Advertorial

Mudahnya Transaksi Keuangan via Jenius

Ilustrasi bayar tagihan. FOTO/iStockphoto
Oleh: Advertorial - 9 Maret 2020
Dibaca Normal 2 menit
Salah satu nilai yang amat dipegang teguh oleh kaum muda adalah perkara kecepatan dan keefektifan.
Tom McGee, dalam artikelnya di Forbes, menulis tentang betapa generasi muda mengubah banyak nilai konvensional dalam dunia keuangan. Nilai lama yang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka, akan ditinggalkan. Jika tak berhasil mengikuti nilai ini, para penyedia barang dan jasa pun akan ditinggalkan. Salah satu nilai yang amat dipegang teguh oleh kaum muda adalah perkara kecepatan dan keefektifan.

Tentang dua hal ini, anak-anak muda dididik oleh majunya teknologi. Semua jadi cepat. Efektif. Tidak rumit. Untuk pembayaran, misalkan. Jika dulu orang masih menggunakan kartu, dan sering kali punya banyak kartu karena menggunakan layanan beberapa bank, kini bahkan bisa dibayar dengan menggunakan barcode tanpa perlu kartu. Untuk pengiriman uang, juga begitu. Dulu sebelum ada internet dan mobile banking, transfer harus melalui mesin ATM. Kini, bahkan kita bisa mengirim uang ketika sedang duduk di pantai yang jauh dari keramaian, asalkan tersambung dengan internet.

Soal kenyamanan juga begitu. Di Indonesia, yang terbiasa dengan birokrasi panjang pula antrian pembayaran yang mengular, membayar tagihan sering kali jadi hal yang meninggalkan trauma. Belum lagi perbedaan tempat untuk membayar. Listrik dibayar di kantor PLN. Internet dibayar di kantor lain. Begitu pula air. Jauh dari kata ringkas. Bayangkan kalau kamu tinggal di Jakarta, salah satu kota termacet di dunia, dan harus berpindah-pindah tempat hanya untuk urusan pembayaran.

Maka betul kata McGee, jalan menuju kesempurnaan teknologi—salah satunya adalah pembayaran via digital—telah membikin sebuah standar baru di industri retail. Barang siapa yang tak memberikan kemudahan ini, siap-siap saja ditinggalkan.

“Para penyedia barang dan jasa harus bisa menyediakan sistem pembayaran yang mudah dan nyaman dipakai untuk menjaring konsumen milenial ini,” tulis McGee.

Jenius, Satu Layanan Beribu Manfaat

Salah satu bentuk kesempurnaan teknologi yang disebut McGee ini bisa ditengok pada Jenius. Mereka paham betul, pangsa pasarnya, yakni anak-anak muda, menginginkan semua layanan keuangan lewat satu pintu. Maka Jenius menyediakan pintunya.

Untuk transfer, misalkan. Rasanya mengirim uang tidak pernah semudah ini. Dengan fitur Send It, kamu bisa mengirim uang lewat berbagai cara. Ada fitur $Cashtag untuk mengirim uang ke sesama pengguna Jenius. Jika calon penerima belum punya Jenius, kamu bisa mengirimkannya via berbagai kanal: nomor ponsel hingga alamat email. Tentu saja pengguna Jenius masih bisa mengirim uang ke rekening konvensional. Semua pilihan disediakan, tinggal pilih yang kita suka.

Layanan lain yang ada di Send It adalah… hampir semua. Bayar tagihan telepon? Bisa. Listrik? Mudah. Kartu kredit, e-commerce, internet, televisi kabel, transportasi, isi pulsa, semua bisa dilakukan via Send It. Bahkan kamu pun bisa membayar zakat via Jenius.

Caranya juga mudah. Di aplikasi Jenius, klik menu di kiri atas layar, pilih Send It. Lalu pilih Tagihan, dan di sana akan muncul berbagai pilihan. Dari tagihan telepon, listrik dan air, tiket transportasi, juga TV dan internet. Dari sana tinggal pilih saja mau membayar apa. Bahkan untuk membayar tagihan kartu kredit dari bank lain pun mudah.

Caranya juga sama. Dari menu Tagihan, pilih Kartu Kredit. Setelahnya, kamu tinggal memasukkan bank yang kamu pakai, nomor kartu—ada fitur Periksa untuk memeriksa nama pemegang kartu—dan jumlah yang akan dibayar. Efektif sekali, terutama bagi pemegang kartu kredit dari beberapa bank sekaligus. Dengan Jenius, pembayaran beberapa kartu kredit jadi bisa dilakukan via satu aplikasi saja.

Selain kemudahan, generasi muda ini suka dengan apa yang disebut sebagai personalization experience, alias pengalaman masing-masing. Kebutuhan kita tentu berbeda dengan kebutuhan orang lain. Dengan personalisasi, kita merasa dekat dengan layanan tersebut. Semua layanan terasa dibuat hanya untuk kita.

“Untuk membuat ini, para penyedia layanan perlu menguji betul apa yang bisa mereka lakukan dengan data konsumen, dan memastikan data tersebut dipakai dengan benar untuk kebutuhan personal konsumen,” tulis McGee.

Perkara ini, Jenius juga menyediakan pengalaman personal. Mereka punya fitur Favorit yang berisi daftar nama-nama yang sering kamu kirimi uang. Misalkan, kamu rutin mengirim uang untuk adik yang sedang kuliah, maka simpan kontaknya ke daftar Favorit, dan pengiriman uang akan jadi lebih cepat.

Untuk mendukung transfer rutin, Jenius juga menyediakan fitur Penjadwalan. Dengan ini, tak ada cerita kamu lupa mengirimkan uang. Fitur ini juga menyediakan pilihan frekuensi transfer, mulai Sekali hingga berulang. Untuk berulang pun ada pilihan berapa kali pengiriman dilakukan. Ini memudahkan jika kita membeli sesuatu dan dibayar dengan cara dicicil.

Fitur Send It juga makin membuat pengguna Jenius merasa nyaman. Tak heran kalau pada survei daring yang dilakukan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk pada 2018 silam, 78 persen pengguna Jenius mengatakan Send It sebagai fitur paling membantu, terutama saat Ramadan dan Idul Fitri. Sebab dengan Send It, semua kebutuhan kita bisa dibayarkan lewat satu pintu saja.

Dengan segala kemudahan dan kenyamanan dalam melakukan transaksi keuangan, wajar kalau Jenius disukai para anak muda. Pertumbuhan pemakai aktifnya terus naik dengan cepat. Pada Agustus 2019, jumlah penggunanya mencapai 1,6 juta nasabah. Tiga bulan kemudian, jumlah itu sudah menembus angka 2 juta. Dan benar: Jenius sudah meletakkan standar baru dalam transaksi perbankan digital.
DarkLight