Periksa Fakta

Kabar Kabur tentang Kejadian di Nduga, Papua

Oleh: Frendy Kurniawan - 13 Juli 2018
Dibaca Normal 3 menit
Ada kabar bahwa ada operasi keamanan berupa pengeboman di Nduga, Papua. Namun kabar itu tak sepenuhnya benar.
tirto.id - Sebuah kabar muncul di Facebook, pada 11 Juli pukul 7.08 PM. Pengguna bernama Wene Jokola Papua itu bercerita bahwa di Alkuru, Kabupaten Nduga, Papua terjadi operasi keamanan, yakni pengeboman:

InfoTPNPB- Dari Markas Alkuru di kabubaten Nduga di ibu kota keneyam Tanggal 11/07/18 Tim Kabungan TNI,Polri, brimob, dn kopasus 88, telah bom 3x berturut-turut pada hari ini, di ibu kota keneyam di Markas TPNPB Alguru Tetapi Hasilnya Pihak TPNPB tidak ada korban jiwa.

Pada bagian akhir informasi, ia menulis: Demikian info sekilas untuk siang ini dari markas TPNPB Alguru-Ibu kota Geneyam. Markas TPNPB Alguru di Bom Oleh Militer Indonesia photo ist [istimewa]

Dua buah foto disematkan dalam unggahan itu sebagai bukti. Foto pertama memperlihatkan sebuah situasi hutan yang terbakar. Foto kedua memperlihatkan sosok tujuh orang dari sebuah sudut hutan. Beberapa di antaranya bersenjata.

Sementara itu, beberapa unggahan akun Facebook TPNPB News memberi kabar serupa soal situasi keamanan yang terjadi di lapangan: “Laporan Darurat Militer di Ibu Kota Kabupaten Nduga”. Salah satu informasinya adalah perihal serangan aparat TNI/Polri yang terjadi pada 11 Juli 2018. Namun, informasi pada Facebook TPNPB News tidak disertai dua foto seperti unggahan Wene Jokola Papua.

Di sisi lain, akun Instagram Divisi Humas Polri pada 12 Juli 2018 pukul 08.01 WIB menerbitkan pengumuman yang berasal dari Humas Polda Papua. Isinya poster yang memberitahu bahwa ada informasi tidak benar soal situasi keamanan di Kabupaten Nduga yang beredar di media sosial.

Pihak kepolisian menyatakan: “postingan di facebook atas nama Jackson Uble King yang mengatakan Tim Gabungan TNI-Polri melakukan pengeboman berturut-turut di ibukota Keneyam, perlu diketahui berita tersebut adalah Tidak Benar/HOAX foto dalam postingan tersebut adalah kejadian Kebakaran Hutan di Kalimantan”.

Poster menyertakan dua tangkapan gambar. Tangkapan gambar pertama adalah unggahan di Facebook yang memuat informasi TPNPB, lengkap dengan foto kebakaran hutan. Tangkapan gambar kedua memperlihatkan hasil pencarian atas foto kebakaran hutan itu. Ada dua situs yang menunjukkan foto itu dengan informasi kebakaran hutan di Kalimantan.

Pertanyaannya, mana informasi yang tepat? Benarkah foto itu merupakan situasi di Kabupaten Nduga? Ataukah foto tersebut merupakan situasi kebakaran hutan di Kalimantan?

Fakta Ihwal Foto


Kami mencoba memeriksa fakta kedua foto unggahan Wene Jokola Papua di atas. Setelah dilakukan Reverse Image Search atas foto pertama atau foto dengan situasi hutan yang terbakar, ditemukan banyak informasi. Terdapat beragam temuan terkait dengan hasil serupa atas pencarian foto itu. Hasilnya merujuk pada berbagai laman, baik mancanegara ataupun Indonesia.

Untuk hasil dari mancanegara, ada situs-situs topfarmer.co.ke; emaze.com; trungnamco.com. Sementara itu, untuk hasil dari Indonensia terdapat situs-situs trekkingkerinci.com; iesr.or.id; pusatkrisis.kemkes.go.id, dan berbagai portal berita lain.

Umumnya, hasil-hasil tersebut tidak disertai keterangan rinci atau sekadar digunakan sebagai ilustrasi kebakaran hutan. Bahkan, ada yang pernah memberi keterangan bahwa foto itu adalah kebakaran hutan Gunung Lawu seperti pada laman lindungihutan.com.

Sementara itu, dari contoh pengumuman kepolisian, dari icampusindonesia.com dan harianpost.co.id, keduanya menggunakan foto tersebut tanpa keterangan sama sekali atau tau sekadar digunakan sebagai ilustrasi. Artinya, belum ada informasi jelas soal foto, apakah itu menunjukkan kejadian hutan di Kalimantan atau bukan.

Selanjutnya, dengan teknik reverse foto kedua dengan menggunakan Tineye, didapat hasil 173 alamat laman internet yang memuat foto serupa. Informasi lengkap, berisi domain, filename, tahun dan sebagainya. Bahkan, moda “Compare Match” dapat memastikan bagian mana dari foto yang kita ingin cek memiliki kedekatan gambar dengan foto dari laman tertentu.

Lewat Tineye, informasi bertanda “Collections” semakin membantu menjelaskan asal-usul akar foto unggahan Wene Jokola Papua itu. Informasinya mengarah pada dokumentasi Wikimedia dan lacakan pada album foto dalam laman Flickr. Keterangan yang muncul dalam album foto itu adalah: “Forest Fires in Greece. This photo was taken just off the highway on the Peloponnese pennisula in Greece. The village pictured is somewhere between Egio and Patra”.

Diketahui bahwa foto dari nama Flickr Lotus R itu memiliki data EXIF (data forensik foto) yang salah satunya memberi informasi soal kamera (Nikon D40X 18-55mm f/3.5-5.6) dan waktu pengambilan: “Date and Time (Original) - 2007:07:18 11:32:48” dan “Date and Time (Digitized) - 2007:07:18 11:32:48”.

Foto itu mendapat komentar dari reviewer Flickr lain bernama Ilya Haykinson terkait soal lisensi agar dapat dipergunakan di wikinews.org. Sejauh ini, lisensi yang terdapat dalam Flickr Lotus R adalah cc-by-sa-2.0 (pencipta diberi kredit atas foto tersebut).

Artinya, sejauh ini foto unggahan Wene Jokola Papua tidak tepat untuk disebut “foto istimewa” yang menunjukkan situasi hutan di Kabupaten Nduga. Termasuk dalam konteks kabar keamanan wilayah itu. Di sisi lain, informasi yang menyatakan bahwa foto itu adalah situasi kebakaran hutan di Kalimantan tidak tepat. Apalagi tanpa kejelasan apakah foto tersebut sekadar digunakan sebagai ilustrasi atau bukan.

Sementara, dari reverse foto kedua, gambar dengan sosok tujuh orang dari sebuah sudut hutan, sejauh ini belum dapat ditemukan informasi apapun.

Fakta Kejadian


Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal saat dihubungi Tirto (13/7) memberi keterangan resmi kepolisian atas situasi di Kabupaten Nduga.

Pada tanggal 11 Juli 2018, memang benar terjadi kontak senjata antara aparat keamanan dengan kelompok bersenjata yang terjadi pada saat aparat hendak mengirimkan bahan makanan menggunakan helikopter.

“Sekira pukul 11.71 WITA, saat helikopter Polri akan mengirimkan bahan makanan […] terjadi penembakan […] Dikarenakan situasi tidak memungkinkan Helikopter Polri kembali ke Pos Pol Nduga,” ujarnya.

Hal yang sama disebutnya terjadi kembali sekira pukul 16.00 WITA. Helikopter disebutnya hendak akan mengirimkan bahan makanan bagi personel Brimob. Kontak senjata disebutnya masih terjadi sampai pukul 17.00 WITA, sementara helikopter yang digunakan tetap dapat kembali ke Pos Polisi di Nduga.

Kesimpulan


Informasi yang dibagikan di Facebook oleh Wene Jokola Papua tidak teruji kebenarannya faktanya. Soal fakta keamanan di Kabupaten Nduga, aparat kepolisian membenarkan bahwa terjadi kontak senjata pada 11 Juli 2018. Namun, aparat membantah bahwa dalam dalam kegiatan itu ada tindakan pengeboman.

Terkait dengan foto, situasi hutan yang terbakar dalam gambar tidak terjadi di Kabupaten Nduga. Bukan pula terjadi di hutan Kalimantan, seperti disebut dalam unggahan Instagram Divisi Humas Polri. Situasi itu merujuk pada peristiwa kebakaran di wilayah Yunani, Juli 2007. Artinya, foto tersebut tidak diberi keterangan yang benar dalam informasi yang disampaikan Humas Polri. Bahkan, hal ini bisa membuat misinformasi yang baru.

======

Tirto mendapat akses aplikasi CrowdTangle yang memungkinkan mengetahui sebaran sebuah unggahan (konten) di Facebook, termasuk memprediksi potensi viral unggahan tersebut. Akses tersebut merupakan bagian dari realisasi penunjukan Tirto sebagai pihak ketiga dalam proyek periksa fakta.

News Partnership Lead Facebook Indonesia, Alice Budisatrijo, mengatakan, alasan pihaknya menggandeng Tirto dalam program third party fact checking karena Tirto merupakan satu-satunya media di Indonesia yang telah terakreditasi oleh International Fact Cheking Network sebagai pemeriksa fakta.

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA atau tulisan menarik lainnya Frendy Kurniawan
(tirto.id - Hukum)


Penulis: Frendy Kurniawan
Editor: Maulida Sri Handayani