Menuju konten utama

Kapolri Klaim Jumlah Aksi Terorisme Sepanjang 2019 Berkurang

Kapolri Jenderal Idham Azis mengatakan jumlah aksi terorisme di Indonesia pada 2019 sampai saat ini berjumlah delapan kejadian. Jumlah ini menurun bila dibandingkan dengan jumlah aksi terorisme pada 2018 sebanyak 19 aksi terorisme.

Kapolri Klaim Jumlah Aksi Terorisme Sepanjang 2019 Berkurang
Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis (kanan) menyanyi berduet bersama Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu di Mapolda Sulawesi Tengah di Palu, Jumat (15/11/2019). ANTARA FOTO/Basri Marzuki/hp.

tirto.id - Kapolri Jenderal Idham Azis mengatakan jumlah aksi terorisme di Indonesia pada 2019 sampai dengan saat ini berjumlah delapan kejadian. Jumlah ini menurun bila dibandingkan dengan jumlah aksi terorisme pada 2018 sebanyak 19 aksi terorisme.

"Ini menurun 57 persen dibanding 2018 dengan 19 kejadian," kata Idham saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2019).

Sepanjang tahun ini, lanjut Idham, Polri menangkap 275 pelaku tindak pidana terorisme. Dari jumlah itu, sebanyak dua pelaku sudah divonis, 42 orang dalam proses persidangan, 220 dalam proses penyidikan dan tiga orang pelaku meninggal dunia.

Idham menambahkan dua aksi menonjol pada tahun ini adalah peristiwa penyerangan terhadap mantan Menteri Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten dan aksi teror di Mapolrestabes Medan pada pekan lalu.

Dari hasil penyelidikan Polri, para pelaku penyerangan Wiranto merupakan jaringan dari Jamaah Ansor Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS.

"Untuk aksi teror di Mapolrestabes Medan, Polri berhasil menangkap 74 orang jaringan teror di 10 wilayah," katanya.

Insiden separatis dan teroris mulai meningkat di Indonesia sejak 1996. Berdasarkan data Global Terrorism Database (GTD), jumlah insiden pada 2016 mencapai 65 kejadian. Pada 2001, jumlah insiden bertambah hingga 105 kejadian. Namun sejak 2001, tren aksi terorisme mulai menurun sampai dengan saat ini.

Masih dari data GTD, Gerakan Aceh Merdeka (GAM) paling banyak melancarkan serangan. Ada 116 teror yang dilancarkan GAM sejak 29 November 1977. Serangan tersebut ditargetkan ke pabrik Mobil Oil di Arun, Sumatera Utara. Aksi tersebut menewaskan 1 orang dan melukai 1 orang lainnya.

Baca juga artikel terkait KASUS TERORISME atau tulisan lainnya dari Bayu Septianto

tirto.id - Hukum
Reporter: Bayu Septianto
Penulis: Bayu Septianto
Editor: Ringkang Gumiwang