Menuju konten utama

Kasudin SDA Jakbar Diperiksa Polisi, DPRD: Baik untuk Antisipasi

Ketua Komisi D DPRD Ida Mahmuda menyarankan agar polisi memeriksa Kasudin maupun Kadis SDA setelah permasalahan banjir di DKI Jakarta sudah mereda.

Kasudin SDA Jakbar Diperiksa Polisi, DPRD: Baik untuk Antisipasi
Sebuah mobil yang terseret arus banjir melintang di jalan di Kompleks IKPN Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta, Jumat (3/1/2019). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz

tirto.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI merespons tindakan polisi yang memeriksa Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kota Administrasi Jakarta Barat Purwanti Suryandari. Ini terkait penyelidikan dugaan tidak berfungsinya pompa sedot air yang menyebabkan banjir di kawasan itu.

Ketua Komisi D DPRD DKI Ida Mahmuda mengatakan tak masalah jika polisi memanggil Kasudin maupun Kadin SDA terkait adanya dugaan kelalaian kerja yang menyebabkan banjir di kawasan Jakarta Barat.

Tujuannya agar Kasudin SDA Jakarta Barat dapat melakukan antisipasi banjir ke depan dan tidak mengulangi kesalahannya lagi.

“Memang adanya pemanggilan masyarakat baik untuk mengantisipasi ke depan. Agar mengetahui di mana letak kelalaiannya," kata dia kepada reporter Tirto, Selasa (7/1/2020).

Ida pun menekankan kepada semua dinas maupun Sudin yang ada di bawah naungan Pemprov DKI untuk lebih teliti lagi melihat kondisi pompa air. Agar tidak ada lagi alasan banjir terjadi karena tidak berfungsinya pompa sedot air.

“Agar tidak kata pompa yang mati. Misalnya ada pompa atau aki-nya mati, segera mereka ganti,” kata dia.

Akan tetapi, Ida menyarankan agar polisi memeriksa Kasudin maupun Kadis SDA setelah permasalahan banjir di DKI Jakarta sudah mereda.

“Saya minta kalau manggil dinas atau Sudin boleh, tapi kalau bisa nanti setelah banjir. Karena, kan, kalau mereka dipanggil polisi itu otomatis butuh waktu,” kata dia.

Alasannya menunggu banjir reda lantaran saat ini Kasudin maupun Kadis SDA Pemprov DKI Jakarta tengah fokus menangani permasalahan banjir yang ada sejak Rabu (1/1/2020) hingga sekarang yang belum juga rampung.

“Mereka lagi membantu masyarakat yang kebanjiran. Karena seperti Jakbar, Jaksel masih butuh konsentrasi bantuan,” kata dia.

Lebih lanjut, politikus PDIP ini berharap agar seluruh Kasudin maupun Kadis yang berada di bawah naungan Pemprov DKI untuk bekerja secara maksimal agar banjir yang ada di DKI Jakarta cepat mereda. Selain itu juga dapat mengantisipasi datangnya banjir susulan.

“Harapan saya mereka harus bekerja full memantau dan memanfaatkan tenaga-tenaga yang ada di pemerintahan,” kata dia.

Polisi memeriksa Kepala Dinas Sumber Daya Air Kota Administrasi Jakarta Barat Purwanti Suryandari, perihal penyelidikan dugaan tidak berfungsinya pompa sedot air.

“Yang bersangkutan dipanggil untuk klarifikasi terkait fungsionalisasi dan/atau malfungsi pompa air. Semuanya terkait dengan tata kelola air," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Selasa (7/1/2020).

Dalam surat undangan klarifikasi nomor B/74/I/RES.1.24/2020/Ditreskrimum bertanggal 3 Januari 2020, Purwanti dipanggil untuk dimintai keterangan perihal pompa sedot air yang tidak berfungsi, sehingga menyebabkan banjir di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (1/1/2020).

Polisi memeriksa Purwanti pada Senin (6/1/2020), sekitar pukul 09.00 WIB. Penginterogasian dilakukan oleh Unit 5 Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Perempuan itu diminta membawa dokumen atau bukti terkait perkara.

Baca juga artikel terkait BANJIR JAKARTA atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Hukum
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Abdul Aziz