Menuju konten utama

Jokowi: Demokrasi Bukan Perang Tapi Ajang Adu Gagasan

"Demokrasi bukan perang, demokrasi bukan permusuhan tapi ajang adu gagasan, adu ide, adu rekam jejak, dan adu prestasi," kata Jokowi.

Jokowi: Demokrasi Bukan Perang Tapi Ajang Adu Gagasan
Pasangan capres dan cawapres dari Koalisi Indonesia Kerja Joko Widodo dan Mar'ruf Amin melakukan pendaftaran di KPU Pusat, Jakarta, Jumat (10/8/2018). tirto.id/Andrey Gromico

tirto.id - Joko Widodo dan Ma'ruf Amin mendatangi Gedung KPU pada pukul 09.30 WIB. Ditemani seluruh Ketua Umum partai koalisi Indonesia-Kerja, Jokowi-Ma'ruf menyerahkan berkas pendaftaran dan diterima oleh pihak KPU.

Setelah melakukan pendaftaran, Jokowi menggelar konferensi pers bersama dengan Ma'ruf Amin dan ketua umum partai politik.

Dalam keterangannya, Jokowi menjelaskan bahwa Pilpres 2019 adalah hal baik untuk proses demokrasi. Ia berharap, proses tersebut bisa disajikan sebagai sarana untuk adu gagasan antar calon pemimpin bangsa.

"Demokrasi bukan perang, demokrasi bukan permusuhan tapi ajang adu gagasan, adu ide, adu rekam jejak, dan adu prestasi. Jangan sampai karena perbedaan politik kita jadi bermusuhan antar tetangga," jelasnya hari Kamis (10/8/2018).

Dalam pendaftaran itu, partai yang tidak menjadi peserta Pemilu 2014 lalu tidak diakui menjadi partai pengusung Jokowi-Ma'ruf Amin. Akibatnya, nama PSI dan Perindo dicoret dan hanya tercatat sebagai partai pengusul sesuai aturan undang-undang.

Namun, Ketua Umum PSI, Grace Natalie tidak mempermasalahkan istilah tersebut. Menurutnya dukungan pada Jokowi tidak akan berubah dan seluruh partai tetap solid.

"Tadi kita tetap tanda tangan kok," kata Grace. "Nggak masalah."

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan lainnya dari Felix Nathaniel

tirto.id - Politik
Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Yantina Debora