Menuju konten utama

Jasa Marga Terapkan Formulasi Turunkan Tarif Tol Ngawi-Kertosono

Jasa Marga memperpanjang konsesi jalan tol untuk menurunkan tarif dasar ruas tol Ngawi-Kertosono.

Jasa Marga Terapkan Formulasi Turunkan Tarif Tol Ngawi-Kertosono
Ilustrasi. Foto aerial jalan tol Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi) kilometer 149 di Bandung, Jawa Barat, Jumat (16/3/2018). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

tirto.id - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menerapkan sejumlah formulasi untuk menurunkan tarif jalan tol ruas Ngawi-Kertosono. Salah satunya, Jasa Marga memperpanjang waktu hak kelola (konsesi) jalan tol yang semula 35 tahun, bertambah menjadi 50 tahun.

Corporate Secretary Jasa Marga, M. Agus Setiawan mengatakan, perpanjangan masa konsesi akan menurunkan tarif dasar ruas tol Ngawi-Kertosono yang panjangnya 48 Kilometer (Km). Semula tarif golongan I sebesar Rp1.200/Km dievaluasi menjadi Rp1.000/Km. Sehingga, tarif untuk jarak terjauh menjadi Rp48 ribu.

Menurut Agus, penetapan tarif dasar bagi ruas tol Ngawi-Kertosono akan diterapkan dalam waktu dekat.

"Dengan rencana penerapan tarif dasar ini, diharapkan antusiasme masyarakat dapat meningkat untuk menggunakan jalan tol sehingga dapat meningkatkan volume lalin di jalan tol baru yang akan beroperasi tersebut," ujar Agus dalam siaran pers, Jumat (23/3/2018).

Formulasi lain, yang menunggu diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, yaitu Penggolongan kendaraan, dari lima golongan menjadi tiga golongan kendaraan. Kendaraan golongan III, IV dan V digabung menjadi golongan III, untuk mendukung sistem logistik nasional.

"Jalan tol juga dapat memangkas biaya pendistribusian logistik, mendukung daya saing bangsa, sehingga pemerataan pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh elemen bangsa Indonesia," sebutnya.

Ia meyakinkan bahwa formulasi penetapan tarif dasar baru yang diimbangi dengan perubahan golongan kendaraan di ruas tol Ngawi-Kertosono dipastikan tidak mengubah kelayakan dari jalan tol yang dioperasikan oleh PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ).

Panjang ruas tol Ngawi-Kertosono yang siap dioperasikan dan diresmikan Presiden Joko Widodo, yaitu 52 kilometer dari total 87,02 kilometer. Ruas itu terbentang dari Ngawi sampai Wilangan dan menjadi tanggung jawab PT NKJ untuk konstruksinya.

Ruas sisanya dari Wilangan sampai Kertosono yang menjadi porsi pemerintah, ditargetkan rampung akhir tahun ini.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Marga, Desi Aryani pada Rabu (21/3/2018) mengatakan bahwa formulasi penurunan tarif jalan tol dengan penambahan konsesi memungkin hanya untuk proyek ruas tol yang belum selesai. Sementara yang sudah berjalan akan sulit karena sudah ada kontraknya.

"Iya kan masih banyak yang belum beroperasi. Kalau yang sudah ada perjanjian mau diubah bagaimana?" ungkapnya.

Kemungkinan adanya amandemen kontrak, ia mengatakan belum mengkaji sampai sejauh itu. Saat ini pihaknya masih akan mempelajari lebih lanjut jalan tol mana saja yang dapat diberi formulasi tarif rendah untuk memenuhi keinginan Presiden Joko Widodo.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta agar tarif tol diturunkan. Untuk menindaklanjuti hal itu, pada Kamis (22/3/2018), sejumlah menteri dan pemilik jalan tol, dipanggil Presiden untuk membahas rencana penurunan tarif.

Baca juga artikel terkait TARIF TOL atau tulisan lainnya dari Shintaloka Pradita Sicca

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Shintaloka Pradita Sicca
Penulis: Shintaloka Pradita Sicca
Editor: Dipna Videlia Putsanra