Advertorial

Kakeibo dan Manajemen Keuangan Modern

Ilustrasi mencatat keuangan. FOTO/iStockphoto
Oleh: Advertorial - 24 Juni 2020
Dibaca Normal 2 menit
Mengatur keuangan dengan baik makin terasa penting di era pagebluk seperti sekarang.
Rebecca Bloomwood adalah seorang jurnalis finansial yang, ironisnya, mengidap kegilaan belanja. Utangnya menumpuk. Berbagai kartu kredit miliknya jatuh tempo sehingga bunga terus membengkak. Masalah jadi tambah runyam karena Rebecca yang susah mengerem kebiasaan buruknya menggemari barang-barang fesyen berharga mahal.

Bagi pembaca rentetan novel "Shopaholic" karya penulis Inggris Sophie Kinsella, Rebecca tentu bukan sosok asing. Dia adalah pusat dari cerita fiksi yang dituturkan Sophie. Bustle, sebuah majalah daring untuk perempuan, menyebut Rebecca sebagai, “…karakter fashionista paling masyhur di jagat fiksi.”

Meski karakter Rebecca adalah rekaan belaka, apa yang dialaminya jelas bukan kejadian yang tiba-tiba turun dari langit. Coba tengok sekelilingmu, pasti ada satu dua kawan yang mengalami kesulitan dalam mengatur keuangan. Kalau lingkar perkawananmu lebih besar, malah mungkin ada satu orang kawan yang punya sifat mirip Rebecca: terus impulsif dalam belanja meskipun kartu kredit sudah megap-megap dan utang tersebar di mana-mana.

Uang, seperti yang pernah ditulis oleh Roger Waters di lagu “Money”, bisa menenangkan jika kita memilikinya dalam jumlah cukup. Ketika uang mulai bertumpuk, maka kamu akan kepikiran untuk membeli ini dan itu, barang-barang yang mungkin tak kamu perlukan, hanya sekadar kamu inginkan.

“Mobil baru, kaviar, naik pesawat first class, atau bahkan tim sepak bola,” sindir Waters.

Kalau sudah seperti itu, kuncinya hanya satu: manajemen keuangan yang baik. Lantas, seperti apa manajemen keuangan yang baik itu? Menurut Paul Clitheroe, penasihat keuangan asal Inggris, ada banyak pelajaran penting dalam manajemen keuangan, namun catat baik-baik poin pertama.

“Hal pertama itu amat dasar, sehingga keterlaluan kalau kamu gak ngerti: pengeluaran harus lebih kecil ketimbang pemasukan,” ujarnya, suatu ketika.

Sayangnya, tak banyak orang yang bisa mempraktikkan manajemen keuangan dengan baik. Dua kata itu, “manajemen keuangan”, seolah menjadi hal kompleks. Padahal mengatur keuangan bisa diawali dengan mencatat neraca keuangan, yaitu mencatat uang yang masuk dan keluar. Jika keuangan bisa diatur dengan baik, pada akhirnya itu akan membuat dompet lebih sehat.

Ada banyak cara mencatat keuangan, salah satu yang belakangan populer lagi adalah Kakeibo, sebuah metode pencatatan keuangan dari Jepang. Metode ini diciptakan pada 1904 oleh Hani Motoko, yang dikenal pula sebagai perempuan wartawan pertama di Negeri Sakura.

Sama seperti banyak laporan keuangan lain, Kakeibo, dasarnya, adalah pencatatan aliran keuangan. Dari mana uang masuk, berapa jumlahnya, berapa yang keluar, dan untuk apa saja. Perbedaan yang paling mencolok dari metode ini: Kakeibo menekankan pentingnya menulis dengan tangan—upaya yang dipercaya bisa memberikan pengaruh positif. Dari pencatatan itu seseorang bisa tahu uang miliknya dihabiskan untuk apa, dan bisa pula menyeleksi mana pengeluaran penting dan mana yang bisa ditunda dulu.

Metode pencatatan aliran keuangan Kakeibo lantas menjadi pintu masuk menuju neraca keuangan yang lebih sehat. Hingga kini, Kakeibo masih banyak digunakan, bahkan ditulis sebagai tema khusus di buku laris berjudul "Kakeibo: The Japanese Art of Saving Money" (2017).


Moneytory Bikin Mencatat Keuangan Makin Mudah

Mencatat laporan keuangan itu pada dasarnya mudah, namun tak banyak orang melakukannya karena satu dan lain hal. Lupa mencatat, misal. Apalagi jika kamu tak punya alat khusus dan harus mencatat semua laporan keuangan dengan manual. Alasan lain: ribet, terutama jika aplikasi keuangan dan pencatatannya berbeda.



Jenius memahami betapa orang sering alpa mencatat transaksi keuangan karena satu dan banyak alasan. Sebab itu, Jenius membuat fitur Moneytory untuk para penggunanya. Fitur terbaru dari Jenius ini secara otomatis mencatat transaksi pengeluaran di aplikasi. Berbeda dengan banyak aplikasi pencatat keuangan lain, Moneytory melakukannya serba otomatis. Jadi, transaksi keuangan yang dilakukan dengan Jenius, baik itu dengan Kartu Debit Utama Jenius atau Saldo Aktif, akan langsung tercatat di Moneytory.

Disadari atau tidak, fitur Moneytory punya napas serupa dengan Kakeibo: Jenius memberimu jeda untuk berpikir sebelum mengeluarkan uang. Kamu bisa memikirkan ulang mana pengeluaran penting, mana yang bisa ditunda, dan mana yang bisa dihilangkan agar neraca keuangan lebih sehat. Karena ia tercatat secara otomatis saat kamu menggunakan Jenius, maka daftar pengeluaran dicatat dengan akurat. Tak ada kelupaan, tak ada alpa, tak ribet pula.

Sekilas, apa yang ada di fitur Moneytory ini tampak sederhana, padahal berdampak besar. Dengan mencatat transaksi keuangan secara otomatis dan bisa kita lihat langsung, Jenius membuatmu bisa mengetahui ringkasan kondisi keuanganmu secara jelas. Mulai jumlah pemasukan dan pengeluaran, selisih keduanya, juga melihat data pengeluaran berdasarkan tanggal dan jumlahnya.

Selain itu, Moneytory juga terhubung dengan fitur-fitur lain di Jenius, seperti Send It, e-Wallet Center, Split Bill, juga Pay Me. Fitur-fitur di Jenius dilengkapi dengan pengamanan yang dilindungi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Moneytory tersedia secara otomatis di aplikasi Jenius dan bisa digunakan tanpa biaya tambahan. Untuk memanfaatkan fitur ini, pastikan kamu sudah memperbarui aplikasi Jenius.

Mengatur keuangan dengan baik makin terasa penting di era pagebluk seperti sekarang. Sudah banyak seruan untuk menyediakan dana darurat untuk jaga-jaga ketika kondisi buruk menyapa. Bagi yang belum bisa sedia dana darurat, hal paling kecil yang bisa dilakukan adalah menjaga kondisi keuangan tetap hijau dan tak berdarah-darah. Mencatat transaksi keuangan adalah pintu masuk yang baik untuk kondisi keuangan yang stabil dan sehat.
DarkLight