak Parma-Fiorentina?

Kenapa Brescia Calcio bangkrut? Apakah mereka bisa mengulangi jejak Parma dan Fiorentina yang bangkit setelah memulai dari awal lagi di Serie D Liga Italia?

Kenapa Brescia Bangkrut & Apa Bisa Ulang Jejak Parma-Fiorentina?
Brescia Calcio. instagram/brescia_calcio

tirto.id - Brescia Calcio, klub yang pernah diperkuat oleh Roberto Baggio hingga Pep Guardiola, dinyatakan bangkrut. Klub yang hingga musim 2024/2025 ini bermain di Serie B tersebut kehilangan hak untuk bermain di kompetisi profesional Liga Italia.

Pada giornata 38 Liga Italia Serie B 2024/2025, keberhasilan Brescia bermain imbang 2-2 dengan tuan rumah Modena membuat La Rondinelle finis di peringkat 15 klasemen. Mereka terhindar baik dari degradasi langsung ke Serie C atau babak playoff relegasi.

Namun, kebahagiaan bisa bertahan di Serie B itu tidak berlangsung lama. Brescia lantas mendapatkan hukuman pengurangan 4 poin karena penyimpangan administratif. Berdasarkan temuan Covisoc, terdapat kejanggalan dalam pembayaran gaji pemain dan staf Brescia pada Februari 2025.

Alhasil, dengan pengurangan poin ini, Brescia kemudian hanya memiliki 39 angka. Mereka finis di peringkat 18 dan dinyatakan degradasi ke Serie C pada 29 Mei 2025.

Sebaliknya, Sampdoria yang awalnya jatuh langsung ke Serie C, berhak menjalani playoff relegasi bersama Salernitana, mengingat poin mereka jadi lebih unggul daripada La Rondinelle.

Derita Brescia tidak sampai di sana saja. Klub yang dimiliki oleh Massimo Cellino ini gagal membayar utang mereka sebesar 3 juta Euro hingga batas akhir yang ditentukan, yaitu 6 Juni 2025. Ini membuat Brescia kehilangan hak untuk tampil di kompetisi profesional Liga Italia. Alhasil, inilah akhir dari klub yang berdiri 114 tahun lampau.

Brescia sempat menyatakan komplain karena menganggap otoritas setempat terlalu lama dalam memutuskan terjadi kejanggalan. Dalam laporan Football Italia, sebenarnya Covisoc, yang bertugas untuk mengecek finansial klub, sudah memberitahukan kejanggalan tersebut pada 28 Februari. Namun, faktanya butuh 77 hari bagi otoritas untuk mengonfirmasi hal ini.

Bagi klub yang bermarkas di Stadion Mario Rigamonti, ini juga menjadi titik terbawah sejak kedatangan Massimo Cellino ke Brescia pada 2017.

Karier Cellino tidak lepas dari kontroversi. Ia pernah menjabat sebagai pemilik klub Cagliari Calcio, dan berakhir dengan menjual klub asal Sardinia tersebut pada Juni 2014. Cellino juga pernah menjadi orang nomor satu di Leeds United, tetapi juga penuh masalah.

Salah satu yang mencolok dari Cellino adalah kebiasaannya gonta-ganti pelatih. Ia bahkan mendapatkan julukan Il mangia-allenatori alias Pemakan Pelatih karena kebiasaan tersebut.

Apakah Brescia Bisa Ikuti Jejak Parma-Fiorentina Bangkit dari Kubur?

Brescia bukanlah klub pertama Italia yang mengalami kebangkrutan. Sebelumnya ada Parma dan Fiorentina yang juga mengalami nasib yang sama. Parma yang pernah juara UEFA Cup, mengalami kebangkrutan pada 2015, lantas bangkit dengan nama baru Parma Calcio 1913 pada 27 Juli tahun tersebut.

Fiorentina bangkrut pada 2002, lantas muncul dengan nama baru Associazione Calcio Fiorentina e Florentia Viola (ACF Fiorentina). Lantas, bagaimana dengan Brescia? Peluang untuk mereka bangkit kembali cukup terbuka sesuai dengan laporan La Gazzetta dello Sport.

Pada Senin (9/6) lalu, terjadi pertemuan pentang masa depan Brescia antara pemerintah Kota dan presiden 3 klub Serie C, yaitu Giuseppe Pasini (Feralpisalò), Lodovico Camozzi (Lumezzane), dan Giuseppe Taini (Ospitaletto). Saat ini, masih ada waktu hingga 15 Juli 2025 untuk perubahan markas (stadion) dan nama baru klub. Dengan cara itu, Brescia bakal dapat kembali berkompetisi, meski harus memulai semuanya dari bawah lagi.

"Dari Presiden (Feralpisalo), Pasini, saya menerima keseriusan dan kemauan untuk mengevaluasi jalan (untuk Brescia dengan nama baru) yang juga mencakup tahapan-tahapan lainnya. Kami tertarik untuk memberi masa depan bagi sepak bola di Brescia", kata wali kota setempat, Laura Castelletti.

Kilas Balik Brescia & Daftar Pemain yang Pernah Membela Klub

Sepanjang sejarah klub, Brescia tidak pernah memenangi Liga Italia Serie A atau Coppa Italia. Prestasi terbaik La Rondinelle adalah juara Serie B sebanyak 4 kali, yang terakhir pada 2018/2019.

Bagi penggemar sepak bola Italia, era keemasan Brescia terjadi sejak mereka resmi promosi ke Serie A musim 2000/2001. Dalam 5 musim, klub tersebut bertahan di kompetisi level teratas. Bahkan, finis di peringkat 8 pada musim 2000/01.

Brescia punya ciri khas kostum warna biru khas Italia dengan V warna putih di bagian dada sejak 1927. Para pemain besar yang pernah mendarat di klub ini di antaranya adalah Roberto Baggio, Pep Guardiola, hingga Mario Balotelli. Ada pula sosok Dario Hubner, yang menjadi top skor Serie A 2001/02 dengan 24 gol bersama David Trezeguet (Juventus).

Berikut ini daftar pemain yang pernah membela Brescia dan tahun kariernya di La Rondinelle.

Nama PemainKarier
Dario Hubner1997-2001
Roberto Baggio2001-2004
Pep Guardiola2001-2003
Andrea Pirlo1994-1998, 2000-2001
Luca Toni2001-2003
Mario Balotelli2019-2020

Baca juga artikel terkait LIGA ITALIA atau tulisan lainnya dari Fitra Firdaus

Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Iswara N Raditya