Menuju konten utama

Jelang Imlek, Pedagang di Glodok Raup Omzet Rp8 Juta per Hari

Pedagang pernak-pernik Imlek di Glodok, Jakarta Barat mendapatkan keuntungan melimpah jelang perayaan Tahun Baru China 2023.

Jelang Imlek, Pedagang di Glodok Raup Omzet Rp8 Juta per Hari
Pernik Imlek di Kawasan Glodok, Jakarta Barat. tirto.id/Hanif Reyhan Ghifari

tirto.id - Menjelang Tahun Baru Imlek kawasan Glodok, Jakarta Barat dipenuhi para pedagang pernak-pernik. Mulai dari lampion, angpao, hingga pakaian terpajang rapih di sana.

Candra (30) salah satu pedagang pernak-pernik mengakui mengalami peningkatan omzet menjelang perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Minggu (22/1/2023). Dia menuturkan penjualannya meningkat sebanyak 100 persen dibandingkan hari-hari biasa.

"Omzet saya menjelang hari Imlek ketika berjualan pernak-pernik itu naik sampai 100%, dibandingkan hari normal atau biasa. Pendapatan saya sebelumnya per hari itu Rp5 juta terus, melesat naik sampai saat ini per hari sampai Rp8 juta,” katanya saat berbincang dengan Tirto, di Kawasan Glodok, Jakarta Barat, Rabu (18/1/2023).

Candra menjual berbagai macam barang khas Imlek. Mulai dari angpao, gantungan imlek hingga lampion. Adapun pernak-pernik yang paling diminati masyarakat yaitu lampion besar.

"Di toko saya kisaran harganya mulai dari Rp3.000 sampai Rp500.000. Lalu untuk yang paling laku sekaligus juga yang termahal itu Lampion dengan ukuran besar, yang biasanya ada di pajang di tempat ibadah atau di rumah pribadi," bebernya.

Sementara itu, dia berharap peminat pernak-pernik masih terus meningkat sampai perayaan Tahun Baru China tiba. Kemudian Candra mengakui kondisi penjualannya saat ini lebih baik dibandingkan saat pandemi COVID-19. Sebelumnya keuntungan yang masuk ke kantong hanya Rp400.000 hingga Rp500.000 per hari.

Candra pun bersyukur pemerintah sudah mencabut kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Dia pun berharap dengan pencabutan kebijakan tersebut dagangannya semakin laris manis.

"Dulu saya bisa jual pernak-pernik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah beruntung. Kalau sekarang Alhamdulillah semakin membaik karena pencabutan PPKM oleh Presiden dan saya harap dagangan aksesoris Imlek ini semakin laku," bebernya.

PENJUALAN HIASAN IMLEK DI SURABAYA

Calon konsumen memilih ang pao di salah satu stan di Pasar Atom, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (13/1/2023). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc.

Tidak hanya Candra, Erika (40) juga mendapatkan berkah jelang perayaan Imlek. Dagangan laris manis.

Omzet yang dihasilkan bisa mencapai 80 persen. Erika mengakui bisa mengantongi Rp3 juta per per hari. Kemudian menjelang perayaan, Erika bisa meraup untung Rp7 juta.

"Saya mendapatkan omzet buat sekarang bisa sampai 80%, terus pendapatan per hari saya di toko ini Rp3 juta sampai Rp7 juta. Saya sangat bersyukur sekali dengan banyaknya rezeki menjelang hari perayaan Imlek," ucap Erika.

Dia pun bersyukur Imlek tahun ini membawa rezeki yang berlimpah. Pasalnya saat pandemi melanda pada 2020 silam, Erika mengakui tidak berjualan. Itu dilakukan demi keselamatan dirinya dan juga keluarganya.

Erika menjual berbagai macam pernak-pernik. Mulai dari lampion, angpao. Tidak hanya itu, dia juga menjual pakaian khas Tionghoa yang dibanderol mulai dari Rp35.000 sampai Rp1.000.000 tergantung dari model dan ukuran pakaian tersebut.

Dia menjelaskan pakaian khas Tionghoa itu justru lebih laku ketimbang dagangan pernak-perniknya. Erika pun kebanjiran orderan mencapai 100 setel pakaian. Rata-rata yang memesan pakaian berasal dari pihak rumah ibadah Vihara yang tidak jauh dari daerah Glodok.

“Saya waktu itu kebanjiran orderan 100 setel pakaian khas Tionghoa tersebut, yang dipesan melalui pihak Vihara yang datang ke toko saya. Ini tentu di toko saya lebih laku pakaian dibandingkan aksesoris Imlek,” pungkas Erika.

Baca juga artikel terkait IMLEK 2023 atau tulisan lainnya dari Hanif Reyhan Ghifari

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Hanif Reyhan Ghifari
Penulis: Hanif Reyhan Ghifari
Editor: Intan Umbari Prihatin