Menuju konten utama

Kanwil Kemenhaj Bali Lepas 698 Jemaah Haji ke Tanah Suci

Dhani Aditya Saputra (17) menjadi salah satu jemaah termuda asal Provinsi Bali. Simak cerita lengkapnya.

Kanwil Kemenhaj Bali Lepas 698 Jemaah Haji ke Tanah Suci
Kakanwil Kemenhaj Provinsi Bali, H. Mahmudi, di Kantor Gubernur Bali, Sabtu (25/04/2026). Tirto.id/Sandra Gisela
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Bali secara resmi melepas 698 jemaah haji tahun embarkasi 1447 H/2026 M. Jemaah haji tersebut berkisar antara usia 14 hingga 88 tahun, serta berasal dari 9 wilayah yang ada di Bali.

Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Bali, H. Mahmudi, mengatakan jumlah umat Muslim yang berada di Provinsi Bali mengalami peningkatan dari sisi jumlah, sehingga pendaftaran haji juga meningkat signifikan.

"Jemaah dari Bali tergabung dalam kloter 70 yang meliputi 376 jemaah dari Badung, Denpasar, Jembrana, Klungkung, Gianyar, dan Bangli, serta kloter 71 yang meliputi 322 jemaah dari Denpasar, Buleleng, Karangasem, dan Tabanan, ditambah 54 jemaah asal Jawa Timur," jelas Mahmudi di Kantor Gubernur Bali, Sabtu (25/04/2026).

Bersama dengan jemaah, turut berangkat 8 orang petugas haji yang menjadi ketua kloter, pembimbing ibadah, dan petugas kesehatan. Kedelapan orang tersebut berasal dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Mahmudi menjelaskan, pada tahun ini, jemaah haji dari Bali akan berangkat melalui Embarkasi Surabaya. Mereka dijadwalkan untuk berangkat ke Surabaya pada 8 Mei dari masing-masing daerah dan tiba di Asrama Haji Sukolilo maksimal pada pukul 07.00 WIB.

Jemaah akan diterbangkan ke Jeddah, Arab Saudi pada 10 Mei pukul 07.00 WIB dan dijadwalkan untuk tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz pada tanggal yang sama pukul 15.50 waktu Arab Saudi. Kepulangan dijadwalkan pada 19 Juni 2026 pukul 00.25 waktu Arab Saudi.

"Sesuai amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025, jemaah haji itu berangkat dari daerah ke embarkasi masing-masing dengan dibiayai Pemerintah Daerah," terangnya.

Mahmudi berpesan agar jemaah haji asal Bali kompak dalam menjalin kerukunan, terutama di tengah eskalasi geopolitik Timur Tengah. Dengan kata lain, jemaah haji saling mendukung, serta menaati aturan dari Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi.

"Bukan hanya petugas saja, bahkan jemaah haji pun boleh membantu. Kebersamaan yang terpenting, sehingga mempermudah para jemaah untuk beribadah," ucap Mahmudi.

Antusiasme Jemaah Termuda Provinsi Bali

Dhani Aditya Saputra (17) menjadi salah satu jemaah termuda asal Provinsi Bali. Dhani merupakan siswa kelas 3 SMA di Kota Denpasar yang berangkat bersama ibunya ke tanah suci untuk menggantikan ayahnya.

"Bapak belum siap untuk berangkat, makanya saya yang anak laki-laki pertama yang diajak berangkat," tuturnya.

Dhani didaftarkan oleh ibunya untuk beribadah haji sejak umurnya 12 tahun. Dia mengaku merasa kaget ketika mendapatkan kesempatan beribadah haji di usianya yang muda, bahkan menjadi salah satu termuda di Provinsi Bali.

"Saya mendengar haji itu tidak sebentar, sampai 40 hari. Saya kaget karena akan lama di sana, nanti kondisi tubuh dan cuaca kita enggak tahu. Makanya sudah dipersiapkan dari beberapa bulan lalu. Siapkan mental, fisik, olahraga, hingga pola makan," ungkap Dhani.

Dhani Aditya Saputra jemaah haji termuda

Dhani Aditya Saputra (17), salah satu jemaah haji termuda asal Provinsi Bali, di Kantor Gubernur Bali, Sabtu (25/04/2026). Tirto.id/Sandra Gisela

Selain itu, kesempatan haji tersebut adalah kesempatan pertama Dhani menginjakkan kaki ke Tanah Suci. Hal itu menyebabkan dia merasa gugup untuk berangkat haji pada Mei mendatang. Namun, dia juga merasa senang karena didukung oleh teman-teman sebayanya.

"Untuk mama, sehat-sehat di sana. Kita beribadah bersama. Jaga kondisi fisik, panjang umur untuk mama," tutupnya.

Baca juga artikel terkait IBADAH HAJI atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Flash News
Kontributor: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Anggun P Situmorang