tirto.id - Mengetahui kapan jadwal imsakiyah, termasuk di dalamnya waktu imsak, jadi penting bagi umat Islam di Kab. Langkat ketika bulan puasa tiba. Hari ini, tanggal 8 Mei 2020 bertepatan dengan 15 Ramadan 1441.
Waktu umat Islam berpuasa adalah sejak terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari. Namun, muslim di Indonesia juga mengenal waktu imsak, yang berfungsi sebagai "alarm" untuk menyelesaikan aktivitas sahur menjelang subuh.
Dengan adanya kumandang imsak di berbagai masjid, seorang muslim yang baru terbangun, masih punya waktu sekitar 10 menit untuk sahur. Sementara, muslim yang sudah bersantap sejak sebelum waktu imsak, dapat mempersiapkan diri lebih baik untuk salat subuh berjamaah.
Nabi Muhammad saw. sendiri menganjurkan umat Islam untuk menyantap hidangan sahur, "makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terkandung berkah”. (H.R. Muslim).
Jamaah Subuh di Kab. Langkat pada Ramadan 1441 H
Pada Ramadan tahun-tahun sebelumnya, setelah bersantap sahur, umat Islam di Kab. Langkat akan mengerjakan salat subuh di berbagai masjid terkenal. Di antaranya adalah Masjid JABAL RAHMAH yang beralamat di Stabat. Masjid ini berkapasitas > 200 jemaah.
Selain itu, terdapat pula masjid Masjid AL-ISLAH yang termasuk masjid dengan jenis Masjid di Tempat Publik . Masjid berdaya tampung 150 - 200 jemaah ini dibangun pada 1996.
Pada Ramadan 1441 H ini, umat Islam di Indonesia akan menjalani ibadah puasa di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Berkaitan dengan keadaan ini, sudah ada Surat Edaran Kementerian Agama Nomor 6 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di tengah Pandemi Covid-19.
Dalam surat edaran tersebut, ditegaskan bahwa umat Islam wajib menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan baik berdasarkan ketentuan fikih ibadah. Selain itu, terdapat panduan terkait sahur (dan buka puasa) dilakukan oleh individu atau keluarga inti, tidak perlu sahur on the road atau ifthar jama’i (buka puasa bersama).
Jadwal Imsak Kab. Langkat
Berikut ini Tirto menyediakan aplikasi jadwal imsak, subuh, zuhur, asar, magrib (buka puasa), dan isya di Kab. Langkat.
Masa pandemi COVID-19 hendaknya tidak melunturkan semangat dalam beribadah. Sebaliknya, Ramadan 1441 H ini dapat digunakan sebagai momentum untuk semakin banyak merenung dan mendekatkan diri kepada Allah dan memperdalam khasanah keislaman. Berikut ini khasanah Islam yang dihimpun oleh Tirto.id.
Pengertian Nuzulul Quran
Setiap bulan Ramadan, banyak umat muslim memperingati peristiwa sejarah penting dalam Islam, yakni diturunkannya Al-Qur`an atau Nuzulul Qur`an. Peringatan Nuzulul Qur'an di Indonesia secara umum digelar pada 17 Ramadan.
Pemilihan tanggal ini didasari pendapat sebagian ulama bahwa Al-Qur`an turun ketika Lailatul Qadar (malam kemuliaan dan diberkahi Allah SWT) datang pada tanggal 17 Ramadan.
Pendapat bahwa Nuzulul Qur'an terjadi saat Lailatul Qadar merujuk ke firman Allah SWT di surat Al-Qadr ayat 1, surat Ad-Dukhan ayat 3-4 dan surat Al-Baqarah ayat 185. Surat Al-Qadr ayat 1 menjelaskan hal itu berikut ini.
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan (lailatul qadar)."
Menurut Taufik Adnan Amal, dalam buku berjudul "Rekonstruksi Sejarah Al-Qur’an" (hlm. 71), sebagian besar mufassir menginterpretasikan malam turunnya Al-Qur`an itu terjadi pada 17 Ramadan dengan merujuk surat Al-Anfal ayat 41:
"Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnu sabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu hari bertemunya dua pasukan, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Sebagian mufassir berpendapat, hari "furqaan" atau "hari bertemunya dua pasukan" di ayat itu merujuk ke peristiwa perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadan. Meskipun masih ada perbedaan pendapat, penafsiran itu menjadi salah satu alasan penetapan 17 Ramadan sebagai hari Nuzulul Qur’an
Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Agung DH
Masuk tirto.id
























