Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukan Pemeriksaan Pap Smear?

Kontributor: Nisa Hayyu Rahmia - 23 Mei 2022 09:03 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Pemeriksaan pap smear dilakukan khusus untuk perempuan yang aktif berhubungan seksual, terutama bagi yang berusia 21 hingga 65 tahun.
tirto.id - Papanicolaou smear of cervix atau pemeriksaan pap smear bertujuan untuk melakukan deteksi dini terhadap penyakit kanker serviks yang dipicu oleh infeksi virus human papillomavirus (HPV).

Dilansir dari laman Primaya Hospital, pemeriksaan satu ini dilakukan khusus untuk perempuan yang aktif berhubungan seksual, terutama bagi yang berusia 21 hingga 65 tahun.

Mereka yang memenuhi persyaratan tersebut disarankan menjalani pemeriksaan pap smear setiap satu sampai tiga tahun sekali. Jika memang terdeteksi adanya risiko kanker, maka bisa ditangani dan diobati dengan segera.

Sementara itu dikutip dari Antara, infeksi atau kelainan pada leher rahim yang kemudian berkembang menjadi kanker membutuhkan waktu sekitar 10 sampai 15 tahun. Jadi, apabila seseorang telah berusia 65 tahun dan hasil pap smear sebelumnya normal, maka tidak perlu mengulang tes kembali setelahnya.

Perempuan yang tengah merencanakan kehamilan juga tetap membutuhkan pemeriksaan ini. Pasalnya, apabila seorang ibu hamil terdiagnosisi kanker serviks, terdapat sejumlah risiko yang membahayakan, seperti:
  • Keguguran
  • Bayi lahir prematur
  • Gangguan pertumbuhan janin
  • Gangguan saat persalinan
  • Sel kanker menjangkau janin
Infografik SC Waktunya Pap Smear
Infografik SC Waktunya Pap Smear. tirto.id/Sabit


Ada pun beberapa kriteria yang meningkatkan risiko perempuan terkena kanker serviks dan harus melakukan pemeriksaan pap smear lebih sering di antaranya:
  • Perempuan yang sering berganti pasangan saat melakukan hubungan seksual
  • Perempuan yang sering melahirkan karena kondisi serviks yang mengembang saat persalinan
  • Perokok berat
  • Sering mengonsumsi alkohol
  • Faktor genetika atau keturunan

Kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan pap smear?



Dirangkum dari RSUD Tulungagung dan Hermina Hospitals, agar hasilnya lebih optimal, pemeriksaan pap smear sebaiknya dilakukan dalam kondisi sebagai berikut.
  • Pasien tidak dalam kondisi menstruasi
  • Pasien tidak melakukan hubungan intim setidaknya 24 jam hingga 3 hari sebelum melakukan pap smear
  • Pasien tidak menggunakan pembersih kewanitaan, obat yang dimasukkan ke dalam vagina, seperti krim kontrasepsi yang dioleskan ke dalam vagina, atau melakukan douching setidaknya 24 jam sebelum melakukan pap smear
  • Pasien tidak sedang dalam proses pengobatan untuk mengatasi keputihan akibat infeksi vagina atau leher rahim
  • Pasien tidak sedang mengonsumsi obat-obatan terutama jenis antibiotik

Bagaimana tata cara pemeriksaan pap smear?



Pemeriksaan pap smear dilakukan dalam beberapa langkah. Jangan khawatir, pap smear tidak menimbulkan rasa sakit baik saat tindakan atau bahkan setelahnya.

Kendati demikian, hal ini mungkin bisa terasa tidak nyaman bagi sebagian orang. Agar tak merasa tegang, ketahui cara pemeriksaan pap smear berikut ini.
  1. Saat masuk dalam ruang pemeriksaan, pasien diminta untuk mengangkat kedua kaki kemudian menempatkannya di penopang dalam posisi membuka dan tertekuk yang nampak seperti posisi ketika akan melakukan persalinan pervaginam.

  2. Setelah itu, dokter akan memasukkan spekulum atau sebuah alat berbentuk seperti cocor bebek untuk membuka vagina kemudian mengorek leher rahim menggunakan sikat halus atau kapas. Proses ini bertujuan untuk mengambil sampel sel.

  3. Sampel tersebut nantinya dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan dengan mikroskop dan pasien tinggal menunggu hasil dari pemeriksaan pap smear tersebut.


Baca juga artikel terkait PAPSMEAR atau tulisan menarik lainnya Nisa Hayyu Rahmia
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Nisa Hayyu Rahmia
Penulis: Nisa Hayyu Rahmia
Editor: Nur Hidayah Perwitasari

DarkLight