Menuju konten utama

Jelang Lebaran, Kemendag Pantau Harga & Pasokan Bahan Pokok Pangan

"Kami pantau bener-bener di lapangan mulai 28 Mei sampai H-1, semua pegawai Kemendag ada di lapangan [pasar]," kata Tjahja.

Jelang Lebaran, Kemendag Pantau Harga & Pasokan Bahan Pokok Pangan
Tim gabungan Satgas Pangan memantau harga kebutuhan dapur saat sidak pasar tradisional di Lhokseumawe, Aceh, Jumat (11/5/2018). ANTARA FOTO/Rahmad.

tirto.id -

Kementerian Perdagangan akan memantau secara intensif dan konsisten pergerakan harga dan ketersediaan bahan pokok pangan sepanjang Ramadan ini hingga H plus 3 Lebaran. Hal itu sebagai upaya mempertahankan inflasi di tingkat rendah.

Inflasi nasional Mei tercatat rendah di level 0,21 persen. Komoditas bahan pokok pangan (volatile food) cenderung stabil terjaga.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kementerian Perdagangan (Kemendag), Tjahja Widayanti mengatakan bahwa Kemendag melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok pangan langsung di pasaran menjelang Lebaran sejak 28 Mei sampai H-1 Lebaran.

"Kami pantau bener-bener di lapangan mulai 28 Mei sampai H-1, semua pegawai Kemendag ada di lapangan [pasar]," kata Tjahja di Jakarta pada Rabu (6/6/2018).

Saat hari H Lebaran, Kemendag melakukan pemantauan, tapi tidak secara langsung. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, ia mengatakan Kemendag dengan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita melakukan sidak sejumlah pasar pada H+3 Lebaran untuk meninjau pergerakan harga dan pasokan bahan pokok pangan pasca Lebaran.

"Pasca Lebaran kami pantau, tapi tidak turun ke lapangan, tapi biasanya Pak Mendag akan sidak. Tahun lalu H+3 kami udah turun," ujarnya.

Selain melakukan pemantau, selama Ramadan Kemendag bersama dengan pihak terkait seperti BULOG melakukan kegiatan penyediaan pasokan dan stabilisasi harga. Saat ini, istilah operasi pasar, dikatakannya, tidak lagi digunakan.

"Kami tidak lagi menggunakan kata operasi pasar, tapi kami lakukan kegiatan ketersediaan pasokan dan stabiliasasi harga dimana saja," ucapnya.

Salah satu terobosan Kemendag bersama BULOG untuk melakukan stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan adalah dengan menggandeng TNI/Polri. Memberdayakan markas TNI/Polri untuk digunakan sebagai tempat distribusi pasokan, yang nantinya akan disalurkan ke permukiman-permukiman atau pusat-pusat kegiatan warga di daerah-daerah sekitarnya oleh BULOG untuk dipasarkan.

Pada Rabu, Badan Urusan Logistik (BULOG), Budi Waseso (Buwas) sudah mulai mendistribusikan ketersediaan beberapa bahan pokok pangan dari gudang BULOG Divre DKI Jakarta dan Banten ke tujuh titik markas TNI/Polri, dari Komando Distrik Militer (Kodim) serta Polda dan Polres, di wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek).

Beberapa bahan pokok pangan yang didistribusikan meliputi beras, daging kerbau, dan daging ayam, serta komoditi pangan lainnya. Harga komoditi pangan yang dijual dalam kegiatan ini berada di bawah patokan HET.

Sebagai informasi, HET beras Rp9.450 per Kg, gula Rp12.500 per Kg, minyak goreng Rp11 ribu per kg, daging beku sapi impor dipatok Rp80 ribu Kg, daging kerbau Rp65 ribu per Kg, serta harga patokan daging ayam Rp32 ribu per kg.

Baca juga artikel terkait HARGA BAHAN PANGAN atau tulisan lainnya dari Shintaloka Pradita Sicca

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Shintaloka Pradita Sicca
Penulis: Shintaloka Pradita Sicca
Editor: Maya Saputri