Jokowi Terima Kasih kepada Aktivis 1998

Penulis: Alexander Haryanto - 7 Jul 2018 19:21 WIB
Rembug Nasional Aktivis 98 merekomendasikan penetapan korban peristiwa Semanggi dan Tri Sakti sebagai pahlawan Nasional.
tirto.id - Presiden Joko Widodo mengatakan rasa terima kasih kepada Aktivis 98 yang telah memperjuangkan reformasi sehingga bisa menciptakan kebebasan berekspresi, berpendapat dan pers di Indonesia.

Kendati demikian, Jokowi berpesan agar kebebasan tersebut tidak dimanfaatkan untuk mengadu domba yang bisa menciptakan perpecahan di masyarakat.

"Tetapi kebebasan itu bukan yang semau-maunya, bukan sebebas-bebasnya karena kita diikat oleh aturan-aturan, konstitusi,” kata Jokowi saat menutup acara Rembug Nasional Aktivis 98 di Hall Tengah JI-Expo Kemayoran Jakarta, Sabtu (7/7/2018).

“Kebebasan bukan yang memberi ruang untuk adu domba masyarakat, saling mencela, mencemooh di antara kita sebagai warga yang sebangsa dan setanah air, " lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengatakan bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar karena ada 17.000 pulau, 714 suku dan ribuan bahasa yang ada di Tanah Air.

“Ini anugerah yang diberikan Tuhan," tambah Jokowi.

Sehingga, Jokowi menilai, masyarakat harus mulai menyadari bahwa Indonesia adalah bangsa dan negara yang besar dengan jumlah penduduk sudah 263 juta jiwa.

Sementara itu, Panitia Rembug Nasional Aktivis 98 menyebutkan acara tersebut dihadiri sekitar 60.000 peserta. Ia menjelaskan, hasil rembug itu adalah mengajak semua pihak menolak intoleransi, radikalisme dan terorisme.

Selain itu, Rembug Nasional juga merekomendasikan penetapan korban peristiwa Semanggi dan Tri Sakti sebagai pahlawan Nasional. Rembug Nasional Aktivis 98 juga merekomendasikan penetapan 7 Juli sebagai hari Bhineka Tunggal Ika.

Hadir dalam kesempatan itu antara lain Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko, Ketua DPD Oesman Sapta.


Baca juga artikel terkait AKTIVIS 98 atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Politik)

Sumber: antara
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Alexander Haryanto

DarkLight