Kemenkominfo: Tinggal 2 Wilayah Papua yang Internetnya Diblokir

Oleh: Hendra Friana - 11 September 2019
Dibaca Normal 1 menit
Dari 29 Kabupaten/Kota, klaim Kominfo, tinggal Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura yang akses internetnya masih diblokir.
tirto.id - Kementerian Kominfo mengklaim telah menhentikan pembatasan internet hampir di seluruh wilayah Papua dan Papua Barat.

Hingga saat ini, tinggal dua wilayah yang masih dibatasi penggunaan internetnya, yakni Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, Provinsi Papua.

"Pemerintah akan terus memantau situasi dan kondisi keamanan di kedua wilayah tersebut dalam 1 (satu) atau 2 (dua) hari ke depan," kata Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/9/2019).

Ferdinandus bilang, ada 13 kabupaten/kota yang layanan interetnya dibuka bertahap sejak pembatasan diberlakukan pada 21 Agustus 2019. Pembukaan akses tersebut dilakukan sejak 4 September 2019, setelah Kemenkominfo mendapatkan kepastian mengenai kondusivitas di wilayah-wilayah tersebut.

Dari 13 wilayah tersebut, 11 Kabupaten/Kota telah dibuka bertahap layanan internetnya hingga Selasa (10/9/2019). Sebelas wilayah tersebut adalah adalah Kabupaten tersebut antara lain Fak Fak, Sorong Selatan, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Tambrauw, Maybrat, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak dan Kabupaten Sorong.

Sementara hari ini, pemerintah kembali membuka akses di dua wilayah, yakni Kota Manokwari dan Kota Sorong.

Artinya, dari 29 Kabupaten/kota di wilayah Papua, sebanyak 27 Kabupaten yang sudah dibuka kembali layanan data internet secara bertahap.

14 Wilayah yang telah dibuka akses interetnya sebelum 4 September adalah Kabupaten Keerom, Puncak Jaya, Puncak, Asmat, Boven Digoel, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Intan Jaya, Yalimo, Lanny Jaya, Mappi, Tolikara, Nduga, Supiori, Waropen, Merauke, Biak Numfor, Yapen, Sarmi, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Nabire, Jayawijaya dan Mimika.

"Disampaikan pula bahwa sebaran informasi hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian, hasutan dan provokasi terkait dengan isu Papua terus menunjukkan tren menurun sejak 31 Agustus 2019," terang Ferdinandus.

Puncak sebaran hoaks dan hasutan terkait isu Papua, sebut dia, terjadi pada 30 Agustus 2019 dengan jumlah url mencapai 72.500. "Distribusi hoaks terus menurun, 42 ribu url di tanggal 31 Agustus 2019, 19 ribu url di tanggal 1 September 2019, lalu menurun menjadi 6.060 url hoaks dan hasutan di tanggal 6 September 2019," pungkasnya.


Baca juga artikel terkait KONFLIK PAPUA atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Politik)

Penulis: Hendra Friana
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight