HUT ke-77 PGRI

Jokowi ke Guru: Jangan Beri Pelajaran Usang ke Siswa

Reporter: Riyan Setiawan, tirto.id - 3 Des 2022 14:01 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Jokowi mengingatkan para guru agar mewaspadai stunting pada murid. Guru harus proaktif mengajarkan pola hidup sehat kepada pelajar.
tirto.id - Presiden Jokowi meminta kepada para guru agar memperhatikan permalasahan stunting pada anak. Caranya yaitu dengan mengajarkan pola hidup sehat. Hal tersebut dikatakan Jokowi saat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 PGRI dan Hari Guru Nasional di Semarang, Jawa Tengah.

"Kita harus mencegah terjadinya stunting. Bapak ibu harus melihat anak didiknya yang stunting ada atau tidak. Pola hidup sehat harus dikenalkan sejak dini. Makan sehat dan berolahraga harus dibiasakan sejak dini," kata Jokowi, Sabtu (3/12/2022).

Mantan Wali Kota Solo itu menyatakan tidak ada gunanya memiliki ilmu dan keterampilan yang tinggi jika mental serta fisik siswa tidak sehat. "Hati-hati mengenai ini. Ini sudah lama kita lupakan. Penguasaan ilmu yang sehat juga akan sia-sia jika anak didik kita tidak sehat jiwanya dan badannya," ucapnya.


Kemudian Jokowi juga mengingatkan kepada para guru di tengah arus perubahan informasi dan teknologi yang sangat cepat, para tenaga pengajar perlu meningkatkan kapasitas dan beradaptasi.

"Jangan sampai ilmu yang sudah usang, ilmu yang sudah 30 tahun atau 20 tahun lalu masih kita berikan pembelajaran ke anak-anak kita," ujarnya.

Lalu Jokowi juga mengingatkan para guru agar dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di sekolah. Seperti meningkatkan mentalitas dan karakter. "Ini yang terus harus kita bangun. Santun, jujur, budi pekerti yang baik, peduli terhadap sesama, dan gotong-royong semakin penting," tuturnya.

Lebih lanjut Jokowi menegaskan program utama pemerintah sebagaimana yang disampaikan oleh Mendikbudristek, Nadiem Makarim adalah guru mampu mentransformasikan program pendidikan ke para murid. Demi mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di seluruh pelosok tanah air

"Yang terpenting adalah bagaimana proses pengajaran itu agar anak memiliki daya kritis yang baik, sehingga fleksibilitas itu dilakukan, tidak kaku. Karena ilmu itu berkembang sangat cepat sekali," pungkasnya.



Baca juga artikel terkait PRESIDEN JOKOWI atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Fahreza Rizky

DarkLight