Menuju konten utama

Kata Abdul Mu'ti Soal Masalah Kebugaran Siswa Sekolah Rakyat

Sebanyak 30 persen siswa sekolah rakyat alami masalah kebugaran. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menekankan pentingnya gaya hidup sehat.

Kata Abdul Mu'ti Soal Masalah Kebugaran Siswa Sekolah Rakyat
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti (kanan) meninjau pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di SD Negeri 2 Cideng, Jakarta, Senin (4/8/2025). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/YU

tirto.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menilai masalah kebugaran yang dialami anak-anak sekolah terjadi karena ketidakpahaman mereka soal cara hidup sehat.

Pernyataan ini disampaikan saat merespons hasil temuan pelaksanaan cek kesehatan gratis (CKG) di 72 sekolah rakyat di seluruh wilayah Indonesia. Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebanyak 30 persen siswa murid sekolah rakyat dinyatakan kurang bugar.

“Memang anak-anak kita ini kadang-kadang kan belum memahami bagaimana kebiasaan hidup yang sehat dan bagaimana makanan yang sehat. Karena itu makanya kita perlu sejak dini memberikan pemahaman,” ucap Mu’ti usai meninjau pelaksanaan CKG di SD Negeri 02 Cideng, Jakarta Pusat, Senin (4/8/2025).

Selain itu, Mu'ti juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam memperkenalkan asupan gizi berupa makanan sehat di rumah untuk anak-anaknya. Apabila makanan di rumahnya tidak sehat, maka tak menutup kemungkinan jika anak mengalami masalah kesehatan.

“Yang kedua memang perlu pendampingan, terutama pendampingan orang tua di rumah ya. Karena biasanya makanan itu kan yang paling banyak makan di rumah kan. Nah, kalau makan yang di rumah itu tidak sehat, ya anak-anak juga akan punya masalah kesehatan,” tutur Mu'ti.

Ia selanjutnya menegaskan bahwa pihaknya sudah berupaya meningkatkan kebugaran siswa sekolah, yakni melalui penerapan hidup sehat dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Dari tujuh hal itu, Mu’ti menyebut empat diantaranya relevan dengan pelatihan kebugaran. Kebiasaan yang dikampanyekan itu yakni bangun pagi, tidur cepat, berolahraga, makan makanan sehat, dan bersosialisasi dengan melakukan aktivitas fisik.

“Dari tujuh kebiasaan itu empat di antaranya kan berkaitan dengan melatih kebugaran. Orang kalau bangun pagi itu bugar loh, olahraga kemudian tidur cepat itu bugar. Kemudian juga tentu saja makan sehat bahkan bermasyarakat,” ucap Mu'ti.

Melalui penerapan itu, dia berharap murid-murid di Indonesia bisa lebih produktif dalam melakukan aktivitas fisik, alih-alih hanya bermain permainan digital di ponsel pintar. Menurutnya, sejumlah penelitian sudah membuktikan bahwa aktivitas fisik berdampak baik terhadap rasa percaya diri anak, mental, hingga sikap sosial.

“Karena itu mereka terbiasa berolahraga itu menjadi anak-anak yang punya prestasi dan punya potensi untuk menjadi anak-anak yang hebat seperti yang sangat ditekankan Pak Presiden, Asta Cita yang keempat itu menekankan sumber daya manusia yang kuat, generasi yang sehat, dan mereka memiliki prestasi sempurna dengan bidang dan kemampuannya masing-masing,” ucapnya.

Diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan hasil temuan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah rakyat dari seluruh wilayah Indonesia. Terdapat 3 masalah utama yang ditemukan dari murid-murid sekolah rakyat, salah satunya yakni sebanyak 30 persen anak mengalami masalah kebugaran.

“Nomor satu tadi masalah gigi, lalu nomor dua masalah kebugaran. Yang ternyata 30 persen anak-anak kita yang kemarin hasil sekolah rakyat itu kurang bugar. Kemudian yang ketiga ada masalah dengan anemia,” kata Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi usai melakukan tinjauan CKG di SD Negeri 02 Cideng, Jakarta Pusat, Senin (4/8/2025).

Baca juga artikel terkait SEKOLAH RAKYAT atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Rina Nurjanah